
Suasana hati Khoiril si Pencuri Sakti menjadi hambar saat mendapati dirinya berada di tengah hutan belantara. Lama Khoiril terpaku nematung ditempatnya tak tau apa yang harus dia lakukan. Khoiril memeriksa keadaan di sekelilingnya, barulah dia merasa lega setelah melihat ada jejak orang baru saja meninggalkan tempat tersebut.
Jejak yang di lihat Khoiril merupakan jejak Albara dan rombongannya yang telah meninggalkan tempat tersebut sejak pagi tadi. Khoiril memasuki zaman milinum pada hari yang sama denga albara namun selisih waktu mereka yang cukup lama. Selisih waktu mereka hingga 6 sampai 7 jam, di mana Khoiril memasuki zaman milinium saat tengah hari menjelang petang.
Khoiril segera mengikuti arah jejak jejak kaki yang baru saja meninggalkan kuil batu diri. Khoiril meyakini jika jejak tersebut menuju Koto Tapus, setidak tidaknya keluar dari hutan belantara. Khoiril menggunakan lari cepat dengan tenaga penuh sehingga dalam waktu singkat dia sudah keluar dari hutan memasuki perkebunan penduduk.
Kembali Khoiril tercengang memperhatikan hamparan kebun kopi masyarakat terhampar luas, sejauh mata memandang dia hanya melihat perkebunan kopi. Pemandangan yang belum pernah dia saksikan sebelumnya, terpikir di benak Khoiril kalau dia sudah berada di dunia lain. "Mungkin di alam semesta ini banyak dunia, dan ini salah satunya" pikir Khoiril.
Khoiril mencoba menyelinap dari kebun ke kebun, tak dia sadari dia telah menuju ke Kota Tapus. Menggunakan keahliannya Khoiril dengan mudah menghindar dari setiap penduduk yang dia temui di perjalanan. Saat mendekati gerbang Kota Tapus, Khoiril kembali dibuat tercengang dia seperti mulai mengenali beberapa tempat, yandia kenal di Koto Tapus. Alangkah jauhnya perbedaan dengan pemandangan yang biasa dia lihat. Bangunan yang ada sangat megah, kostum penduduk yang mewah, kendaraan yang lalu lalang semua hal baru bagi Khoiril.
Menyadari dirinya berbeda dari orang orang kebanyakan membuat Khoiril tidak berani memasuki Kota Tapus. Khoiril berkeliling pinggir Kota Tapus mulai menyelidik keadaan yang sangat asing baginya, hingga berhari hari Khoiril bertahan di pinggiran Kota Tapus.
Suatu hari saat terang bulan cuaca yang sangat cerah, di mana malam mulai menjelang, Khoiril sudah akan memejamkan matanya, saat yang sama dia mendengar suara ribut ribut di pinggir Kota Tapus. Khoiril mencoba menghampiri tempat kejadian, tak jauh dari kota tapus Khoiril melihat lima orang betserangam hitam dengan lambang bintang bersulam benang emas di dadanya, sedang berlari seperti di kejar hantu. Di belakang mereka terlihat seorang dengan pakayan juga hitam dengan wajah di tutupi kain hitam berkelebat seperti bayangan menyusul mereka.
Detik berikutnya orang yang wajahnya tertutup kain hitam sudah berdiri menghadang di depan mereka. Lima orang berseragam hitam, dengan salah satu dari mereka memegang senjata M16 di tangan juga berhenti. Orang yang bersenjatakan M 16 adalah yang terdekat dengan pria bercadar, spontan membidikkan M 16, renteran tembakan dalam jarak yang sangat dekat. Tembakan yang tak mungkin terhindari oleh peria bercadar.
Dari moncong senapan keluar bunga api yang terlihat jelas dalam kegelapan.
"Treet... tet ... tet. tet. tet. tet." rentetan peluru menerjang dengan cepat kearah pria bertopeng.
__ADS_1
Logikanya pria bertopeng itu pasti roboh bersimbah darah meregang nyawa. Hanya Khoiril yang bisa mengikuti gerakan pria bertopeng tersebut, gerajannya sangat gesit dan ringan, pukulan dan tendanngannya juga memiliki tenaga dalam tinggi. Dalam satu gebrakan dia mampu menghindar dari rentetan peluru, sedangkan pria berseragam hitam dengan sulaman benang emas di dadanya sudah jatuh terjengkang dengan darah segar menyembur dari mulutnya, saat tendangan pria bercadar telah bersarang di dadanya. Pria bercadar kembali ke tempatnya semula dengan senjata M16 sudah berpindah ke tangannya.
