Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 174


__ADS_3

Baca Juga Novel yang segera terbit dengan judul:


FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1530622&\_language\=id&\_app\_id\=2


****


Mendengar percakapan mereka yang nenawan Gubernur Sulaiman, mengertilah Mulan kalau mereka tidak lah satu golongan dengan putri Mulani dan Ratu Ledisya. Mulan segera melompat ke halaman pondok bertepatan dengan anak buah macan terbang keluar dari pondok membawa kerangkeng yang berisi Gubernur Sulaiman.


"Aiiiiiih hiiiiiik hiiiiik" pekik Mulan tubuhnya bagai terbang menuju halaman pondok.


Pekikan yang lebih mirip tangisan menyeramkan terdengar bersamaan dengan tubuh Mulan yang melayang turun dari persembunyiannya. Gerakan yang amat cepat sehingga tak terlihat jelas bagi mereka yang keluar pondok


"Iiihhh hantukan dia" guman anak buah Pangeran Khuludan si Macam Terbang menghentikan langkah mereka saat mendengar gema pekikan Mulan yang sangat seram.


Semua berdiri kaget saat melihat Mulan yang entah dari mana datangnya sudah berdiri di depan mereka.


"Ahhhhh ahhhhh ahhhhhh ahhhh" jeritan hiteris dari meteka yang ketakutan saat melihat wajah Maulan yang mirip tengkorak hangus.


"Hantuuuuuu" jerit anak buah pangeran Khuludan ketakutan, rambut mereka pada berdiri karena ketakutan dan secara reflek kerangkeng yang berisi gubernur Sulaiman lepas dari gemggaman mereka lalu jatuh ketanah dengan keras.


Air mata Mulan menetes deras saat menyadari betapa buruknya rupa wajahnya di mata orang orang.


"Kalian pergilah aku hanya punya urusan dengan wanita siluman di belakang kalian" ucap Mulan pada pangeran Khuludan.


Pangeran Khuludan menyadari apa yang terjadi, dia lalu memandang ratu Ledisya dengan sinis.


"Rupanya nona ini korban pasir beracun lembah timbun tulang, Ratu Ledisya kalian masih saja menggunakan barang terkutuk itu untuk memperoleh kemenangan" ucap pangeran Khuludan.

__ADS_1


"Ingat bangsa kami tidak akan tinggal diam jika kalian masih menggunakan bom pasir beracun untuk membasmi musuh kalian" pangeran Khuludan memperingatkan ratu Ledisya lalu membawa kerangkeng yang berisi Gubernur Sulaiman pergi.


Wajah ratu Ledisya memerah mendapat tudingan dari pangeran Khuludan, memang pengawal ratu Ledisya telah menggunakan pasir lembah tengkorak saat menyelamatkan dirinya dari serangan Mulan.


Pasir di wilayah tambun tulang mengandung zat kimia yang sangat berbahaya, salah satunya sejenis fosfor yang di gunakan Manusia untuk senjata kimia berupa bom fosfor.


"Kami tidak berperang dengan manusia, kami hanya menggunakan pasir tambun tulang untuk penyelamatan pemimpin pemimpin kami" bantah ratu Ledisya.


Bom fosfor yang mengenai tubuh manusia akan menimbulkan luka bakar yang mengerikan, luka menjalar dari kulit hingga ke dalam daging dan tulang manusia. Sehingga berbagai organ tubuh manusia akan rusak dan berakhir pada kematian. Bom fosfor diarahkan kepada target dengan cara ditembakkan, dilemparkan atau dengan granat tangan.


Cara pertolongan pertama menyelamatkan korban bom fosfor yang selama ini dikenal adalah dengan membenamkan tubuh korban di dalam lumpur. ini juga yang telah menyelamatkan Mulan dari kematian, saat tubuhnya terjerambab ke dalam lumpur berpasir di lantai goa yang basah.


Sebagaimana dalam hukum perang internasional yang di putuskan pada Konvensi Jenewa tahun 1949 dan Konvensi PBB mengenai Senjata Konvensional Tertentu melarang penggunaan bom fosfor untuk warga sipil. Maka perang antar mahluk juga memiliki kesepakatan untuk melarang penggunaan bom fosfor dalam perang antar mahluk. terkecuali pengunaanya untuk tindakan penyelamatan pemimpin.


