
"Tentu saja aku peduli, karena engkau telah membantai adik Albara pujaan hatiku" ucap Devina.
"Huh" Mulan nendengus tidak suka saat Devina terus memuji Albara.
"Kamu hanyalah Wanita siluman yang keji, bahkan kau tidak memandang muka ayah ibumu sendiri, apa kata dunia kalau anak sekda bahkan anak wakil Gubernur hanyalah pembantai anak kecil" Bentak Devina.
Mulan marah sekali tubuhnya melompat keudara seperti seekor burung garuda menyambar nyambar, di ikuti oleh pekikan melengking yang menggetarkan siapa saja yang mendengarnya.
"Wanita keparat, kau cari mampus rupanya" teriak Mulan.
Mulan makin beringas menerjang dengan ganas, kaki kirinya telah melayang ke arah kepala Devina. Hebat sekali gerakan Mulan, tiap kali kakinya menendang menimbulkan angin sangat kencang hingga terasa oleh para hadirin di bawah panggang.
"Ckkkk ckkkkk ckkkk" Anita yang masih sempat melihat gerakan Mulan berdecak kagum, Anita merasa kalau Mulan sudah pasti di atas kemampuannya sendiri.
"Hanya kak Bara yang mampu menandinginya" guman Anita.
Anita sendiri mulai gentar melihat kehebatan serangan serangan Mulan, timbul pikiran Anita kalau dia harus menemui Albara saat menjumpai Mulan di Warung Aneka rasa.
Anita ingin mencegah Devina melawan Mulan tapi terlambat, mereka sudah terlibat pertempuran seru.
Untungnya devina juga bukan wanita lemah, melihat datangnya 'serangan Mulan yang sangat cepat dan ganas terpaksa Devina menjatuhkan dirinya, tubuhnya menggelinding di lantai panggung, lalu tangannya seperti mencakar menyambut, tendangan kaki Mulan yang datang susul menyusul.
"Breeet" sebuah cakaran Devina menghantam kaki kiri Mulan.
"Aiiiiih" kini Mulan yang mengeluh, segera tubuhnya mencelat kebelakang berdiri dengan pincang karena sepatunya sebelah sudah ada di tangan Devina dalam kondisi robek robek.
__ADS_1
"Ha ha ha ha. ternyata Mulan yang cantik hanyalah seorang gadis cacat" kata Devina.
Devina memperlihatkan pada para hadirin dan mereka yang sedang sibuk mengambil vidio mereka, di tangan Devina sepatu Mulan yang menyerupai kaki asli dengan jari jari yang sewarna kulit.
"Lihatlah ini sepatu sepertinya berfungsi sebagai kaki palsu. Lihat juga kaki asli Mulan, yang mungil dengan jari terbalik" Devina menunjuk ujung kaki Mulan yang kecil seukuran telapak kaki anak jelas 4 SD dengan jari jarinya tumbuh di tumit.
"Ha ha ha ha....He Mulan, lihat kakimu sepertinya kamu keturunan Tiraw" Devina tertawa keras sekali.
Sepatu Mulan di desain seperti kaki palsu menyerupai asli yang bertujuan untuk memberikan tampilan seperti kaki asli yang berfungsi sesuai dengan apa yang dinginkan pasien kaki palsu, dengan harapkan pasien dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Sepatu menyerupai kelapak kaki ini di pesan dari luar negeri dengan sistem pembuatan oleh pabrik dengan tampilan yang mirip denganĀ asli yang terdapat jari-jari.
"Ha ha ha ha lucu sekali seorang penyandang cacat, malah suka menghina" Devina kembali tertawa lalu melemparkan sepatu yang sudah koyak tersebut ke arah seseorang sedang mengambil vidio di dekat panggung.
"Berani sekali kau bicara macam macam di depanku, sekali lagi kau bicara akan kupecahkan kepalamu" Mulan makin emosi.
"He he he kenapa tidak berani, emang siapa kamu, kamu bisa membohongi semua orang tapi aku tidak, kamu hanyalah wanita siluman yang memiliki ilmu malih rupa menyerupai seseorang, kau tidak lain tidak bukan adalah Mulan jadi jadian" kata Devina.
"Aku Devina biasa melihat ujud Asli kamu seekor Tiraw yang sangat menjijikkan" kata Devina membongkar tipuan Mulan.
