
Saat mendekati msrakas Geng Pendekar Kuda Besi, di belakang mreka terlihat iring iringan motor gede yang sedang kebut-kebutan di jalan raya, dari kostum yang di kenakan sudah bisa di pastikan kalau pengendara sepeda motor itu, merupakan Anggota geng Pendekar Kuda Besi yang sedang bertugas mengejar mereka.
Ariel mempercepat laju kenderaannya di ikuti yang lainnya. Meski hanya baru sekali memakai motor gede, Albara juga berusaha mengikuti Ariel di depannya. gaya berkendara Albara yang belum berpengalanan tersebut sangat memacu adrenalin Anita di belakang Albara. Saat Motor Harly Davidson dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan raya serta beberapa persimpangan melewati banyak kendaraan, terkesan seperti adegan yang mirip dengan adegan di film aktion.
"Anita pegangannya jangan terlalu kencang, kakak jadi risih" keluh Albara saat Anita mulai melingkarkan tangannya di pinggang Albara, hingga bagian bagian lunak tubuh Anita terasa nempel di punggungnya.
"Biasa aja kakak... anggap Anita itu adik perempuan kakak Bara" kata Anita.
"Yaaaa. tetap aja risih, emang kamu sering melakukan hal seperti ini ya?" Albara mempercepat laju motornya saat menyadari dia sudah tertinggal dari Ariel di depannya.
"Eeee Sembarangan. Anita memang anggota geng motor tapi bukan cabe cabean tau" Anita merengut sambil memperkuat gengangannya di pinggang Albara dengan geram.
"Anita masih perawan, baru kakak aja pria yang berani yentuh tubuh Anita tau" kembali Anita membentak di belakang kuping Albara.
"ya sudah Anita jangan banyak gerak, kakak jadi tidak konsentrasi" Albara terus berusaha mendahului kenderaan di depannya.
Anita menurut diam tak bergerak tapi tubuhnya makin nempel di punggung Albara.
"Ayo kakak motornya lebih kencang lagi, Anita senang jika mati dalam keadaan betpekukan dengan kak bara" ujar anita.
"Huss, jangan macam macam ya!, ucapan adalah do'a" Albara mengingatkan Anita, tapi Anita malah tersenyum puas mendekap Albara.
Iring iringan motor gede di belakang mereka sepertinya tidak berusaha mendahului mereka, mereka selalu jaga jarak tidak berusaha untuk mendahului. mereka lalu berpencar saat Ariel dan rombongannya memasuki gang yang menuju markas Pendekar Kuda Besi.
****
__ADS_1
Di markas geng Pendekar Kuda Besi terlihat sekitar empat puluh motor gede terparkir. Markas yang lebih layak di sebut gudang tua yang sudah tak berpenghuni, hanya terlihat sekitar sepuluh orang lelaki berorot penuh tato di lengannya berjaga di luar.
Di dalam markas sekitar lima puluh orang anggota geng motor pendekar kuda besi sedang pesta miras dan narkoba. Di dalam markas terlihat tumpukan kotak kotak kayu yang sekaligus menjadi penyekat ruangan di dalamnya. Presiden geng Pendekar Kuda Besi sudah ada di markas menunggu kedatangan Anita, Fahmeed lelaki yang berusia sekitar dua puluh tujuh tahun terlihat di salah satu ruangan dengan pengawalan sepuluh orang anggota geng Pendekar Kuda Besi, juga terlihat di ruangan tersebut lima orang berpakayan hitam menggunakan penutup muka dari kain berwarna coklat terang mirip warna kulit mereka.
"Saya hanya membutuhkan Anita yang telah menyebabkan tewasnya istri saya, teman lelakinya saya yakin adalah Albara yang tuan cari, semua sesuai ciri ciri yang tuan sebutkan, saya juga telah meminta informasi pada petugas hotel tempat dia nginap, mereka mengkonfimasi kalau penghuni kamar di depan kamar saya bernama Albara berasal dari Kota Tapus." Fahmeed bicara pada salah satu orang yang berseragam hitam.
"Apa kamu yakin kalau Albara akan mengikuti Anita kesini?" tanya lelaki berseragam hitam.
"Dari laporan anak buah saya Albara sendiri yang nembonceng Anita kesini" ujar Fahmeed optimis.
"Bagus kalau begitu" laki laki berseragam hitam terlihat bersemangat.
"Kami akan membereskan Albara selebihnya urusan geng Pendekar Kuda Besi" kata pria berseragam hitam.
