
Sampe pagi Ristie tak bisa tidur memikirkan keadaan rakyat manusia harimau belakangan ini. Hingga ayam jantan mulai berkokok Ristie yang belum tidur secara berlahan meninggalkan Mulan yang masih ngorok di pembaringannya. Selama tiga hari ini Mulan memang kurang tidur, hingga tidurnya sangat nyenyak.
Tak lama kemudian Ristie kembali membawa dua ekor ikan sebesar betis lalu menyalakan api, untuk membakar ikan sarapan pagi mereka. Saat ikan di bakar Ristie kembali menghampiri Mulan yang masih terlelap.
"Mulan ayo bangun, cuci muka kita sarapan dulu" Ristie segera membangunkan Mulan saat fajar mulai menyingsing.
Mulan menurut saja apa yang di katakan Ristie, segera dia beranjak ke sebuah sungai tak jauh dari tempat istirahat mereka. Sambil menikmati kesunyian alam, Mulan merasakan ketenangan batin lupa akan semua yang telah terjadi pada dirinya.
Saat menikmati sarapan hanya bersama Ristie dia benar benar menikmati hidup, ya pola hidup sederhana tak banyak masalah yang memusingkan.
"Alangkah bahagianya jika Mulan hidup di hutan sunyi bersama kak Bara" Mulan membatin saat menghayal kalau hidup bersama Albara di tengah hutan sunyi.
"Ristie dengar kamu sudah menikah, kenapa gak ajak suamimu hidup berdua di tengah hutan luas yang jauh dari kehidupan manusia?" tanya Ristie seolah mengerti apa yang di pikirkan Mulan.
"Tak mungkin Ristie... suami Mulan punya perusahaan yang tak mungkin dia tinggalkan, lagian terlalu banyak wanita yang tidak cacat mencoba mendekatinya, mungkin jika Mulan mencoba ide Ristie pasti dia akan berpaling pada wanita yang bisa mendampingi dirinya dalam kehidupannya" keluh Mulan.
Ristie juga memaklumi akan pikiran Mulan dia hanya merasa iba dengan nasib Mulan.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan" ajak Ristie setelah sarapan pagi meteka habiskan.
Mulan hanya mengangguk lalu mengikuti Ristie yang mulai berjalan menyusuri hutan. Sepanjang perjalanan Mulan benar benar terhibur dengan suasana hutan. Dulu Mulan membayangkan suasana hutan yang selalu menakutkan, terbayang hutan rimbun dengan mahluk menyeramkan.
Namun ternyata perjalanan mereka Jauh dari kata menyeramkan, justru hutan yang mereka lewati sangat memanjakan mata dengan pemandangan indah, Mulan juga bisa menikmati udara sejuk dan menghirup oksigen yang lebih bersih.
"Hutan di sini menyimpan banyak keindahan alam, mulai dari pemandangan air terjun, telaga, danau, tumbuhan unik seperti bunga reflesia dan lain lain, Namun hutan akan selalu gelap karena pepohonan yang tinggi akan menutupi cahaya matahari mulai dari jam lima sore sampai jam 8 pagi" ucap Ristie meyadarkan lamunan Mulan.
"Iya Mulan sangat menikmati perjalan ini" ucap Mulan singkat.
"Tapi hati hati di hutan ini juga hidup berbagai species hewan yang cukup berbahaya, mulai dari nyamuk, semut, pacet anjing hutan dan harimau Sumatra yang selalu mencari mangsa, tapi Mulan jangan kuatir selama bersama Ristie semua hewan akan menghindar dari jalan yang kita lalui" ucap Ristie.
"Apa selamanya kalian hidup dengan berkelana di tengah hutan seperti ini, Ristie?" tanya Mulan.
Kembali Ristie menatap Mulan.
__ADS_1
"Tidak Mulan... kami punya tempat hidup yang di mata manusia adalah dunia gaib, kami juga punya banyak desa punya banyak kota di sana, kami juga punya pemerintahan sebagaimana manusia cucu adam umumnya" jelas Ristie.
Mulan kembali merasa ragu kala membayangakan kehidupan Kota artinya sama saja dengan dia mencoba bertahan di lingkungan manusia biasa.
"Ristie apa warga mu, nanti tidak takut atau jijik dengan wajah Mulan seperti ini?" tanya Mulan.
"Ha ha ha... Mulan mereka tidak pernah jijik apalagi takut dengan rupa seram, justru Ristie kuatir Mulan lah yang akan takut dan jijik dengan tingkah laku mereka" ucap Ristie sambil tertawa.
"Kenapa begitu" tanya Mulan.
Ristie terlihat murung mendengar pertanyaan Mulan.
"Lima tahun yang lalu kaisar Velon Romir suami Ristie menerima kutukan penyihir bangsa bunian karena menolak kerja sama dengan bangsa Jarjud untuk menguasai manusia" cerita Ristie.
