Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 62


__ADS_3

Saat perjalanan pulang dari penginapan Kota Tapus Albara merasa ada yang mengikutinya, dari spion mobilnya terlihat sebuah pajero sport warna hitam seperti menjaga jarak di belakangnya. Albara mencoba berbagai trik untuk menghindar dari pajero sport di belakangnya, namun tetap saja pajero sport di belakangnya membuntutinya. Menyadari sedang di ikuti seseorang, Albara mempercepat laju kendaraannya ke luar kota Tapus.


Mobil Albara seperti kesetatan meninggalkan Kota Tapus menempuh jalan yang sempit dan brliku liku tajam, klakson mobil seperti tak hentinya di bunyikan untuk memberi peringatan pada kendaraan di depan. Terkadang lampu sorot di yalakan untuk memberi kode pada kendaraan yang berlawanan arah, beberapa kendaraan minggir memberi jalan bagi Albara untuk di dahului. Puluhan mobil telah di dahului Albara akan tetapi tetap saja pajero sport di belakangnya masih kelihatan dari kaca spion.


Saat melihat sebuah lapangan bola kaki yang cukup sepi di pinggir desa tidak begitu jauh dari Kota Tapus, Albara membelokkan mobilnya masuki lapangan bola, setelah memarkir mobilnya di tepi lapangan, Albara keluar berjalan ke tengah lapangan sambil menanti kedatangan pajero sport yang mengikutinya.


Selang beberapa detik kemudian pajero sport warna hitam yang mengikutinya melaju dengan kecepatan tinggi, sepertinya salah satu penumpang mobil pajero sport, telah melihat Albara dan mobilnya parkir di sudut lapangan. Laju pajero sport mulai melamban dan akhirnya berhenti di salah satu sudut lapangan yang bersebrangan dengan Albara.


Tiga orang tak di kenal Albara turun dari mobil, kemudian berjalan mendekati Albara. Pakaian ketiga orang tersebut berwarna hitam seperti photo yang perlihatkan di internet, photo perampok toke kopi yang tertangkap kamera cctv. Albara mulai menerka kalau mereka adalah orang yang sama dengan perampok toke kopi kemaren malam, berarti juga merupakan orang yang sama yang telah memasuki rumahnya.


Ketiga mereka terus berjalan mendekati Albara, yang di depan bertubuh pendek kecil umurnya kira kira empat puluh tahunan, di belakangnya seorang bertubuh tinggi besar berumur sekitar tiga puluh tahunan, dan yang palung belakang seorang wanita cantik seumuran Albara.


Melihat gelagat ketiga orang tersebut, sepertinya memiliki niat tidak baik. Albara juga sudah bisa melihat jika mereka bukan orang biasa tapi merupakan tokoh ilmu silat yang memiliki kesakitan tinggi.


"Apakah tuan tuan dan nona bertiga ingin menemui saya" tanya Albara setelah ketiga orang tersebut berhenti di depan Albara.


"Ha ha Hahaha.. benar sekali anak muda, namamu Albara bukan?" tanya orang yang paling tua di antara mereka.


"Ya saya Albara, ada keperluan apa tuan tuan dan nona ini mencari saya, bukankah kita belum saling kenal" kata Albara.


"Kenalkan kami merupakan anggota pemburu barang antik internasional, saya Johan, kawan saya yang tinggi besar bernama Alejandro dan gadis cantik di sebelahnya bernama Clarisa. Tuan kami menginginkan anda untuk menjauhi Mulan dan menyerahkan sesuatu yang berharga misalnya cincin di tangan anda sebagai jaminan keselamatan anda" ujar yang paling tua di antara mereka.


"Siapa sih Tuan kalian, kedengaranya bukan orang baik baik, jangan jagan kalian merupakan para perampok yang meresahkan masyarakat belakangan ini" ucap Albara

__ADS_1


"Bagaimana kalau saya menolak keinginan tuan anda?" tanya Albara.


"Hahaha Hahaha, Albara bocah kemaren sore, kau punya nyali juga menentang kami jago jago silat yang telah menundukkan berbagai perguruan di pejuru dunia," ujar Alejandro mengejek.


"Oooo begitu. Saya cuma murid perguruan silat hulu tembesi, tidak akan takut pada kalian adalah kewajiban kami membasmi kejahatan seperti kalian" Albara makin menantang.


Sepertinya ketiga orang ini sangat sakti dan sadis, tak peduli akan benar dan salah. Nyawa manusia bagi mereka seperti tak berharga. Begi mereka apa yang di perintahkan majikan mereka Itulah kebenaran mutlak. Mendengar Albara yang bersikap menantang spontan saja gadis cantik yang bernama Clarisa maju menerjang Albara dengan pukulan yang sangat mematikan. Memang dia sudah berminat menghabisi Albara dalam satu pukulan.


"Albara jangan salahkan kami kalau harus mengambil nyawamu" Clarisa berteriak nyaring, lalu tubuhnya mencelat keudara dengan pedang di tangan melakukan serangan dahsyat pada Albara.


Albara diam tak bergerak dan saat pedang sudah hampir menyentuhnya, Albara melakukan gerakan ringan mengelak kesamping dan tangannya mencengram pedang Clarisa.


