Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 80


__ADS_3

Anita berdandan secantik mungkin, entah mengapa dia ingin tapil cantik di depan Albara yang baru di kenalnya semalam. Albara merupakan penyelamat Anita dari korban obat perangsang yang di berikan presiden geng Pendekar Kuda Besi. Albara juga berjasa membuka kultivasi nya dan telah memberikan ilmu kesakitan langka pada Anita.


Ada perasaan lain dalam dirinya yang menjadi alasan untuk tampil cantik di depan Albara. Albara tidak saja pahlawan yang menyelamatkan bagi Anita, tapi lebih dari itu Albara merupakan sosok pangeran idaman yang di harapkan Anita.


Anita masih bingung dengan pakaian yang harus dia kenakan untuk bertemu Albara pangerannya. Anita adalah atlit taek won do sangat terbiasa dengan pakaian ringkas, sangat tidak terbiasa menggunakan lipstik hingga keseharian Anita terkesan tomboi. Sekarang barulah Anita menyadari betapa butuhnya perempuan akan alat kecantikan, dia sangat bingung menyadari kalau dia tidak punya lipstik dan alat kecantikan lainya. Setelah mengenakan pakaian yang dia pilih Anita melangkah meninggalkan kamarnya untuk bergabung dengan Albara.


Sementara itu Albara yang menunggu Anita larut dalam pikirannya. Insiden yang baru saja terjadi di area Albara Hotel mendatangkan kesan sangat menggangu pikirannya. Albara sudah memprediksi akan ada konsekwensi bagi Albara jika menyelamatkan Anita, orang yang sangat di cari geng motor Pendekar Kuda Besi. Namun tidak ada dalam pemikiran Albara jika Albara Hotel tempat menginap Anita akan jadi sasaran dari geng motor Pendekar Kuda Besi.


Saat Albara memikirkan kejadian yang baru saja dia lihat, perhatian Albara tertuju pada pemandangan lain, saat itu dua orang gadis cantik yang berjalan memasuki restoran Albara Hotel. Banyak dari pengunjung restoran yang mencoba selfi dengannya. Dandanan dan gayanya seperti seorang artis terkenal, tapi Albara tidak pernah lihat ada artis seperti wanita yang sedang melangkah memasuki restoran tersebut.


Albara makin kaget saat dua orang gadis tersebut berjalan mendekati meja di mana Albara duduk. Salah seorang dari mereka menghampiri waitres restoran, Seorang lagi terus berjalan dengan anggun kemudian duduk di depan Albara, di meja yang sama dengannya.


Darah Albara berdesir melihat kecantikan wanita di depannya, ditambah lagi gaya aktingnya sangat mempesona. Wanita di depannya jadi sasaran mata Albara, pemandangan yang tak pernah dia lihat selama ini. Albara tidak pernah melihat artis secantik ini secara langsung atau melalui dunia maya. pakaian yang di kenakannya serasi sangat dengan warna kulitnya yang putih, senada pula dengan lipstik yang dia pakai.


Albara mencoba menebak siapa artis yang ada di depannya, dia mengingat ingat artis berjilbab yang dia tau, tapi tak ada yang seperti artis yang duduk di depannya saat ini.


Wanita di depan Albara tampil dengan atasan berwarna abu abu cerah, yang agak ngepas hingga bentuk tubuhnya sudah tercetak pada pakaiannya. Memgenakan jilbab keperakan dengan sebagian di lilitkan ke lehernya, di balut lagi oleh blazer berwarna gelap yang menutupi tubuhnya hingga ke atas lutut. sungguh pesonanya membuat dada Albara berdebar debar.


Albara hanya memandangi wanita di depannya tak berkedip benar benar terpesona dengan kecantikannya. Albara memperkirakan gadis di depannya seusia denga dirinya. Gadis yang sedang dalam puncak pesonanya dengan bodi yang indah sesuai tinggi badannya.


"Apa lo... liat liat" kata gadis di depan Albara, memayadarkan Albara akan apa yang telah dia lakukan.

__ADS_1


Albara diam lalu membuang pandangan ke arah lain, terlihat gadis kedua mengenakan longdrees batik merah muda keunguan menutupi tubuhnya hingga keatas lutut. Memakai celana longgar berwarna merah muda cerah, dengan selendang khas melayu menutupi rambutnya. Setelah bicara dengan waitres lalu dia juga berjalan menuju meja yang sama dan duduk di samping wanita yang ada di depan Albara. Albara menundukkan muka tak berani memandang wanita di depannya.


