
Bukan kali ini dia perlakukan kasar seperti itu. Bahkan lebih parah dari itu sudah kerap kali dia rasakan. Bukannya dia tidak mampu untuk membalasnya akan tetapi, dia selalu mengingat ajaran dan amanah yang selalu didengungkan oleh ibunya disaat beliau masih hidup.
"Nak apa pun yang diperbuat oleh orang lain terhadap dirimu janganlah sekali-kali untuk berniat balas dendam ataupun benci dan dendam kepada orang itu, tapi berdoalah kepada Allah SWT agar pintu hati mereka terbuka dan segera menyadari kesalahannya apa bila orang itu sudah sama sekali tidak taubat dan merubah tabiatnya maka lawanlah mereka dengan cara yang terpuji dan terhormat."
Perkataan itu yang selalu dia ingat dimanapun dia berada. Nasehat, ajaran serta petuah dari Sea sangat menghormati Pamannya karena itu lah dia tidak ingin melawan ataupun membalas bibinya. Andai saja ia membalas kekejaman Bu Widya pasti bibinya mungkin akan kapok dan menyerah dan tidak akan semena-mena terhadapnya.
"Aku sangat menghormati dan menyayangi paman jadi aku tidak melawan Bibi dengan kasar pula, aku hanya menahan pukulan dari bibi saja," cicitnya Sea yang menatap intens ke arah Bu Widya.
Pamannya orang yang telah berjasa membantu ibunya membesarkan dan membantu membiayai segala kebutuhannya jika sewaktu-waktu mereka tidak punya uang walaupun pamannya harus diam-diam mengeluarkan uangnya tanpa sepengetahuan dari istrinya. Umur tiga tahun bapaknya tidak pulang setelah pergi melaut untuk mencari ikan.
"Maafkan Paman Nak,ini semua terjadi gara-gara paman juga yang selalu tutup mata dengan sikapnya istriku, maafkanlah paman, Nak!" Batinnya Pak Heru.
Hingga hari ini bapaknya tidak ditemukan keberadaannya apa masih hidup atau sudah meninggal dunia hingga detik ini juga. Sedangkan ibunya meninggal dunia saat dia berusia 12 tahun karena sakit. Sejak itu lah kadang Seana dicap sebagai anak sial sehingga hanya satu orang yang menjadi temannya itu pun anak laki-laki dia adalah putra sulungnya Pak Ardiansyah.
Pak Desa lalu melangkahkan kakinya menuju sofa yang kebetulan ada di dalam ruangan kantor balai desa sembari berkata, "Kalau menurut saya kita obati dulu luka pria itu setelah sembuh dari sakitnya kita segera nikahkan mereka saja."
Seana yang mendengar perkataan tersebut sontak segera mengarahkan pandangannya ke arah Pak Ardi. Ia tidak percaya jika, hanya karena kesalahpahaman yang terjadi membuatnya harus menikahi pria yang tidak dikenalnya sama sekali dan mengingat usianya yang belum cukup 20 tahun.
"Ya Allah.. ini tidak boleh terjadi karena aku sama sekali tidak bersalah, tapi kalau aku menentang keputusan Pak kepala desa sama saja semakin memperkeruh suasana saja dan menambah memperbesar masalah saja," gumamnya Seana yang kebingungan harus memilih jalan yang terbaik untuk kehidupannya.
__ADS_1
Kebimbangan dan keraguan silih berganti datang menghantui pikiran dan hatinya kala itu. Ia seakan-akan berada pada posisi maju kena mundur kena juga. Bagaikan telur diujung tanduk sudah nasib malang yang menimpanya.
Sea berusaha bangkit dari duduknya lalu berjalan terseok-seok ke arah Pak Ardi dengan berpegangan pada permukaan tembok dinding bangunan kantor Desa tersebut. Wajahnya yang sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi pada nasibnya sendiri.
"Aauuhh!" Keluhnya Seana yang sudah mulai terasa sakit dan ngilu di bagian permukaan kulitnya itu.
Walaupun sesekali terdengar suaranya yang mengeluh dan meringis menahan perihnya dan sakitnya luka yang dideritanya akibat pukulan dari tangan jahatnya bu Widya.
Syukuri hari ini, jadikan pelajaran masa kemarin dan esok adalah masih menjadi misteri dalam hidup.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
__ADS_1
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…