Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 89


__ADS_3

Melihat anggota geng Pendekar Kuda Besi bergelimpangan, bahkan motor motor yang mereka parkir untuk menghalangi Anita dan geng motor Peduli Sesama, beterbangan keluar bahu jalan terkena pukulan ajian Angin Sang Kuyung yang di lepaskan Anita. Beberapa anggota geng Pendekar Kuda Besi, langsung menuju mobil yang terparkir ridak jauh dari lokasi dan berusaha mengejar.


Dalam pengejaran mobil terlihat melaju kencang, suara ban terdengar nyaring saat bermanuver berusaha mendahului kenderaan di depannya. Mobil terus melaju bahkan mereka menggunakan bahu jalan untuk melewati kendaraan yang menghalanginya.


"Tar tar tar" terdengar suara tembakan saat mereka sudah melihat Anita dan geng Peduli Sesama di depannya.


Anita dan gengnya juga berusaha menghindar dengan melakukan manuver berbahaya dengan menyelinap di antara kendaraan yang lewat.


"Tar tar tar" kembali terdengar tiga kali tembakan, seorang anggota geng motor Pendekar kuda Besi, menembak ke arah roda motor Anita.


Dengan kecepatan yang tercatat bahkan melebihi 160 kilometer per jam. Seperti yang terlihat pada rekaman video cictv jalanan, Anita dan geng peduli sesama melewati kepadatan lalu lintas dan beberapa lampu merah dalam upaya untuk meninggalkan mobil BMW yang mengejar mereka.


Hingga pada satu titik ban motor Anita meledak karena tembakan Anggota geng Pendekar Kuda besi. Motor terpental kedepan, Anita yang ikut terpental berusaha mengunakan peringan tubuhnya hingga dia bisa mendarat dengan indah di pinggir jalan. Motor yang terpental menghantam lalu terbang melewati mobil di depannya, jatuh dengan keras lalu tertabrak sebuah mobil yang sedang melaju dengan kencang, akibatnya mobil hilang kendali lalu jungkir balik di ikuti mobil lainnya di belakangnya.


Kecelakaan beruntun terjadi BMW i8 yang di tumpangi geng motor Pendekar Kuda Besi, tiba-tiba keluar dari jalan menerobos taman dan si penumpang turun, melarikan diri dari tempat kejadian.


"Woi, Ariel" tetriak Anita gembira saat menyadari betapa hebatnya dia dalam kejadian barusan.


Kembali Anita mengerahkan peringan tubuhnya lalu lari kencang menyusul Ariel dan teman temannya.


"Woooi Ariel kasih tumpangan dong" kembali Anita berteriak.


Ariel benar benar ternganga melihat Anita yang bergerak seperti tak kalah dari kecepatan motornya, laju motor Ariel melambat mencoba menepi.


"Tap" tanpa di sadari Ariel tau tau Anita sudah duduk di belakangnya.


"Ya Tuhan .. kamu baik baik saja Anita? tanya Ariel setelah sadar dari keterjejutannya.


"Aku di belakang mu... ya baik biklah" jawab Anita mencoba berpegangan pada Ariel.


“Lalu bagaimana kamu bisa selamat saat anggota geng Pendekar Kuda Besi memberikan tembakan ke arah Anita hingga beberapa kali, hingga akhirnya saya lihat motor kamu terpental lalu semua kendaraan tumpang tindih menabraknya" Ariel kembali bertanya.

__ADS_1


"Entahlah Anita juga merasa terpental tapi masih bisa mengontrol keseimbangan saat mendarat di pinggir jalan, lalu berlari hingga sejauh sekitar satu kilometer menyusul kalian" jawab Anita


"Cik cik cik" kembali Ariel betdecak kagum


"kamu bisa menyusul kami hanya dengan berlari?" Ariel seperti tak yakin tapi kenyataannya Anita benar benar sudah ada di belakangnya.


"Ini berkat Albara yang telah mengajari Anita teknik napas suci dan membuka kultivasi Anita serta memberi petunjuk tentang menggunakan tenaga dalam dan ilmu peringan tubuh" jelas Anita.


"Berkat Albara?. Pemuda pengawal Anita itu ya?" tanya Ariel


"Benar.. dia orangnya" jawab Anita.


