Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 53


__ADS_3

"Tentu saja bisa, saat ini tidak ada lagi yang harus di kuatirkan" lalu Rolan melakukan panggilan vidio call dengan Abu Daud.


"Assalamualaikum tuan Abu Daud, apakah tuan ada waktu untuk bicara?" tanya Rolan di telepon.


"Waalaikum salam Rolan... tidak masalah untuk saat ini, ada apa Rolan menelepon?" tanya Abu Daud di sebrang sana.


"Saya lagi bersama tuan muda Albara, sepertinya tuan muda Albara sudah tidak sabar, ingin lihat orang tuanya" jawab Rolan.


Kemudian Rolan menyarahkan teleponnya pada Albara.


Albara merlihat Abu Daud dan istrinya umi Sarah sedang santai di ruang keluarga bersama dua anaknya, yaitu adik Albara yang tidak pernah Albara jumpai selama ini. Melihat Albara di layar teleponnya Abu Daud dan umi Sarah sama sama nangis, apalagi melihat Albara yang sudah menginjak usia kedewasaan, dulu mereka tinggalkan Albara saat umur 6 tahun mengingat hal ini air mata mereka semakin deras mengalir.


"Maafkan ayah dan ibu mu nak, karena keadaan ayah dan ibu telah membuat nak bara menderita". ayah dan ibunya minta maaf karena telah menelantarkan Albara beberapa tahun belakangan. Lalu menanyakan apa rencana dan kebutuhan Albara dalam waktu dekat.


"Apa rencana nak Bara dalam waktu dekat" ibunya yang bicara.


"Yah .... Ibu... Bara mohon doa restu Bara berencana untuk berkeluarga dan berencana membuat Bank Wakaf dan Sedekah di Kota Tapus, jika ayah ibu mau berwakaf atau sedekah bisa lewat bank Bara saja lagi". Kata Albara.


"Yah ... Ibu... Bara sedang butuh biaya 200 juta rupiah untuk lamaran, Albara juga pengen beli mobil sekarang bara cuma punya motor butut yang ayah belikan waktu bara smp dulu. Albara takut kalau nanti Bara akan di pijak pijak sama keluarga calon istri Bara karena kemiskinan" lapor Albara.


"Emang calon istrimu siapa sih, kok Antarannya sampai dua ratus juta rupiah, ayah baru dengar ada uang hantaran sebesar itu di kota tapus" kata Abu Daud sangat kaget.

__ADS_1


"Itulah yah... Albara merasa ini merupakan cara halus untuk membatalkan pernikahan Bara dan Mulan, mereka kan tau kalau Bara itu miskin tak berpunya, hidup sebatang kara untuk biaya makan saja Albara sangat susah, dengan meminta hantaran dua ratus juta rupiah, sepertinya ada pihak tertentu yang berharap jika Bara tidak sanggup memenuhinya kan pernikahan jadi batal!" kata Albara pada ayahnya.


"Bisa jadi begitu ... tapi ayah belum tau siapa calon kamu nak, mungkin ayah masih kenal orang tuanya, biar ayah telepon" kata ayah Albara.


"Namanya Mulan yah... anak sekda Kota Tapus nama ayahnya Arfan, sedangkan ibunya bernama Susanti masih kelahiran Kota Tapus apa ayah kenal?" tanya Albara.


"Ooooh sepertinya ayah tidak kenal tapi ayah tau, kedua orang tuanya besar dan sekolah di ibukota provinsi, mereka hanya mengujungi kota tapus sekali sekali" kata ayah Albara.


Ibu bara sangat senang mendengar anaknya akan berkeluarga. Dia juga senang dengan rencana bara mendirikan bank wakaf, karena dia juga aktif dalam menyumbangkan dana kemanusian untuk korban perang, Irak, Suriah dan Palestina.


"Baiklah nak nanti minta Rolan buka rekening khusus dengan penarikan dan transfer tanpa batas untuk kelancaran acara ananda. Juga ibu akan minta Rolan membangun pusat perbelanjaan untuk di urus istrimu, berdampingan dengan bank wakaf untuk mu di Kota Tapus" kata Ibu Albara.


"Coba telponnya di berikan pada Rolan nak" kata ibu Albara.


"Kakak telah tranfer uang satu miliar untuk keperluan pernikahan dan beli kendaraan. Kakak pergi dulu untuk membuat rencana pembangunan bank wakaf dan pusat perbelanjaan di kota tapus sesuai rencana umi Sarah secepatnya" kata kak Rolan kemudian naik ke mobil dan meninggalkan Albara yang terlihat sangat senang.


