
Dua sejoli terlihat menelusuri jalan setapak menuju sebuah desa di pinggir kota tapus, langkah mereka terlihat ringan menandakan kalau mereka sedang menggunakan ilmu peringan tubuh dan tenaga dalam tinggi.
"Bagaimana dek Mulan. Apa ada perbedaan setelah membaca teknik napas suci?" tanya Albara.
Mulan yang berjalan di samping Albara mengangguk.
"Terima kasih kak kalau tidak dapat petunjuk kakak, pasti Mulan sudah tersesat jauh dalam penerapan teknik napas suci, sekarang Mulan merasa lebih nyaman tidak kelelahan sama sekali" jawab Mulan senang.
"Sempurna" teriak Albara ikut senang saat melihat peringan tubuh Mulan meningkat drastis setelah mendapat petunjuk dari Albara. Gerakannnya terlihat ringan sekali bahkan rumput pun tidak lagi roboh saat terkena injakannya.
"Sekarang coba lari cepat" ucap Albara mendahului Mulan.
Albara sengaja memilih jalur yang sepi, terus melesat berkelebat di antara pohon pohon, Sementara itu Mulan tidak ingin ketinggalan beberapa saat kemudian dia telah berlari di samping Albara. Mereka terus berkelebat di antara lebatnya hutan di samping jalan menuju Kota Tapus, terkadang mereka terlihat berloncatan dari puncak pohon satu kepohon lainnya.
Albara memnghentikan langkanya di pinggir jalan yang teduh, saat akan memasuki gerbang Kota Tapus.
"Dek Mulan tunggu di sini ya, kakak cari masker dulu, biar tidak jadi pusat perhatian" ucap Albara.
"Iya kak" angguk Mulan sambil memperbaiki selendangnya.
Albara menghampiri pedagang kaki lima di pinggir jalan, memang saat wabah copid pedagang kaki lima seperti menjamur menjajakan berbagai jenis masker. Banyak sekali para pedagang yang mangkal di daerah gerbang masuk kota, hingga tidak sulit bagi Albara untuk mendapatkan masker.
"Masker nya dua bang, satunya untuk wanita berhijab" ucap Albara sambil menyerahkan uang lima puluh ribuan.
"Dua puluh ribu" kata abang penjual masker menyerahkan masker yang di pesan.
"Kembalianya buat abang" ucap Albara, setelah menerima masker yang di minta.
"Ooo ya terima kasih" jawab abang penjual masker.
Albara bingung saat tidak mendapati Mulan di tempat berdirinya tadi, mata Albara memandang tempat sekeliling mencari cari keberadaan Mulan. Barulah Albara menarik napas lega saat di kejauhan Mulan tampak keluar dari sebuah rumah penduduk berjalan menghampirinya.
"Cemas nunggu ya kak?" tanya Mulan.
"Adek selalu bikin cemas kakak, ayo pasang masker" kata Albara menyerahkan masker khusus untuk wanita berhijab.
"Habis Mulan sudah kebelet pipis" ucap Mulan seperti tak berdosa.
***
Sepuluh menit kemudian Albara dan Mulan memasuki parkiran Kantin Aneka Rasa menuju sebuah mobil yaris warna citrus metalik yang sudah dua hari terparkir di sana. Albara membukakan pintu samping kanan dan menyerahkan kunci pada Mulan.
"Dek Mulan yang nyopir ya, bawa ke mana saja dek Mulan mau" kata Albara lalu pindah kesini kiri dan duduk di bangku samping sopir.
"la kak" ucap Mulan singkat dan dalam waktu yang sama Mulan sudah duduk di depan stir.
Mulan melajukan mobil dengan santai keluar parkiran menuju pasar Kota Tapus. Saat melewati tempat pemesanan perlengkapan pernikahan, Mulan menghentikan mobilnya lalu memarkir mobilnya di mana sebuah mobil pajero sport warna hitam baru saja keluar.
"Mampir sini bentar ya kak" pinta Albara.
__ADS_1
"Of to you, semua terserah sang putri" ucap Albara.
Seorang karyawan menghampiri Mulan dan Albara yang baru saja turun dari mobil.
"Ada yang bisa kami bantu mbak" tanyanya pada Mulan.
"Kalo mau pesan untuk acara resepsi pernikahan di mana?" tanya Mulan.
"Sini.... mbak dan kakak duduk dulu" jawab karyawan lalu memoersilahkan Mulan dan Albara duduk di kursi tamu.
Tak lama kemudian karyawan menyerah kartu nama dan daftar harga paket pesanan.