"Krak" pedang di tangan Clarisa patah menjadi dua bagian.


Clarisa jatuh bergulingan menjauhi Albara dengan wajah pucat. Mana mungkin Albara dengan tangan kosong menangkap pedangnya lalu mematahkannya, suatu yang sangat luar biasa bagi Clarisa.


"Tenang Clarisa paman akan membantu menundukkan pemuda kampungan ini"


Pedang Alejandro berkelebat bagai sinar keperakan gerakannya sangat aneh sulit di terka bagian tubuh mana yang akan menjadi sasaran. Albara mulai berdecak kagum, melihat jurus Alejandro yang aneh terpaksa Albara bergerak menghindari tebasan pedang, kemudian memberikan sebuah tendangan balasan.


Tendangan yang sangat keras telah mendarat di ulu hati Alejandro, membuat Alejandro terbanting keras dan pedangnya terlepas dari genggamannya, dengan sebuah gerakan kilat pedang yang melayang di udara telah berada di genggaman Albara.


"Punya keahlian juga pemuda kampungan ini rupanya" Johan berteriak maju dengan pedang terhunus menebas leher Albara.

__ADS_1


Albara hanya mengangkat pedang rampasan dari Alejandro menangkis pedang Johan


"cring" bunga api berpijar saat dua pedang bertemu. Johan terlihat kaget mendapati pedangnya telah patah menjadi dua.


Saat itu juga terdengar switan nyaring dari mobil pajero sport, sebuah sinar hitam meluncur kearah Albara. Saat Albara berusaha menghindar dari senjata rahasia, ketiga pengeroyoknya sudah kabur menuju mobil mereka. Albara mencoba mengejar namun kembali terlihat sinar putih menyilaukan menuju ke arahnya di barengi dengan suara petir memekan telinga.


Albara mengerahkan seluruh tenaga dalamnya menahan gelombang tenaga yang sangat dahsyat, tapi cahaya itu tetap melaju kearahnya seperti tidak terpengaruh. Albara terpaksa berkelit hingga cahaya tersebut lewat di sisinya. Tetap saja Albara tersentak seperti kesetrum arus listrik tegangan tinggi, tubuhnya ambruk, kesadaran Albara hilang sesaat. Sementara cahaya tersebut terus meluncur menghantam pohon enau di belakang Albara.


"Ajian petir menggelegar" guman Albara saat melihat pohon enau di belakangnya sudah hangus terbakar.


Ajian petir menggelegar atau di kenal oleh penduduk koto tapus sebagai AJIAN GUNTUR PETUS. Merupakan kesakitan yang sangat legendaris dan sangat di takuti pada zaman generasi kakeknya Albara. Bukan saja di kota tapus Ajian petir menggelegar di takuti di seluruh dunia sebagai jurus andalan tokoh sakti dari SERAMPAS, namun saat ini tidak ada lagi yang di ketahui masih memilikinya, tapi hari ini Albara benar benar mihat dan merasakannya kedahsyatannya.


****


Calon gubernur Sulaiman yang telah resmi berpasangan dengan ibuk Susanti yang di singkat pasangan SU-SU dan setelah mendaftar di KPU Cagub Sulaiman dan Cawagub Susanti mendapat nomor urut dua, hari ini pasangan cagub SU-SU akan melantik tim pemenangan di wilayah pemilihan IV meliputi Kota Tapus.


Pertama kali cagub Sulaiman akan melantik tim pemenangan cagub SUSU, yang terdiri dari Koordinator Kota/Kabupaten, Koordinator Kecamatan dan Koordinator desa wilayah pemulihan IV sekitar Kota Tapus. Pelantikan di laksanakan di restoran mewah di kota tapus, yakni restoran Aneka Rasa milik Andree Lee.


Meskipun pandemi covid yang sedang mewabah dan lokasi pelantikan cukup luas, namun pelantikan tim pemenangan ini tetap dilaksanakan dengan dibagi menjadi dua sesi. Ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap protokol kesehatan.


"Tim yang dilantik berjumlah 240 orang, kita wajib mengikuti protokol kesehatan makanya pelantikan kita bagi dua sesi, satu sesi berjumlah 120 orang," kata Andree lee yang menjadi juru bicara cagub SU-SU.


"Hal yang sama juga kita lakukan saat pelantikan tim pemenangan SUSU di berbagai wilayah Pemilihan. Apakan itu pelantikan Korkab, pelantikan Korcam dan Kordes semua juga dibagi dua sesi, dengan menerapkan protokol kesehatan" Andree Lee menjelaskan di depan pers.

__ADS_1


Semenjak ibu Susanti bergabung dengan cagub Sulaiman, Andree Lee terlihat semakin bersemangat menjalankan tugasnya sebagai juru bicara cagub SUSU, Apalagi dia punya misi khusus untuk mendekati Mulan anak ibu Susanti.


Untuk mengambil simpati ibu susanti Andree Lee tidak hanya menyediakan tempat pelantikan, tapi juga menyiapkan dua buah ruko di samping restorannya untuk di gunakan sebagai posko khusus cawagub ibu Susanti.


__ADS_2