
Menyadari betapa mereka berdua kalah jauh dalam tenaga dalam, manusia kerdil cepat berdiri lalu meyambar tubuh Mulan jadi jadian yang juga sudah terluka serius. Berpikir sekalipun jika Mulan jadi jadian masih sehat dan mereka mengeroyok Devina pun belum tentu mereka berdua bisa mengalahkan Devina, maka manusia kerdil memutuskan untuk pergi membawa Mulan jadi jadian.
Manusia kerdil membalikkan badan lalu mencelat pergi meninggalkan Devina, dalam sekejap tubuhnya sudah menghilang di lebatnya hutan.
"Nona.. hari ini kami mengaku kalah, tapi tunggu pembalasanku" terdengar suaranya dari kejauhan.
Devina akan menerjang maju mengejar, tapi dia ingat keadaan Albara. Devina menghentikan gerakan celingukan mencari keberadaan Mulan dan Albara tapi mereka tak kelihatan, Devina juga tidak sempat memperhatikan kemana Mulan membawa Albara. Hidungnya mulai mengendus gendus tapi tidak mencium bau Albara atau pun Mulan.
Sesaat Devina bingung tiba tiba dia memiliki pikiran untuk menyelidi kedua manusia kerdil yang baru saja meninggalkan pulau. Devina mengeluarkan sebuah cinin dari kantongnya, sebuah cincin berlian kebiruan di ikat emas murni. Devina memusatkan konsentrasinya sambil mengelus permata cincinnya. Di depannya berkelebat seberkas cahaya melebar membentuk sebuah layar monitor seukuran handphone, seolah berada di genggaman tangan kirinya.
Devina menekan sebuah notifikasi tanda on, di monitor, di layar lalu tersedia berbagai menu, Devina lalu menekan menu tas, lalu keluar lagi notifikasi berbagai menu. Devina menekan menu disappear (Menghilang), timbul lagi notifikasi di layar monitor disappear 8 jam 59 X, disappear 12 jam 56 X dan disappear 24 jam 40 X. Devina menekan menu disappear 12 jam lalu tombol Use muncul, Devina memasukan angka 1 lalu Ok.
Kembali notifikasi muncul proses 2 persen, 3 persen dan seterusnya hingga 10 persen, 99 persen. Akhirnya notifikasi disappear sukses, dan di layar terlihat keterangan didappear 12 jam tersisa 55 X.
Setelah proses menghilang selesai Devina menekan tombol of pada monitor, kembali terlihat sinar berkelebat memasuki cincinnya. lalu Devina segera melesat pergi kearah kedua manusia kerdil menghilang.
Mengandalkan penciumannya Devina terus melesat memasuki hutan yang cukup lebat, berkelebat di antara pepohonan daun daun bergoyang seperti di tiup angin setiap di lewati tubuh Devina yang sudah gaib dari penglihatan. Entah beberapa lama Devina berlari barulah dia bisa menyusul sosok dua manusia kerdil. Devina terus memperpendek jarak mengandalkan peringan tubuhnya hingga langkahnya tidak terdengar.
Saat senja memasuki malam kedua manusia kerdil di depannya mulai mrmperlambat gerakannya, lalu berhenti di sebuah pohon besar.
"Huuuuh ... gadis itu berbahaya sekali bu" kata Mulan jadi jadian.
__ADS_1
Manusia kerdil yang di panggil ibu oleh Mulan jadi jadian mendengus.
"Hmmmmm ibu curiga kalau gadis itu bukan manusia bumi, tenaga dalam nya seperti di bentuk oleh teknologi tinggi seperti bangsa Jarjud atau Marjud" kata manusia kerdil yang di panggil ibu oleh Mulan jadi jadian.
Setelah melihat tidak ada yang mencurigakan, kedua manusia kerdil lalu menyelinap ke balik pohon lenyap dari pandangan. Devina dengan hati hati menghampiri lalu ikut menyelinap ke balik pohon besar tempat kedua wanita tadi berhenti namun Devina tidak melihat ada tanda tanda kalau mereka masih di sana.
"Goa..." guman Devina dalam hati, begitu melihat sebuah celah di bawah pohon besar.