"Keparat kalian penjahat... kenapa menyelinap ke restoran aneka rasa, beraninya kalian menggeledah kamar tuan muda Andree Lee" teriak pria bertopeng yang merupakan salah satu pengawal Andree Lee yang stand by di restoran Aneka Rasa miliknya.
"Kalian semua ayo buang senjata dan berlutut kalau masih ingin hidup" pria berhijab mengarahkan senjata M 16 siap di tembakkan ke arah kelima orang berseragam hitam.
Menyadari ke hebatan pria bercadar di depan mereka, apalagi mengingat pria berhijab telah memegang senjata m16 milik temannya. Maka semua mereka berlutut di depan pria bercadar, mengharap ampunan.
"Katakan siapa kalian, apa maksut kalian atau senapan ini akan menembus jantungmu" pria bertopeng menodongkan senjata M 16 ke arah pria yang sudah terluka dalam.
Dengan susah payah pria ini berusaha duduk, saat dia akan berdiri kembali darah segar mengalir dari bibirnya. Sepertinya dia adalah pemimpin pria berseragam hitam, berusaha bicara.
"Crop.... " belati terbang menancap di tenggorokan laki laki tersebut hingga ke ganggang pisau, pria tersebut jatuh terjerambab tak bisa melanjutkan bicaranya lagi.
Lelaki bercadar menghampiri pria tersebut yang sedang kelonjotan meregang nyawa, lalu mencabut belati dari lehernya setelah lelaki itu diam tak bergerak. Di perhatikannya belati di tangannya, terlihat gambar bintang di belati tersebut.
"Ternyata kalian punya jagoan yang hanya pintar bersembunyi" pria bercadar melemparkan belati tersebut kearah salah satu pria berseragam hitam.
"tring..." sebelum belati mencapai sasaran sebuah belati lain merontokkannya.
__ADS_1
Sebuah belati yang serupa di lemparkan dari arah yang berbeda. Kedua belati terpantal dan rontok di depan orang berseragam hitam.
Pria bertopeng mengarahkan senjata M 16 ke arah pelpar belati. Puluhan peluru di muntahkan terdengar rentetan letusan di barengi bunga api keluar dari ujung senapan.
"Treeeet.. tet... tet. tet. tet tet ........ tet" kembali bunyi senapan mesin M 16 menyalak membrondong pelempar belati.
Sosok pelempar belati mencelat ke udara, tubuhnya ringan kakinya seperti berjalan di atas iring iringan peluru yang menerjang dari ujung senapan mesin. detik berikutnyanya. Ujung kakinya telah bergerak menotok bahu kiri pria berhijab, piria berhijab yang juga punya keahlian beladiri terpaksa melepaskan senjata M 16 dari tangannya, bahkan dia terpaksa menjatuhkan diri, menghindarbdari serangan yang sangat cepat dan bertenaga.
"Ha ha engkau boleh juga... senjatamu sangat aneh dan hebat, hampir saja telingaku terpototong" Khoiril si pencuri sakti berdiri sambil memegang telinganya yang memerah terserempet peluru M 16.
Khoiril menghampiri laki laki yang tubuhnya telah menghitam karena belati terbangnya.
"Ini akibatnya bagi setiap anggota agama rahasia yang berani mengatakan jati dirinya." kata Khoiril sambil mengambil dua belati yang rontok di dekatnya.
"Ampun Master... kami salah... kami siap menerima hukuman" kata keempat pria berseragam hitam bersamaan saat melihat belati berlambang bintang di tangan Khoiril.
"Kau . pria bercadar hanya ada dua pilihan bagi yang mengetahui identitas agama rahasia, yaitu bergabung menjadi anggota atau mati" kata Khoiril.
"Sudah lama saya dengar tentang agama Rahasia yang memiliki ahli ahli silat tinggi, hari ini saya berkesempatan melihat kehebatan dan kekejian anggotanya, dengan tidak segan segan membunuh anggotanya sendiri" kata laki laki bercadar sudah berdiri.
__ADS_1