"Ok boleh lihat lihat ya mbak?" tanya Mulan.
"Boleh mari mbak" ajak kariawan ramah.
Albara mendampingi Mulan melihat lihat pelaminan dan perlengkapan lainnya sesuai harga paket.
Saat melewati sebuah ruangan yang baru saja di tibggalkan sepsang calon pengantin, Mulan melihat semacam tungku gerabah tetbuat dari tanah liat, yang di penuhi bara dengan asap yang masih mengepul.
"Ini buat apaan mbak?" tanya Mulan.
"Oooo itu khusus untuk pasangan yang akan nikah atau sudah nikah mbak, kalau mbak mau coba silakan" jawab karyawan.
"Bagaimana kak Bara?" tanya Mulan minta pendapat Albara.
"iya Mbak Mulan mau coba" kata Mulan.
"Kakak suaminya mbak ini bukan?" tanya karyawan pada Albara.
"Calon suaminya nya mbak" kata Albara.
"Kalau gitu kakak tunggu di luar dulu" kata karyawan menunjukkan kursi tunggu di luar ruangan.
Kariawan kembali masuk ruangan menghampiri Mulan setelah memastikan Albara tidak akan melihat aktifitas di dalam ruangan.
"Kalau mbak mau coba, ganti dulu pakaian bawahan mbak dengan sarung ini" ucap karyawan memberikan sarung pada Mulan.
Mulan nurut lalu dia mengganti pakaian dengan sarung yang di seduakan, si karyawan memindahkan bara api ke tungku baru terbuat dari tanah liat (Tungku anglo).
"Copot semua, jangan cuma luarnya mbak" kembali karyawan memberi instruksi.
Mulan kembali nurut setelah semua pakaian di copot dan Mulan hanya mengenakan sarung, lalu kariawan mendudukan Mulan di atas Angglo yang baru saja di isi dengan bara api. Mula mula Mulan berasa nyaman namun lama lama Mulan merasa panas bara api mulai terasa hangat di p4ntatnya.
"Mulan harus ngapain lagi ni mbak" tanya Mulan.
"ya duduk di situ" kata karyawan.
"Panas mbak, bisa bisa punya Mulan gosong" ucap Mulan.
__ADS_1
"Gak sampe gosong lo mbak" kata karyawan.
"Haaaa haaaaa, jangan sampe hitam ya mbak" tawa Albara yang sempat mendengar pembicaraan mereka.
"Gak lah kak, paling jadi merah doang" timpal karyawan.
"Punya Mulan di giniin untuk apa sih mbak" protes Mulan.
"Mbak kan mau nikah, ya pasti mau gituan juga kan" kata karyawan.
"Emang, tapi apa hubungannya harus di panasi gini" Mulan masih protes.
"Anu mbak, biar anunya mbak gak bau terasi" kata karyawan.
"Emang bau terasi apa" tanya Mulan.
"Kalau gak percaya tanya aja suami mbak nanti, atau mbak cium aja sendiri" kata karyawan.
"Ah persetan dengan ini, kalau bau kenapa juga di cium bego" Mulan berdiri dari angglo yang memang sudah terasa panas di p4ntatnya lalu mengenakan kembali semua pakaiannya.
"Kak Bara cabut yuk" ajak Mulan setelah keluar ruangan.
"Bagaimana ikan bakarnya gak sampe gosong kan mbak?!" cagil Albara.
"Gak lah kak, sesuai pesanan cuma sampe merah kayak kepiting rebus" si karyawan malah menjawab dengan bercanda, sambil tersenyum penuh arti.
"Bagaimana mbak jadi pesan paketnya?" tanya si karyawan.
"Nanti di hubungi kan ada kartu namanya" ucap Mulan.
"Siap mbak jika perlu di hubungi saja" ucap karyawan.
*****
"Kak Bara bawa uang kan" tanya Mulan saat mereka menuju tempat perbelanjaan di Kota Tapus.
"Kalau gak kenapa?" tanya Albara.
"Kalau gak Mulan harus ke ATM dulu, narik uang tabungan Mulan" kata Mulan.
"Emang dek Mulan bawa ATM?" tanya Albara.
"Ada kak, ATM dan buku tabungan Mulan kan ada di tas yang kak Bara berikan kemaren" ujar Mulan.
"Kakak bawa uang kok, Mulan mau belanja apa saja nanti kakak yang bayar" ujar Albara pasti.
Mulan memperhatikan Albara seakan ingin memastikan.
"Benar ya kak?" tanya Mulan ingin kepastian, lalu melajukan mobil dengan pelan mencari tempat parkir yang pas.
__ADS_1