Sebuah celah berlubang di antara akar pohon besar cukup mengerikan jika baru saja melihatnya, seakan akan menyimpan mara bahaya yang sewaktu waktu dapat mengancam nyawa. Gelapnya malam mulai menyelimuti hutan menambah pemandangan dalam celah sempit di antara akar pohon besar terlihat hitam pekat. Devina kembali mengaktifkan cincinnya, kembali sebuah sinar membentuk layar monitor sebesar handphone pintar sudah menutupi telapak tangan kirinya. Devina menekan tombol metode penglihatan malam lalu timbul notifikasi "Aktifkan" Devina menekan tombol aktifkan.
Seketika mata Devina berubah warna menjadi hijau terang, semua yang tadi tertutup kegelapan sekarang terlihat jelas di matanya seolah dia melihat di siang hari. Pelan pelan Devina menghampiri celah sempit di antara akar pohon, dia yakin kedua wanita tadi menghilang kedalam celah tersebut. Sekalipun kesusahan memasuki celah yang sempit menurut ukuran manusia dewasa, tapi Devina tetap berusaha masuk, akhirnya Devina mendapati di dalam celah ada ruangan yang cukup besar
Setelah mereka masuk semakin dalam terlihat sebuah gerbang dengan tulisan Kerajaan "Sumatra Duawarfa", di kiri kanan ada penjagaan dari beberapa Tiraw dengan jenggot hingga ke dada, di tangan mereka meenegang senjata kapak menyerupai kapak 212 milik wiro sableng.
"Ratu Ledisya" kalian terlambat. Sapa seorang Tiraw bernenggot putih dengan senjata hammer di tangannya.
"Maaf Jendral Naratus saya harus menyelamatkan Putri Mulani di dunia Manusia" ucap wanita kerdil yang di sebut Ratu Ledisya.
"Apa duta dari bangsa Jarjud sudah datang?" tanya ratu Ledisya.
Devina sangat kaget mendengar di sebutnya duta bangsa Jarjud.
__ADS_1
"Sudah ... yang mulya Ratu, mereka menunggu di pos kota tidak jauh dari sini, mari kita temui mereka" kata jendral Naratus.
Meteka memasuki goa Makin kedalam kembali goa semakin melebar. Devina terus mengikuti mereka dalam ujud gaib tak terlihat oleh mata. sehingga semua Tiraw yang berjaga di gerbang masuk tak melihatnya.
"Ini kerajaan manusia Tiraw" pikir devina setelah melihat bacaan di gerbang yang bertuliskan Kerajaan Sumatra Dwarfa.
Manusia kerdil di daerah Kota Tapus di kenal dengan nama Tiraw. Saat ini manusia Tiraw hanyalah sebuah legenda, sebagai manusia kerdil yang mendiami goa, mereka membangun tempat tinggal dalam tanah membangun sistem goa yang dibangun secara prosedural lingkungan bawah tanah.
Menurut cerita mereka sangat sensitif dengan sinar matahari, sehingga mereka aktif keluar goa saat malam hari. Mereka bisa berhubungan dengan dunia manusia dan juga bisa berhubungan dengan dunia jin. Mereka miliki umur cukup panjang antara 250 tahun hingga 750, mereka tergolong mahluk setengah siluman.
Demikianlah Devina terus membuntuti mereka, hingga kesuatu tempat yang menyerupai sebuah ruangan dengan perabotan cukup mewah. Goa memasuki ruangan tersebut juga dijaga beberapa Tiraw dengan beragam senjata ada yang bersenjata kapak, hammer, tombak, pedang dan panah.
Di ruangan terlihat duduk bersila dua orang Tiraw, tiga wanita muda menggunakan kostum warna putih, dengan bahan seperti terbuat dari sejenis kulit dan dua orang bangsa bunian, juga seorang pemuda tampan berumur kira kira 25 tahunan.
"Ratu Ledisya, salam jumpa" salah satu dari wanita berjaket putih menyapa setelah Ratu Ledisya duduk di antara mereka.
"Kenalkan kami para duta bangsa Jarjud dari dunia kristal, saya bernama Glunia, yang di samping kiri saya Sinoica, dan sebelah kanan saya Brilia" Glunia memperkenalkan diri.
"Salam Ratu Ledisya.. saya Khoiril dari dunia manusia" sapa si pemuda juga memperkenalkan diri.
"Salam jumpa ratu Ledisya, kenalkan saya Seela dan teman saya Eranor dari kerajaan Bunian" dua orang wanita di samping Khoiril juga memperkenalkan diri.
__ADS_1