Pangeran Khuludan sempat memperhatikan Mulan yang berdiri di halaman pondok. Dia melihat air mata Mulan mengalir deras saat ketiga anak buah nya kaget lalu berteriak ketakutan saat melihat wajah Mulan.


"Sahabat... engkau pastilah Mulan anak sekda Kota Tapus yang telah menjadi korban pasir timbun tulang karena ulah putri Mulani dan ratu Ledisya, kan?" tanya pangeran Khuludan.


"Benar... saya harap kalian tidak ikut campur urusan ku" ucap Mulan tak mau menambah musuh.


"Jangan khuatir sahabat, aku cuma prihatin dengan nasib mu, luka wajah mu sepertinya akan menjadi cacat permanen, operasi plastik juga memerlukan daging untuk menutupi seluruh wajahmu yang mustahil untuk di dapatkan" ucap pangeran Khuludan.


Air mata Mulan makin deras mengalir saat mendengar pengakuan jujur dari pangeran Khuludan, dari sela bibirnya yang tak bisa tertutup rapat terdengar desisan yang tak jelas hingga sulit di bedakan apa itu tangisan atau desis kemarahan Mulan.


"Jika sahabat tak menemukan tempat hidup yang nyaman datanglah ke goa harimau, sebut nama pangeran Khuludan kami pasti menerima saudari sebagai sahabat dan tinggallah bersama kami" ucap pangeran Khuludan lalu menyusul anak buahnya.


*****

__ADS_1


Sepeninggal pangeran Khuludan meninggalkan pondok, Mulan yang sudah sangat putus asa akan nasibnya, masih dengan air mata berlinang memandang ratu Ledisya dan putri Mulani.


"Hik hik hik" putri Mulani tertawa sangat keras lalu memanggil Andree Lee yang bersembunyi dalam pondok saat melihat wajah Mulan yang sangat menakutkan.


"Bang Andree sini" ucap putri Mulani.


"Apakah bang Andree masih menginginkan Mulan untuk menjadi istri abang?" tanya putri Mulani saat Andree Lee sudah berdiri di sampingnya.


Andree Lee menunduk tak berani melihat wajah Mulan, rasa jijik, takut bercampur kasian berkecamuk dalam dirinya.


"Tidak putri.. ada barang bagus kenapa juga menginginkan barang rusak" ucap Andree Lee.


Mendengar ucapan Andree Lee, membuat Mulan makin emosi hampir saja dia melepaskan jarum beracun kearah Andree Lee.


"Keparat kau Andree, kaulah sebenarnya penyebab kehancuran keluarga Mulan, tunggu setelah Mulan membereskan mereka, Mulan akan membuat perhitungan dengan mu" ancam Mulan.


Andree Lee yang telah menyaksikan kehebatan Mulan, benar benar merinding karena rasa takut. Ingin rasanya dia pergi dari tempat tersebut tapi mata Mulan selalu memandangnya seakan ingin menelan dirinya hidup hidup.


"Ehhh... putri Mulani" bentak Mulan menudingkan telunjuknya ke arah putri Mulani.


"Dasar tak punya malu, setelah rahasia kalian di ketahui khalayak ramai, kalian bukannya bertaubat tapi malah tingkah kalian makin menjadi jadi, setelah berhasil mengambil hidup kami sekeluarga sekarang malah ingin mengambil kehidupan Gubernur Sulaiman" ucap Mulan.


Putri Mulani kembali tertawa, tawa yang makin menyulut kemarahan Mulan.


"Ha ha ha ... bangsa manusia sudah menguasai mumuka bumi semenjak puluhan ribu tahun silam, bukankah adil jika di akhir zaman kalian memberikan nya pada kami untuk berkuasa" ucap putri Mulani tanpa rasa bersalah.


"Dasar siluman.. tak tahu budi pekerti hari ini aku akan mengadu nyawa dengan kalian" ucap mulan dengan kemarahan meluap luap.

__ADS_1


Mulan melesat kearah putri Mulani dengan serangan yang sangat dahsyat, Putri mulani yang telah mengetahui kehebatan Mulan tentu tak mau menerima pukulan Mulan, sambil melompat kesamping dia telah memegang bola bola pasir beracun.


__ADS_2