"Hmmm saya akan minta Rolan untuk meminta Albara melatih kami security Albara group khususnya yang menjadi anggota geng Peduli Sesama. Anita tidak keberatan kan?" tanya Ariel.


"Anita gak lah, terserah Albara bersedia atau gak" ujar Anita.


"Sepertinya geng motor kuda besi tidak lagi mengikuti kita, tapi tetap saja waspada bisa saja mereka kembali menghadang kita dari depan" Ariel mengingatkan Anita.


Ariel merasa ada yang tidak beres dengan kehadiran tiga orang polisi dan tiga orang pengawal Fahmeed.


"Jangan Bergerak" seorang anggota polisi menodongkan pistolnya ke arah Ariel dan teman temannya.


Ariel dan teman temannya angkat tangan, lalu salah satu anggota polisi memborgol mereka.


"Apa yang terjadi pada mereka pak polisi!" tanya Rolan.


"Kami dapat laporan kalau mereka baru saja melakukan transaksi narkoba, dan mereka akan berpesta di Albara Hotel" kata salah seorang anggota polisi.


"Ini security kami, mereka tidak melakukan transaksi narkoba mereka, saya tugaskan melakukan perundingan masalah keamanan pelanggan hotel kami" kata Rolan.


"Mari kita bicarakan di pos jaga Albara Hotel" Rolan berjalan menuju pos pengamanan Albara hotel di ikuti yang lainnya.

__ADS_1


"Maaf pak polisi dasar apa menangkap Anggota kami" Rolan kembali bertanya membuka percakapan.


"Kami mendapat laporan dari saksi yang melihat mereka melakukan transaksi" polisi menunjuk anggota geng pendekar kuda besi yang menyertai mereka.


"Benar pak.. mereka orangnya, kami melihat mereka melakukan transaksi dengan orang berseragam hitam" kata salah satu anggota geng Pendekar Kuda Besi.


"Sembarangan buat fitnah, kalian memang busuk, lain saat saya akan buat kalian seperti presiden kalian" kata Anita mengancam.


*****


Kita kembali pada Albara yang sedang bertempur sengit dengan Khoiril. Terlihat jelas kalau kelihaian Khoiril memang diatas Albara dalam hal ilmu peringan tubuh, juga dalam ilmu kesaktian jurus jurus Albara selalu terbaca oleh Khoiril sehingga setiap serangan Albara selalu dapat di antisipasi oleh Khoiril.


Mereka terus bergerak dengan sangat cepat berloncatan dari satu tempat ke tempat yang lain seolah mereka terbang di udara. Dibarengi suara petir dan ledakan saat mereka saling serang. Tiba tiba Albara melihat Khoiril seperti berubah jadi dua berpencar mengepung Albara dari kiri dan kanan.


"Serrr" Anak panah albara Albara melesat membidik salah satu Khoiril.


"Deeees" Khoiril yang di bidik lenyap saat di terjang anak panah.


Saat yang bersamaan Khoiril yang satunya melepaskan ajian Guntur Petus.


"Gelegarrr" Suara petir membahana.


Albara yang telah waspada menjatuhkan dirinya, tubuhnya mengginding di atap salah satu bangunan. kilat petir yang di lepaskan Khoiril lewat di atas tubuh Albara.


"Ahhhhh" Albara mengeluh saat tubuhnya terasa kesetrum tegangan listrik tinggi, kesadaran Albara hilang sejenak diam tak bergerak, jantungnya berhenti berdetak.


Walaupun sangat singkat kesempatan ini di gunakan Khoiril sebaik mungkin tubuhnya melesat menghampiri Albara yang sudah tergeletak tak bergerak. hanya sekebap Khoiril sudah berdiri di dekat Albara.


"Mau lari kemana kau" teriak Khoiril.


Albara bergerak lemah mencoba untuk berdiri, namun Albara tidak mampu berdiri petir yang hampir saja mengenai dirinya telah membuat luka dalam serius seluruh persendianya terasa lemah. detak jantung Albara juga seperti meledak ledak tak teratur.

__ADS_1


Khoiril menghampiri Albara makin dekat hingga dalam jarak yang sangat dekat, Khoiril menekuk kedua kakinya membuat kuda kuda untuk melepaskan ajian Guntur Petus merobek cakrawala siap di lepaskan menuju Albara.


__ADS_2