
"Oke siapa yang duluan sampai di sana segera amankan mereka agar anak buahnya Marcel tidak mendahului kita lagi," terangnya dengan menambah kecepatan mobilnya hingga sudah mirip dengan pembalap profesional di atas lintasan sirkuit saja.
"Aku tidak akan membiarkan Sherina pergi dan menjauh lagi dari hidupku lagi untuk kedua kalinya, apapun akan aku lakukan untuk menemukannya dan membawanya pulang ke Jakarta," lirih Juan Anggara dengan matanya yang berbinar bahagia.
Kedua mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi, kebetulan jalan malam itu cukup sepi sehingga rombongan mereka bisa bebas untuk menambah kecepatan mobilnya.
"Ya Allah… bantulah kami untuk menemukan mama dan adikku, lancarkan lah semuanya dan aku mohon bukanlah pintu hatinya Marcel untuk segera menyadari semua kesalahannya dan segera bertaubat," batinnya Sam.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai ditujuan sesuai dengan alamat rumah yang mereka dapatkan. Sultan dan Anggara segera mematikan mesin mobilnya lalu bergegas turun dari mobilnya.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah yang bercat biru muda itu yang tanpa memiliki pagar apapun. Rumah yang sangat cukup sederhana bahkan bisa dikatakan tidak layak huni untuk bundanya dan adiknya yang sama sekali sejak mereka dilahirkan tidak pernah susah.
Sultan meneteskan air matanya melihat betapa mirisnya dan memprihatinkan kondisi rumah itu," aku tidak menyangka jika Bunda dan Sherly hidup dan tinggal di rumah seperti ini, apalagi mengingat adikku satu-satunya itu tidak bisa tidur jika tidak memakai pendingin ruangan ac."
"Apa lagi yang kalian tunggu, ayo kita segera masuk sebelum pasukan Martin datang lagi mengacau keadaan," perintah dari Sultan.
Anak buahnya ingin maju mendahului mereka, tapi langsung dicegah oleh Anggara, "jangan lakukan itu, aku saja yang mengetuk pintu itu, kalian cukup berjaga di sekitar area rumah ini hingga semua celah tertutup rapat agar satupun dari anak buahnya Martin tidak bisa mengambil kesempatan."
"Baik Tuan!!" Jawab mereka serentak.
Sultan yang seharusnya yang bertugas untuk mengetuk pintu rumah itu, tapi Sultan diam-diam mengetahui jika Sherly adiknya memiliki hubungan yang spesial tapi, mereka tidak pernah mengumbar ataupun mengumumkannya.
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok..
Ketukan pintu itu cukup nyaring bunyinya, sehingga sang pemilik rumah seger terbangun dari tidurnya. Pemilik rumah secepatnya membuka pintu rumahnya.
"Siapakah yang mengetuk pintu tengah malam begini?" Tanyanya sambil melirik ke arah tempatnya jam dinding berada.
Dia semakin mempercepat langkahnya dan berjalan tergesa-gesa, karena orang yang berada di depan pintu seperti seseorang yang tidak bisa sabaran. Sesekali dia menguap saking ngantuknya dan mengucek kedua matanya,agar bisa melihat dengan jelas saat berjalan.
"Kalau Pak Adi dan istrinya yang datang lagi, aku pasti akan omelin," keluhnya yang tidurnya terganggu gara-gara ketukan pintu yang sedari tadi tidak berhenti juga.
Dia memutar kunci lalu menarik gagang pintu rumahnya, hingga terbuka lah sebagian pintu itu. Betapa terkejutnya saat melihat siapa sosok orang yang berdiri di hadapannya, tak segan-segan dia spontan memeluk tubuh pria yang berdiri tegak di hadapannya. Tanpa memperdulikan sekelilingnya.
"Abang Angga!!" Pekiknya dengan kegirangan yang langsung memeluk tubuh dokter Anggara kekasihnya yang sudah hampir lima tahun dia menjalin hubungan backstreet.
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…