Albara segera naik motor butut nya dan pulang dengan penuh syukur tak dia sangka Tuhan menjawab doanya secepat ini, di rumah Albara membuka hp dan di hp nya ada laporan transfer masuk kali ini dari ibunya. Kembali dia memgucap syukur berarti dia tidak perlu lagi pinjam uang Mulan untuk biaya pernikahan pikirnya.


****


Tak terasa waktu seminggu berlalu tiba saatnya harinya ulang tahun Mulan ke 20, acara akan di laksanakan jam 2 siang, di warung pojok kopi jangkat. Sebagai pelaksana acara Camat Samsul sudah berada di lokasi untuk mempersiapkan jalanya acara. Camat Samsul juga punya sebuah rencana yang dia pikirkan selama satu minggu untuk mempermalukan Albara pada acara istimewa kelahiran Mulan. Camat Samsul sangat puas dengan persiapan dan dekorasi dari warung pojok kopi jangkat, Camat Samsul memesan kopi dan sarapan untuk dia dan anak buahnya, lalu duduk dengan perasaan lega.

__ADS_1


Pagi sekali Albara juga sudah bersiap untuk mengikuti acara ulang tahun Mulan, pagi ini Albara berencana kepasar kota tapus rencananya mau beli mobil city car untuk dia pakai menjemput Mulan, sekalian sambil nyari kado untuk hadiah ulang tahun Mulan kekasihnya. Setelah sarapan Albara segera ke pasar menuju pusat perbelanjaan kota, pertama tama Albara mengunjungi dealer mobil yang akan dia pakai, ya dia berharap proses pembelian tidak butuh waktu lama, karena mobil sekalian akan digunakan untuk jemput Mulan. Sekalipun proses pembelian mobil butuh waktu berjam jam dia masih punya waktu pikir Albara


Pertama kali Albara mengunjungi dealer mobil BMW dia lihat bmw seri 3 keluaran terbaru setelah di tanya harganya 1,2 milyar Albara pun pergi seakan tidak punya minat untuk membelinya, lalu dia kunjungi dealer marcedes banz dia lihat lagi marcedes banz A class kelzaran terbaru dan setelah di tanya harganya 1,22 milyar Albara kembali lagi sama seperti bmw yang dilihatnya Albara seperti tidak tertarik. Petugas dealer yang tadinya bersemangat nenceritakan keunggulan produk mereka, petugas tidak berudaha mencegah kepergian albara dia berpikir kalaupun Albara tertarik dengan mobil mereka pasti dia tidak akan mampu ngambilnya.


Albara kemudian mengunjungi dealer lsmborghini dia liat lagi lamborghini reventon roadster harganya Rp 29 milyar, Albara kaget mendengar ada mobil seharga 29 miliar. Ini terlalu mahal pikirnya, pilihan lain ada harga 22 milyar dan harga 9 milyar. Albara berpikir untuk membeli city car sederhana saja untuk dia pakai.


Setelah membungkus kado untuk Mulan Albara bergi kedealer toyota, pilihannya jatuh pada toyota Yaris trd sportivo CVT harga Rp 297 juta.


"saya perlu mobil ini hari ini apa bisa saya bawa?" tanya Albara.


Pemilik dealer kurang yakin Albara akan membeli mobil tersebut tapi tetap dia layani.


"Kalau dokumen akan siap seminggu lagi, tapi jika adek bisa bayar kontan kami akan siapkan surat keterangan pembelian dulu". Kata seorang waitrees.


"Baik ... Saya akan bayar kontan tapi tolong di antarkan ke alamat saya" kata Albara sambil menyerahkan atmnya untuk di gesek.


Setelah uang di transfer ke pemilik dealer, Albara menyerah kan photo copy KTP nya, setelah memastikan mobil akan di kirim ke alamatnya sebelum jam 1 siang Albara segera pulang memgendarai motor bututnya. Lima belas menit setelah Albara sampai di rumah, mobil yang dia pesan sudah sampai, toyota yaris TRD sportivo CVT warna citrus mica metalik sudah terparkir di rumahnya.


*****


Jam 1 siang Albara meluncur kerumah Mulan mengendarai mobil barunya, orang orang di rumah dinas sekda kota tapus memperhatikan mobilnya yang di parkir dekat dengan ruang tunggu rumah Dinas Sekda Kota Tapus, mereka mulai bertanya tanya sipapa pengendaranya. Setelah melihat orang yang turun dari mobil adalah Albara, mereka memperlihatkan

__ADS_1


reaksi acuh tak acuh. Albara menghubungi Mulan kemudian menunggu di ruang tamu, menunggu Mulan yang lagi berhias. Setelah beberapa lama kemudian Mulan keluar menuju ruang tamu di mana Albara menunggu.


__ADS_2