"Kaisar lalu di gantikan oleh Hebel Romir adik Velon Romir, tapi bangsa kami banyak yang menantangnya hingga timbul tiga kekuasaan di kerajaan kami, yaitu kelompok yang setia pada Velon Romir sekarang sebagian mereka tunduk di bawah perintah Ristie, seebagian lagi tunduk di bawah perintah pangeran Khuludan, sepupu Velon Romir" lanjut Ristie.
"Itulah sebabnya lima tahun ini Ristie merasa tak ada lagi gairah hidup tanpa Velon Romir, lalu Ristie meninggalkan kerajaan lebih bayak bergaul dengan manusia biasa, terkadang Ristie kepingin hidup di dunia kalian yang aman" keluh Ristie.
Ristie lalu menggengam tangan Mulan.
Benar saja tak jauh mereka berjalan Mulan melihat sebuah goa yang cukup lebar. "Mungkin ini goa harimau" pikir mulan.
"Ini dia goa harimau" ucap Ristie
Saat mereka telah berdiri di depan goa Ristie meneriakkan kata sandi masuk.
"Ratu Ristie datang" teriak Ristie di depan goa.
"Kraaaaaak" terdengar suara deritan benda berat di lorong goa sebelah kanan, sebuah pintu batu telah terbuka menampakkan sebuah lorong yang agak sempit.
"Ayo masuk lewat sini" ucap Ristie sambil memegang pergelangan tangan Mulan.
Mulan tidak begitu asing dengan pemandangan dalam goa, tapi dia tetap menurut saat Ristie selalu nemeganginya selama menyusuri goa. Berjalan hingga lima menit di depan meteka sudah terlihat sunar terang pertanda mereka sudah hampir sampai di ujung goa.
__ADS_1
"Waaaaw indahnya" ucap Mulan saat mereka keluar goa, di depan meteka terbentang hutan bambu yang indah. Hutan yang berisi tumbuhan bambu yang telah ditata rapi oleh pemerintah manusia harimau. Tempat ini sering dijadikan taman wisata oleh pihak istana kerajaan.
Dengan alam yang sangat asri dan fotogenik, tidak heran banyak keluarga istana mengabadikan momen berliburnya di tengah barisan hutan bambu.
"hanya orang tertentu bisa masuk ke tempat ini, kamu tidak perlu membayar untuk masuk kesini selagi bersama Ristie" ucap Ristie.
"Di sepanjang wisata hutan yang indah ini, kita juga bisa menemukan kuil dan penginapan dan kuliner yang menarik" ucap Ristie.
"Kita mampir dulu di istana Velon Romir di pinggir hutan tak jauh dari sini" ucap Ristie.
"Istana kaisar ada di hutan ini kah?" tanya Mulan.
"Bukan tapi istana khusus milik pribadi Velon Romir, yang di gunakan saat berburu di padang rumput dan semak alami atau tumbuhan perdu yang terletak di pingir hutan ini" jelas Ristie.
Mereka menyusuri jalan setapak yang di tata rapi di kiri dan kanan di pagar pohon pohon bambu yang tumbuh menjulang tinggi. Di sepanjang perjalanan mereka di hibur oleh nyanyian burung burung, dan deritan pohon bambu yang saling bergesekan saat di terpa angin spoi spoi.
Setelah jauh memasuki hutan bambu mereka tiba di sebuah jalan raya yang lebar.
"Wao ada jalan raya di tengah hutan apa ini jalan yang ada di dunia manusia?" tanya Mulan.
"Tidak Mulan, jalan di sini tidak pernah berhubungan dengan jalan manapun di dunia manusia" jelas Ristie.
Tiba tiba dari kejauhan terdengar suara mobil berhenti tak jauh dari mereka, sebuah mobil SUV dengan model tidak asing bagi Mulan tapi dengan merek tak di kenal.
Seorang laki laki dengan tubuh gemuk turun dari mobil, dari pakaiannya yang mewah, dapat di pastikan kalau dia adalah seorang bangsawan, dia memakai busana mewah seolah mereka akan menghadiri acara kenegaraan yang bersifat formal.
"Yang mulya Ratu silahkan masuk" ucap laki laki tersebut membukakan pintu mobil.
Ratu Ristie dan Mulan segera masuk, mobil mulai melaju pelan menyusuri hutan bambu yang luas.
"Aristanu kenapa bukan Reveena yang datang?" taya Ristie.
"Reveena tidak bisa keluar kota ratu, saat ini semua rakyat yang masih single harus di suntik hormon gertak birahi, Reveena dan yang lain menolak hingga ratu datang, untuk itu mereka di beri sanksi tidak boleh bepergian hingga dia bisa menunjukkan kartu suntik hormon gertak birahi" ucap Aristanu.
__ADS_1
"Memaksa sekali, ini sudah terlalu kasar, apa sih maunya Kaisar!!!. Apa cuma yang single yang di haruskan suntik hormon gertak birahi?" tanya Ristie lagi.
"Tidak yang mulya, bahkan termasuk perempuan yang tidak hamil sebelum perayaan hari birahi Nasional minggu depan" kata Aristanu.