
Albara pikir Doni Ada benarnya mungkin perasaan aneh dalam dirinya bisa jadi perasaan Laila, namun di batin Albara terasa seperti Mulan.
"Bisa jadi demikian karena selama ini jiwanya terbiasa menerima getaran batin dari Mulan, hingga saat getaran batin yang berasal dari Laila di perasaan Albara masih terbaca sebagai Mulan oleh batinnya" pikir Albara membatin.
Tadi pagi Albara sempat memperhatikan Laila yang sangat jauh bedanya dari biasanya, tubuhnya terlihat kurus wajahnya memancarkan kedukaan yang sangat mendalam. Tutur sapanya memcerminkan kalau jiwa Laila sedang terguncang dan terluka yang sangat pedih, sangat jelas kalau Laila sedang dalam keputus asaan.
Memang apa yang terasa bagi Albara sangat cocok dengan penampilan Laila, dia mencoba meyakinkan dirinya kalau dia sedang merasakan penderitaan jiwa Laila.
Sementara itu Albara mencoba meyakinkan dirinya setelah dia mencoba menyelidiki keberadaan goa Tiraw menelusuri wilayah hingga kuil batu diri, Albara menyerah kalau goa Tiraw yang dia cari adalah hoak belaka.
"Mungkin suara di hati Albara yang terdengar beberapa hari yang lalu, itu cuma ilusi atau halusunasi yang terjadi karena jiwa Albara sedang sangat kacau" pikir Albara.
Secara Real Albara terpaksa mengakui kalau Mulan sedang baik baik saja, Albara terpaksa mengakui kalau Mulan tidak terkurung di goa Tiraw, Albara terpaksa mengakui kalau Mulan ada dirumah sekda Kota Tapus, Albara juga harus mengakui kalau Mulan sudah menjadi kekasih Andree Lee.
Namun permasalahan perasaan Albara tidak selesai dengan pengakuannya, perasaannya tetap saja merasakan hal yang asing baginya, dia merasa sedih tanpa sebab, yang dia rasa itu Mulan, bagaimanapun dia mencoba meyakinkan dirinya ini kesedihan Laila bukan Mulan tapi tetap saja jiwanya menolak sugesti yang berasal dari dirinya sendiri atau dari teman temannya.
"Aiiih" keluh Albara saat dia berpikir mempertimbangkan tawaran orang tua Laila.
Albara coba menerapkan nasehat prof Lee Shu Wan, "pedomani saja kenyataan yang ada jangan terlalu heran dengan gejala kejiwaan apalagi sampai mempengaruhi pola hidup dan terjebak dengan keanehan alam rasa".
Saat mepertimbangkan untuk berkeluarga terpikir oleh Albara banyak gadis yang memungkinkan untuk di jadikan pasangan hidup selain Laila.
"Anita lebih cantik di banding Laila tapi Devina lebih cantik lagi" pikir Albara.
Devina memang terlihat makin cemerlang semenjak menjadi anak angkat tante Vania kecantikannya malah mengalahkan Mulan, dia seperti bukan penduduk bumi tetapi merupakan bidadari yang turun dari sorga. Anita juga punya kedekatan tersendiri dengan Albara sekalipun cuma kenal dan bergaul selama beberapa hari saja sudah cukup membuat Albara menyukainya, di sisi lain Albara juga sangat kasian sama Laila mereka sahabat kecilnya, bukan saja mereka cocok sebagai sahabat, Laila dulunya juga pernah menjadi primadona di hati Albara.
Saat mencoba memilih kembali Albara merasa Mulan tau apa pikirannya, terasa dia sangat kecewa dengan keputusan Albara untuk berkeluarga dengan wanita lain. Mulan terasa seperti pasrah dengan keadaannya dan iklas dengan putusan Albara.
"Aiiih" kembali Albara mengeluh secara otomatis dia tidak tega pada Mulan dan mengurungkan niatnya untuk berkeluarga.
"Kamu kok malah ngeluh Bara?" tanya Doni.
__ADS_1
"Sulit bagi Albara untuk membuat keputusan terlalu banyak yang mesti di pertimbangkan" jawab Albara.
"Berkeluarga tu jangan banyak pertimbangan Bara" kata Doni.
"Kenapa sarjana banyak melajang hingga berumur lanjut?" tanya Doni lalu dijawabnya sendiri.
