
Seorang pria setengah baya berdiri juga memberi pendapat.
"Pak Direksi ..... saya Muhammad Sholeh Manager Pengiriman Barang, sudah bekerja selama 10 tahun di Albara Group, bahkan saat saat perusahaan sedang pailit, saya masih bertahan. Saya punya anak tiga orang sedang kuliah, tiap semester saya harus menyediakan dua puluh lima juta bagi mereka, dengan uang bulanan empat juta per orang".
"Biaya pendidikan menang terasa mahal saat ini. Saya sangat setuju dengan ide tuan muda, tapi pendapat manager Luna juga layak di pertimbankan, jangan sampai perusahaan kembali mengalami masa sulit" Muhammad Sholeh memberikan pendapatnya.
"Karyawan kita jumlahmya ratusan, lebih dari separo mereka memiliki anak yang kuliah di Universitas, bahkan ada yang anaknya kuliah lebih dari satu, kalau di ikuti gaya tuan muda jangankan uang perusahaan, harta tuan Abu daud juga bisa ludes". kata Muhammad Sholeh.
Abu Daud langsung bicara menanggapi pendapat manager luna dan pak sholeh.
"Kalian berdua sama saja, mengajari anakku jadi pelit, kalau kalian besan dan menantu saya pasti akan saya pecat"
"Kamu Albara bara berani bicara berani tanggung jawab, coba jelaskan uang yang mana yang akan digunakan membayar beasiswa bagi anak anak karyawan?!" abu Daud minta penjelasan.
"Ayah.. saya mengatakan saya akan memberi beasiswa pada anak karyawan Albara Group, artinya uang yang di bayarkan adalah uang saya pribadi, bukan uang perusahaan bukan juga uang Abu Daud tatapi uang pribadi Albara" kata Albara menjelaskan.
"Nah .. manager Luna, manager sholeh kalian dengar apa yang anaku katakan. saya setuju idenya"
"Manager luna segera di data jumlah anak anak yang akan di beri beasiswa. Laporkan pada Albara dan minta tanggung jawabnya" kata Abu Daud.
__ADS_1
Seluruh karyawan sangat puas dengan keputusan yang di ambil Abu Daud. Semua yang miliki anak kuliah segera di daftarkan untuk di rekap oleh manager Luna, untuk di laporkan pada Albara.
Albara mengintruksikan pada semua karyawan yang hadir di ruangan untuk tidak keluar dulu. Setelah di data karyawan yang hadir, sebanyak tujuh puluh dua orang memiliki anak kuliah di universitas. Jadi dari semua yang hadir di ruangan tersebut sudah ada delapan puluh enam anak yang masih aktif kuliah.
Setelah makan siang satu persatu mereka di panggil Albara, beasiswa anak anak mereka di bayar secara kontan dari tangan Albara sendiri, masing masing anak di bayar seratus juta, jadi untuk keseluruhan delapan puluh enam anak jumlah yang di bayar sejumlah delapan koma dua miliar Rupiah.
Sementara itu Rolan yang diminta bantuan oleh Albara untuk menemukan keberadaan pak tua Adzriel tukang obat keliling. Rolan segera menginstruksikan pada bawahannya utuk menyusuri Ibukota. semua cctv jalan, cctv hotel dan penginapan di pantau, semua hotel dan penginapan di minta keterangan tentang pengunjung selama dua hari belakangan.
****
Kita kembali dulu untuk melihat keadaan Kota Tapus semenjak kepergian Albara, menemani prof Husen ke Jakarta. Zandi sopir travel yang mengantar mereka masih terlihat shock dengan kejadian tadi pagi. Hingga dua jam setelah pesawat yang di tumpangi Albara take off, Zandi belum betgerak dari bandara hingga sebuah mibil keluar menuju Kota Tapus, barulah Zandi berani pulang membubtuti mobil yang baru saja meninggalkan bandara.
"Alhamdulillah Khoiril.. kamu selamat?" tanya Zandi kesenangan.
"Ya seperti yang kau lihat, cuma aku merasa tidak bisa mengingat kejadian masa lalu, Aku hanya ingat namaku Khoiril" katanya.
Selama perjakanan pulang ke Kota Tapus Zandi tetpaksa memcaritakan pada Khoiril secara detil kejadian yang mereka alami tadi pagi. Zandi juga menceritakan siapa Khoiril, siapa orang tuanya, siapa teman temannya ada apa saja kegiatan Khoiril sehari hari. Khoiril diantar Zandi kerumah orang tuanya, lalu Zandi menceritakan pada orang tua khoiril tentang apa yang terjadi terhadap Khoiril. Orang tua Khoiril merasa sangat bersyukur kalau anaknya selamat dari bencana. hari itu juga mengundang seberapa kerabatnya lalu mengadakan syukuran.