"Rencananya kita juga akan melepaskan rombongan pengawal mereka yang merupakan anggota geng motor Peduli Sesama, tapi perlu bantuan tuan bagaimana caranya mereka kembali dengan membawa narkoba di tubuhnya" pinta Fahmeed pada pria di depannya.
Sepertinya Fahmeed sangat sopan terhadap lima orang berseragam hitam di depannya, siapa meteka sebenarnya. Mereka baru saja bertemu satu hari yang lalu, dimana saat iring iringan motor mereka istirahat di sebuah rumah makan sehabis mengunjungi Albara Hotel. Semua pengunjung satu persatu meninggalkan rumah makan dengan sopan saat mengetahui geng motor Pendekar Kuda Besi akan memasuki rumah makan.
Saat memasuki rumah makan semua meja telah di kosongkan kecuali satu meja yang diduduki lima orang pria berserangam hitam. Melihat pakaian mereka yang rada radanya mirip seragam militer membuat pemilik rumah makan ragu untuk meminta mereka meninggalkan rumah makan.
Melihat kelima orang tersebut duduk dengan tenang seoerti tak terusik oleh kedatangan meteka, spontan Fahmeed menjadi emosi lalu membentak pemilik rumah makan.
"Rupanya kalian sudah punya peliharaan ya hingga tidak mengindahkan kunjungan kami" sambil menarik kerah baju pemilik rumah makan.
"Ampun tuan, bukan itu masalahnya" ujar pemilik rumah makan ketakutan.
__ADS_1
"Mereka galak orangnya, pelayan saya mereka pukuli saat di minta meninggalkan meja" pemilik rumah makan melaporkan apa yang baru saja mereka lakukan.
Fahmeed memperhatikan kelima orang yang sedang menikmati makan siang, mereka seperti tak peduli dengan apa yang baru saja di kakukannya pada pemilik rumah makan. Fahmeed meminta lima orang pembantunya yang memiliki ilmu bela diri tinggi. Keahlian bela diri pembantunya sudah tidak diragukan lagi mereka, mereka di rekrut Fahmeed dari tiongkok. Kelima orang pembantunya merupakan master kungfu yang sudah memasuki alam sufra natural tingkat satu. Jika di bandingkan dengan master yang belum memasuki alam ini, mereka seperti jagoan level sepuluh menghadapi jagoan level satu.
"Kalian berlima bereskan lalat lalat ini" Fahmeed menunjuk lima orang yang masih tenang di meja makan.
Kelima orang pengawal Fahmeed segera mengurung meja tersebut, lalu dengan satu komando serenrak mereka menyerang lima orang berseragam hitam dengan serangan mematikan disertai tenaga dalam penuh.
"Braak, Braak, braak, braak, braak" lima buah kursi tempat duduk kelima orang berseragam hitam hancur berkeping keping.
Semua yang ada di rumah makan bengong saat melihat lima bayangan berkelebat keluar rumah makan. Bayangan yang tak bisa di ikuti oleh mata tau tau kelima mereka sudah lenyap dari tempat mereka duduk, sedangkan Kelima pengawal Fahmeed hanya memukul kursi kosong.
****
Saat mereka kembali kemarkas mereka Fahmeed terlihat sangat tegang, dia sangat terpukul saat kehilangan Anita yang sudah hampir jadi mangsanya, hari ini dia menemui sosok lima orang misterius dengan kekuatan yang sulit di ukur oleh logikanya.
Kembali Fahmeed naik darah saat sampai di markasnya mendapati pemandangan yang tidak biasa. Lima orang anggotanya terlihat roboh metintih kesakitan dari mulut mereka mengalir darah segar. Fahmeed turun dari motornya lalu menghampiri salah satu dari mereka.
"Hai katakan apa yang telah terjadi dengan kalian?" tanya Fahmeed.
Mereka tidak ada yang bicara hanya menunjuk kedalam markas mereka. mengisaratkan ada sesuatu di dalam.
"Jahanam siapa yang berani cari mati nengobrak abrik markas pendekar kuda besi" Fahmeed melirik para anggota geng motor kuda besi di belakangnya.
"Kau. Ayo periksa markas, sepertinya mereka belum meninggalkan tempat ini" Fahmeed memberi komando anggotanya terdekat.
__ADS_1
"Baik presiden" Orang yang di tunjuk bergegas memasuki markas mereka.
"Bruuuuk" sosok seseorang terlempar dari markas mereka dan jatuh tepat di depan Fahmeed, dengan kondisi yang mengenaskan merintih kesakitan dari bibirnya mengalir darah segar. Sosok anak buah Fahmeed yang baru saja memasuki markas terlempar keluar oleh suatu kekuatan yang luar biasa.