
Semua orang yang mendengar perkataan dari Mery spontan mengalihkan pandangannya ke arah depannya Zamera. Sam yang diperhatikan oleh beberapa perempuan terutama Aza semakin menebar pesonanya.
"Maaf aku tidak minta izin pada kalian terlebih dahulu untuk duduk diantara kalian, semua kursi sudah terisi penuh dan full di sekitar kantin jadi aku…" perkataan dari Samuderan belum selesai karena Mery sudah menyela penjelasannya itu.
"Oh tidak apa-apa kak, kami merasa tidak keberatan kok dengan kehadiran kakak disini," Jawabnya Mery dengan wajah centilnya.
Sam mengalihkan perhatiannya ke arah Mery. Sedangkan yang ditatap semakin menjadi bertingkah menyebalkan di matanya Sam yang sangat tidak disukainya itu.
"Amit-amit deh dekat dengan gadis yang seperti itu, tapi demi dekat dengan Aza aku harus mendekati salah satu dari mereka," Sam membatin.
"Iya kan teman-teman enggak apa-apa kalau kakak tampan ini bergabung dengan kita semua?" Mery mengedarkan pandangannya ke satu persatu sahabatnya.
Dan terakhir ke Arlan yang merasa heran dan tidak menyukai kehadirannya Sultan di meja mereka. Hal itu terlihat jelas di wajahnya Arlan dengan menatap jengkel ke arahnya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon. Tetapi, malahan yang ditatap cuek saja tidak ingin meladeni Arlando Hasyim Ashari yang sudah sangat jelas memperlihatkan rasa tidak setujunya.
"Ohh tentu saja Abang tidak perlu sungkan dan kami sangat senang Abang bisa gabung dengan kami," timpal Liliana Adelinei yang matanya berbinar-binar bahagia karena baru kali ini ada pria yang ganteng menurutnya mendekati mereka.
"Kalau aku juga gitu setuju dengan perkataan dari Mery Samanta Sera sama Lili tidak apa-apa kok kakak duduk disini karena memang semua kursi sudah tidak ada yang kosong dan bagi siapa saja yang tidak setuju silahkan angkat kaki dari sini," sahut Nanda Putri Dirga yang memperhatikan seksama wajahnya Arlan.
Arlan yang mendapatkan tatapan tajam dari ke tiga perempuan itu hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sedangkan Aza hanya terdiam tanpa ada reaksi dan kata kata yang meluncur dari bibirnya.
__ADS_1
Zameera sibuk dengan pikirannya sendiri yang merasakan keanehan saat tanpa sengaja berserobot dengan mata tajam nan teduh milik Samudera
"Aku akan mencari tahu siapa kamu sebenarnya dan jika terbukti kamu adalah istriku, aku tidak akan biarkan satupun pria memandangi kecantikan dan keindahan wajahmu yang ayu itu," Sam membatin dan tersenyum smirk kearahnya Aza.
Arlando dan Samudera seakan-akan sedang terjadi piring dingin di antara keduanya. Mereka belum secara gamblang memperlihatkan hal tersebut kepada ketiga perempuan itu.
"Kenapa aku merasa Aza tertarik pada pria angkuh ini? tapi, moga saja itu hanya feeling dan perasaan aku semata tidak bakal jadi kenyataan," Arlan ikut membatin kala itu juga.
Mereka beradu tatapan mata yang sama-sama ingin merendahkan dan melumpuhkan lawan mereka masing-masing.
Saat kita menanam padi, akan selalu ada rumput yang ikut tumbuh apalagi jika yang kita tanam adalah rumput, tidak akan ada padi yang ikut tumbuh."
Tapi dunia ini di penuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya.
Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan hanya sebagai pendamping hidup, melainkan kita harus belajar banyak hal darinya
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..