"Kakak mau sarapan apa?" tanya seorang waitrees. Sambil meletakkan tiga buah piring teh yang berisi buah buahan yang sudah di potong potong,


"Nasi goreng dengan telor dadar dua" kata wanita yang lebih dulu duduk di depan Albara.


"Samakan saja.. Nasi goreng tapi telornya satu aja" kata wanita yang satunya.


"Kakak sarapannya apa?" tanya waitrees pada Albara.


Albara kelagapan


"Nasi goreng juga telor mata sapi"


"Bisa kakak"


"Bawakan juga minuman jeruk panas dua" wanita di depan Albara juga nemesan minuman.


Kedua wanita di depan Albara asik bercakap cakap seperti tak peduli dengan Albara di depannya. Sepertinya wanita yang di sampingnya adalah sekretaris pribadinya. Dia selalu memberi saran apa yang sebaiknya di lakukan wanita di depan Albara. Dia juga selalu memperhatikan apa yang di perlukan tuanya.


****

__ADS_1


Sementara itu Rolan mengadakan rapat dadakan dengan beberapa pejabat pengelola Albara Hotel, membahas tindakan yang akan di ambil setelah adanya ancaman dan ultimatum dari geng motor Pendekar Kuda Besi.


Rolan mengundang juga seorang presiden geng motor yang kenal baik dengannya selama ini, yaitu presiden geng motor Peduli Sesama. Sebagian dari anggota keamanan Albara Group merupakan anggota geng motor Peduli Sesama. Salah satu dari anggota keamanan Albara group adalah ponaan Atuk sang presiden geng motor peduli sesama, dia juga merangkap wakil presiden geng motor Peduli Sesama.


Geng motor Peduli sesama merupakan geng motor yang terorganisir. Anggotanya menjalankan bisnis masing masing, sesuai dengan namanya peduli sesama, kegiatan mereka juga banyak di bidang kemanusiaan. Mereka membantu masyarakat yang sedang kesusahan, membantu mereka ysng terkena musibah dan bencana alam, mereka juga melakukan penyantunan terhadap anak yatim .


Anggota mereka juga terkesan militan, mereka sering bentrok dengan geng motor Pendekar Kuda Besi. Karena seringnya mereka terlibat bentrok sehingga mereka sudah di anggap musuh bebuyutan. Namun semenjak presiden geng motor Pendekar Kuda Besi yang baru berkuasa, anggota mereka sebagian memiliki ilmu bela diri handal. Keahlian bela diri mereka sudah di luar logika yang ada saat ini.


Dalam dua tahun terakhir dalam setiap bentrokan geng motor Peduli Saudara makin tertekan, dalam tiap bentrokan mereka kalah telak. Saat ini geng motor pendekar kuda besi makin berjaya dan meraja lela.


Rolan duduk di ruang pertemuan khusus karyawan hotel terlihat bercakap cakap dengan seorang lelaki berusia tiga puluhan tahun. Rambutnya sudah putih penuh uban dialah presiden geng motor Peduli Saudara. Karena rambutnya yang sudah putih orang memanggilnya Atuk atau Datuk. Namanya sudah tak di ingat orang, Orang hanya mengenalnya dengan Datuk atau Atuk.


Rolan memanggil pengawalnya untuk mengundang Anita salah satu tamu Albara Hotel, yang sedang di Permasalahkan oleh geng motor Pendekar Kuda Besi.


"Katakan pada resepsionis, untuk menemui penghuni hotel kamar 609, bernama Anita"


"Sampaikan pada Anita kalau Direktur Utama Albara Group mengundangnya menghadiri pertemuan di Albara Hotel, membahas urusan penting tentang keselamatan nona Anita" kata Rolan.


"Saya pikir ini modus untuk memeras Albara Hotel" kata Atuk pada Rolan setelah pengawal Rolan meninggalkan ruangan.


"Seperti biasanya Pendekar Kuda Besi selalu minta uang yang jumlahnya sangat besar dengan momen tertentu"

__ADS_1


"Coba Rolan pikir.. suatu yang tidak mungkin bagi Albara Hotel menyerahkan tamunya untuk di jahati. Jika Albara Hotel melakukannya maka nanti akan ada rumor kalau Albara Hotel menyerahkan pelanggannya untuk di bunuh"


__ADS_2