Mulan merasa malu, dia merasa di telanjangi, dibongkar habis rshasianya oleh Devina.
"Keparat kau, aku akan mengadu nyawa dengan mu" bentak Mulan.
Kembali Mulan jadi jadian menerjang kearah Devina, kali ini serangannya mengandalkan tangannya, dengan mengerahkan seluruh tenaga saktinya, sehingga sebelum tangannya tiba angin pukulannya sudah datang dengan dahsyatnya. Melihat serangan Mulan yang dahsyat Devina justru sengaja menyambutnya dengan pukulan sambil mengerahkan tenaga saktinya juga.
"Duuuk" dua tangan yang berisi tenaga sakti bertemu.
__ADS_1
Kuda kuda mulan tergempur dia sempoyongan mundur tiga langkah. sementara Devina yang menyadari akan terjadi benturan lebih cerdik, segera melompat ke udara dan mendarat dengan indah tanpa merasakan epek benturan tadi. Melihat Devina melayang di udara Mulan yang sudah menguasai keseimbangannya kembali melancarkan tendangan mengarah ke kaki Devina yang baru saja mendarat.
"Aiiiiih" seru Devina kaget.
Kembali Devina melompat ke udara lalu menyambar je bawah menghantam ubun ubun Mulan yang sedang melakukan tendangan, tentu saja Mulan merasa repot menghadapi serangan Devina yang tak terduga, secepat kilat tangannya menangkis kembali kedua tangan yang berisi tenaga dalam bertemu.
"Duuuk" tubuh Mulan yang belum sempat memperbaiki kuda kudanya jatuh terduduk.
"Ha ha ha begini cuman kemampuan Mulan jadi jadian, pantas hanya berani pada anak ingusan" kembali Devina tertawa mengejek.
Merasa kalah tenaga dalam Mulan jadi jadian kembali menyerang dengan mengandalkan kecepatan menggunakan peringan tubuhnya. Bayangan Mulan jadi jadian melesat berpindah dari satu tempat ke tempat lainya menyerang Devina dengan serangan jarak jauh, semua yang ada di panggung berterbangan hancur berkeping keping terkena pukulan Mulan.
Devina hanya diam tak bergerak menerima pukulan jarak jauh yang dilepaskan Mulan jadi jadian yang datang bertubi tubi. Tapi serangan Mulan seperti membentur batu karang, tubuh Devina hanya bergoyang goyang seperti pohon tertiup angin.
Devina mengerang seperti harimau lalu melesat ke arah Mulan. Kembali pertempuran seru terjadi orang orang hanya melihat mereka seperti dua bayangan yang saling serang berpindah dari satu tempat ke tepat lainnya. Setelah pertempuran lewat tiga puluh jurus Mulan jadi jadian sudah terdesak hebat.
"Brrett brret brett breet breet" terdengar seperti suara pakaian koyak.
"Ibuuuu ibuuuuu ibuuuu" terdengar jeritan suara Mulan jadi jadian melengking keras.
"Bruk" tubuh Mulan jadi jadian jatuh mandi darah pakaiannya koyak di sana sini seperti di cakar binatang buas.
Tiba tiba sosok seorang kecil mungil dengan rambut terurai sebatas lutut melesat ke arah Mulan jadi jadian dan membawanya pergi, sosok yang sangat menyeramkan sebesar anak anak kecil berlari kencang meninggalkan panggung menuju hutan di samping Universitas Kota Tapus, dalam sekejap sosok manusia kecil yang memanggul tubuh Mulan jadi jadian telah menghilang dari pandangan.
Devina berdiri memandangi Mulan jadi jadian yang roboh mandi darah dengan darah segar meleleh dari bibirnya, Devina meyeka darah di bibirnya yang merupakan darah Mulan jadi jadian. Sekalipun tidak terluka kondisi Devina juga tidak begitu baik setelah menghadapi perlawanan Mulan jadi jadian yang sangat sengit. tapi dia merasa puas sekali setelah menghahar Mulan jadi jadian.
__ADS_1
Melihat Mulan jadi jadian diselamatkan oleh sosok manusia kerdil, Devina tak mau melepaskannya begitu saja. Devina pun melesat kearah sosok manusia kerdil yang membawa Mulan jadi jadian, hanya dalam sekejap Devina pun menghilang dari pandangan.