Semenjak hari itu tersiarlah kabar kalau Khoiril tidak mempan peluru. Semua orang di Kota Tapus menjanjung Khoiril sebagai orang sakti. Banya preman kota tapus makin takut padanya, banyak yang makin merapat untuk menjadi teman Khoiril.
__ADS_1
Andree Lee juga berusaha membujuk Khoiril untuk menjadikannya pengawal pribadinya. Namun Khoiril menolak karena tidak ingin terikat, dia masih ingin melakukan perrantauan melihat dunia luar. Cuma beberapa hari Khoiril tinggal di Kota Tapus, lalu dia minta restu kedua orang tuanya untuk merantau mencari pekerjaan.
Di samping isu Khoiril yang tidak mampan peluru, ada isu lain yang sangat meresahkan, yakni adanya donatur asing yang membantu calon gubernur bertahan. Kabarnya donatur Cagub incumbent berasal dari malaysia. Dia mendanai Cagub Incumbent dengan syarat, Gubernur memberinya lahan perkebunan seluas seribu hektar di daerah tidak jauh dari Kota Tapus.
Seribu hektar lahan yang diminta tidak terlalu jauh dari Kota Tapus, diserahkan pada pengusaha asing untuk biaya paslon gubernur pertahana. Semenjak itu lahan yang tadinya berupa hutan belantara dalam waktu singkat sudah berubah menjadi lahan perkebunan.
Lahan yang tadinya hanya di huni komunitas suku anak dalam secara turun temurun. Tentu saja dengan masuknya perusahaan asing yang akan membuka perkebunan sawit di wilayah tersebut, sangat mengganggu komunitas suku Anak Dalam. Akibatnya terjadi konflik yang sangat sengit antara komunitas suku anak dalam dengan pihak perusahaan.
Untuk mengatasi konflik dengan suku anak dalam yang bersenjatakan kecapet (Senjata laras panjang rakitan) yang biasanya mereka pakai untuk berburu. Untuk mengatasi suku anak dalam yang bersenjata dan rata rata mereka menguasai ilmu beladiri tinggi, perusahan mendatangkan tentara bayaran dari luar Negri. Tentara yang sangat terlatih dan juga memiliki ilmu bela diri, mereka juga diberi persenjataan canggih.
Perusahaan juga menutup area perkebunan seluas seribu hektar tersebut dari dunia luar. Hanya orang orang yang berkerja di perusahaan saja yang mendapat akses memasuki area perkebunan.
Semua jalan memasuki area tersebut di jaga oleh orang orang terlatih dengan persenjataan lengkap. Seiring dengan seringnya bentrokan antara suku Anak dalam, membuat wilayah ini menjadi angker. Beberapa penduduk di sekitar area perkebunan, yang mencoba mendekati area tersebut menghilang secara misterius tanpa tau nasibnya.
Lama lama penduduk di sekitar area perkebunan melarang warganya mendekati area perkebunan asing tersebut. Khoiril dan beberapa temannya juga menuju area perkebunan tersebut untu mencari pekerjaan, namun semenjak saat itu mereka juga tidak dapat di hubungi.
Di kota tapus juga terjadi gejolak lain dimana isu covid 19 yang melanda, memaksa pemerintah menutup tempat tempat keramayan. Pedagang kecil, rumah makan, warung kopi dan beberapa tempat lainnya merasakan dampaknya. banyak dari mereka yang gulung tikar hanya dalam waktu seminggu.
Juga ada Dokter praktek yang yang di bubarkan secara paksa oleh orang misterius, semua karyawan dan dokternya di culik hingga saat ini tidak tau beritanya. Ada juga sekelompok orang yang menginginkan pekerjaan bagi mereka yang sedang dalam kesusahan ekonomi. Bayak dari mereka yang terbujuk dan mengikuti orang tersebut yang aneh keluarga mereka juga kehilangan kontak dengan mereka.
__ADS_1
Kekacauan di Kota Tapus seperti diseting oleh kekuatan tertentu. Ada yang berpendapat kekacauan ini ada hubungannya dengan panasnya suhu politik pemilihan Gubernur yang sedang berjalan. Analisa mereka juga masuk akal karena pasangan yang terasa semakin kuat dan mendapat simpati di masyarakat adalah pasangan Cagub SU-SU. Adapun salah satu basis terkuat pasangan SU-SU terdapat di wilayah Kota tapus dan beberapa kabupaten yang betsebelahan dengan Kota Tapus.