"kalau menurut penelitian itu karena sarjana lebih banyak pertimbangan beda sama orang yang tingkat pendidikannya cuma SMA mereka lebih banyak kenekatan" kata Doni lagi.
"Kalian bisa ngomong gitu karena kalian sudah punya pasangan pilihan hati kalian" ucap Albara.
"Benar kata Doni itu sudah rumus baku jika ingin berkeluarga harus nekad, mengenai pilihan kalau untuk mencari yang sempurna tidak akan ketemu, bidadaripun turun kebumi di tawarkan pada kita, pasti masih banyak pertimbangan, misalnya terlalu cantik lah atau takut nanti kita tak mampu menjadi suami yang baik baginya lah" sambung Manto.
"Pokoknya kasih Albara waktu sebulan untuk memikirkan masalah ini titik" pinta Albara.
Devina, Yuni, Sena dan Laila dibantu Budiman terlihat membawa nasi goreng untuk sarapan mereka. Semua di hidangkan di meja prasmanan, setelah di tata rapi Yuni, Sena dan Laila bergabung dengan Albara, Doni dan Manto.
"Maaf kak, Devina gak bisa gabung kalian, karena harus ngantar ibu Vania ke kota, untuk nentransfer uang keperluan kuliah anaknya di Jakarta" kata Devina.
"Budiman juga kak, Budiman juga di ajak ibu Vania ke Kota'" kata Budiman.
"Kami bisa sarapan di rumah kan masih ada stock di rumah" kata Devina.
Devina dan Budiman sengaja meninggalkan mereka berenam larut dalam kegembiaraan, lalu dia dan budiman memilih sarapan di rumah.
"Ada kabar gembira ni" teriak Yuni.
"Minggu depan Anita Sabah mau mengunjungi Universitas Kota Tapus, dia ingin melakukan latih tanding untuk persiapan olimpiade di Tiongkok tiga bulan akan datang" kata Yuni lagi.
"Saya juga baca di media sosial katanya Anita sabak punya perusahaan yang sedang membuka perkebunan di Sumatra, makanya Anita sabak memberi kesempatan bagi pria yang mampu nengalahkannya untuk bekerja di perusahaan yang di pimpinnya" timpal Sena.
"Albara, Doni dan Manto kalau minat coba aja kalian kan mengerti ilmu bela diri, mana tau Anita Sabah tertarik menerima kalian bekerja di perusahaannya" sambung Yuni.
__ADS_1
"Bagaimana Lai, kalau Albara ikut kompetisi?" tanya Manto nemancing.
"Kalau Albara di ikutkan takutnya bukan di terima jadi karyawan malah di terima jadi suaminya" canda Sena.
"Tanya aja yang bersangkutan" kata Laila singkat.
"Kalau Doni tertarik juga untuk melepaskan status pengangguran biar bisa ngelamar Yunita, lumayan penggajiannya kabarnya dengan standar dolar Malaysia, kamu Albara dan Manto bagaimana?" tanya Doni.
"Kalau Manto sepakat, kamu Bara bagaimana?" tanya Manto.
Albara berpikir sejenak.
"Albara sudah punya kerjaan, dua minggu lagi kenalan Albara akan membuka peluang kerja di pusat perbelanjaan Kota Tapus dan Bank Wakap milik mereka. Albara di minta bekerja di sana, jika kalian tertarik juga bisa melamar di sana. Mereka membutuhkan karyawan untuk mengisi beberapa posisi penting setingkat direktur" kata Albara.
"Direktur? kalau untuk posisi direktur Yuni mau ikutan mendaftar, kemana Yuni harus ngajukan lamaran?" tanya Yunita pada Albara.
"Nanti Albara kasih alamat internet untuk ngajukan lamaran" kata Albara.
"Saya ikutan dong Bara" pinta Sena.
"Kalian semua bisa ikut mendaftar yang nentukan siapa yang di terima kan mereka" kata Albara.
"Saya juga" kata Doni.
"Manto Juga" Kata Manto.
"Kamu bagaimana Lai" tanya Manto pada Laila setelah memperhatikan Laila yang hanya diam tak ada tanggapan.
"Laila belum kepikiran untuk bekerja" kata Laila.
"Kamu serius kan Bara?" tanya Sena penuh harap.
__ADS_1
"Iya seriuslah kan gedungnya sudah siap tinggal nunggu karyawannya" kata Albara.
"Khusus untuk Laila, akan Albara usahakan di terima" kata Albara memandang Laila yang dari tadi banyak termenung.