
"Baguslah kalau seperti itu, karena saya tidak ingin melihat dan mendengar jika dia bebas berkeliaran kemana-mana dan menghirup udara bebas di luar sana seperti layaknya orang-orang yang tidak punya kesalahan apapun," timpal Sam lagi.
"Semua kami sudah urus dan atur dengan baik, dengan rencana yang mantap dan pastinya akan berhasil, dan baru-baru pihak kami mendapatkan informasi jika Marcel berada di pulau Sumatera bersama kekasihnya, Insya Allah kami akan menangkapnya malam ini juga," tutur Pak Ronaldo selaku polisi yang bertanggung jawab terhadap menangani kasus mereka.
"Itu kan dekat dengan kampungnya Seana, aku harus segera ke sana jangan-jangan Martin telah mengetahui bahwa aku sudah menikah dengan seorang gadis di pulau itu," batinnya Sultan dengan raut wajahnya yang cemas, khawatir dan ketakutan bercampur menjadi satu bagian utama di dalam hatinya.
Samudra berfikir sesaat, "Itu kan dekat dengan kampungnya Seanaa, aku harus segera ke sana jangan-jangan Martin telah mengetahui bahwa aku sudah menikah dengan seorang gadis di pulau itu," batinnya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon dengan raut wajahnya yang cemas, khawatir dan ketakutan bercampur menjadi satu bagian utama di dalam hatinya.
"Makasih banyak Pak atas bantuan dan kerjasamanya,kami sangat berharap besar dengan bantuannya bapak sekalian agar Martin segera ditemukan," jelasnya Juanda Anggara sambil menjabat tangan komandan kepolisian itu.
"Sama-sama Pak kami sangat senang atas kepercayaan Anda semua karena telah menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk mengatasi permasalahan-permasalahan Bapak," ujarnya Pak Ronaldo Simorangkir selaku komandan kepolisian yang menangani masalah mereka.
Juanda Anggara dan Samudera beserta tim pengacaranya bergegas meninggalkan kantor polisi dan segera menuju Perusahaannya untuk mengakuisisi saham tertinggi serta semua aset yang dimiliki oleh Sam yang telah dibalik nama atas namanya Marcel Prasetya Mulya.
"Apa rencana kamu selanjutnya Zulkarnain?" Tanyanya Juan setelah memakai seatbelnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Samudera yang sudah menyalakan mesin mobilnya.
Samudra tanpa menatap ke arah Juan lalu menjawab pertanyaan dari sahabat sekaligus asisten pribadinya itu.
"Besok aku akan segera ke kampung halamannya Seana untuk menjemputnya," jawabnya Sam singkat dengan senyuman khasnya.
"Itu ide yang bagus untuk menghindari orang yang berniat jahat," sahutnya Juand.
__ADS_1
"Aku takut jika ada yang mengetahui jika aku sudah menikahinya dan bisa gawat jika Martin menyuruh anak buahnya untuk segera menangkap dan mengganggu Sea," jelas Sam yang sudah melajukan mobilnya ke arah jalan raya lalu bergabung dengan pengendara mobil lainnya.
Bu Hamidah sudah sampai di rumahnya tapi, tidak mendapati keberadaan anak pertamanya. Dia tidak sabar ingin memperlihatkan foto perempuan yang sangat mirip dengan istrinya yang dari kampung itu.
"Aku yakin Sam putraku itu pasti akan terkejut jika melihat fotonya Azzahra dan aku yakin dia akan menganggapnya itu adalah foto dari Seana," gumamnya.
Bu Hamidah segera masuk ke dalam kamarnya untuk melaksanakan shalat magrib karena beberapa toa dari masjid terdekat sudah terdengar adzan pertanda sudah masuk waktu shalat. Berselang beberapa saat kemudian, Bu Hamidah kembali ingin mengecek keberadaan anaknya. Apa sudah pulang atau kah masih di kantornya.
Beliau berjalan dengan perlahan menaiki tangga tapi pikirannya terus tertuju pada seorang perempuan yang membuatnya tidak habis pikir kenapa wajahnya mirip dengan menantunya. Pintu kayu dengan kualitas kayu terbaik itu diketok nya hingga beberapa kali. Tapi, tidak respon sedikitpun dari pemilik kamar itu.
"Samudera tidak ada di rumah, mungkin sangat sibuk sehingga sudah jam sebelas malam dia belum pulang juga," tuturnya yang sambil melihat ke arah jam yang terpasang dengan cantik dan baik di dinding bercat ungu muda itu.
Bu Hamidah kembali menuruni tangga dengan langkah sedikit gontai karena mungkin kondisi fisiknya yang kelelahan.
Dia kembali ke dalam kamarnya lalu membaringkan tubuhnya yang sudah ngantuk berat hingga kelopak matanya sulit untuk terbuka lagi.
"Ya Allah… bahagiakan lah anak-anakku dan jauhkanlah mereka dari segala marabahaya, dan selalu sabarkan hati ini," batinnya Bu Hamidah.
Ibu Hamidah menyempatkan dirinya untuk berdoa sebelum tidur dia hanya berharap sebelum dia tertidur pulas. Ia sangat berharap kalau mereka bisa mengerti dan memahami apa yang terjadi di antara sultan dan istrinya.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..