Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 134


__ADS_3

"Abang Sam pasti sedang mencari Seana adik sepupuku kan? Aku tahu jawabnya ada dimana dia sekarang, mereka itu tahu jawabannya tapi tidak ada yang berani berbicara sedikit pun," ujarnya yang melihat ke sekeliling dengan tersenyum penuh kelicikan.


Ibu-ibu, emak-emak rempong dan bapak-bapak hanya terdiam dan saling berpandangan satu sama lainnya. Mereka masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri dan ada rasa takut, khawatir dan was-was jika Sam akan marah dan mengamuk dengan kejadian yang menimpa istrinya.


"Ya Allah... kenapa bisa dua benalu itu datang ke sin" gumam Susanti yang sedari tadi hanya sibuk melayani para pelanggan dan pembelinya hari itu.


Ibu-ibu kalem baik hati, emak-emak rempong dan bapak-bapak yang tidak suka ghibah hanya terdiam dan saling berpandangan satu sama lainnya. Mereka masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri dan ada rasa takut, khawatir dan was-was jika Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon akan marah dan mengamuk dengan kejadian yang menimpa istrinya.


"Ya Allah... kenapa bisa dua benalu itu datang ke sin" gumam Santi yang sedari tadi hanya sibuk melayani para pelanggan dan pembelinya hari itu.


Samudra spontan menatap tajam ke arah kedatangan Anjani yang berjalan berlenggak-lenggok bagaikan artis ibu kota dan model papan atas segala. Anjani tersenyum menggoda ke arah Samuderan.


Tetapi Sam sedikit pun tidak menggubris tatapan memuja dan senyuman menggodanya Winda karena di dalam bola matanya dan relung hatinya yang terdalam hanya senyuman Seana yang termanis yang pernah dilihat oleh Samudra.


"Katakan cepat apa maksud dari perkataanmu itu?" Tanyanya Sam yang to the point saja tanpa tedeng aling-aling.


"Yang sabar dong Abang, kenapa meski terburu-buru orangnya kok gak akan bisa lari kemana juga," balasnya Anjani dengan sengaja mengulur waktu lebih lama lagi untuk mempermainkan beberapa orang yang berada di depan tokonya Sea.


Samudera keheranan dan hanya menaikkan kedua alisnya yang tidak mengerti dengan maksud dari perkataannya Anjani, kakak sepupu dari Seana.


"Azalina istrimu sudah lebih enam bulan tidak ada di kampung dan dia menghilang saat mereka mengantar Sea ke Kota," terangnya Anjani dengan penuh percaya diri.


Samudra tersentak terkejut mendengar perkataan dari Anjani lalu refleks mengalihkan pandangannya ke arah beberapa ibu-ibu yang refleks menundukkan kepalanya ke arah bawah yang tidak berani menatap langsung ke arah Sultan yang sudah meminta jawaban dari perkataannya Anjani. Sam tidak menyangka dengan apa yang terjadi di sana selama kepulangannya di ibu kota Jakarta.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang tidak beres di sini dan aku yakin ada orang yang menjadikan Sea sebagai kambing hitam untuk melancarkan rencananya untuk menghancurkan hidup Sea istriku," Sam membatin.


"Kalau mau jawaban yang lebih lengkap dan jelas datang saja di rumahnya Pak kepala desa kita yang terhormat yaitu pak Ardiansyah Bakrie, Abang pasti akan mengetahui semuanya dengan jelas," tutur Anjani dengan menyunggingkan senyuman liciknya yang penuh kemunafikan.


Samudra tanpa sepatah kata pun segera meninggalkan depan rumahnya Seana dan segera berlari kecil ke arah mobilnya yang terparkir cantik dengan dikerumuni oleh beberapa orang dan anak-anak yang ingin langsung melihat mobil super mewah tersebut.


"Ini tidak boleh dibiarkan aku harus tahu kenapa istriku tidak ada di kampungnya lagi," cicitnya dengan sedikit amarah dan emosi yang sudah mulai muncul di dalam hatinya.


Sam menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedang karena berhubung kondisi jalan yang banyak berlobang di sana sini.


"Aku yakin kamu dengan ibumu sedang merencanakan rencana yang sangat besar dan aku yakin hal ini kalian sudah memikirkannya dengan matang-matang," sarkas Bu Erna.


"Betul sekali yang ibu bilang, aku yakin dua ulat bulu ini bisa Sam termakan hasutan dan adu dombanya,"sahut Pak Toni yang kecewa sekaligus khawatir.


"Apa yang kalian pikirkan memang benar adanya, aku dan anakku sudah merencanakan semuanya dengan sangat matang dan siap bertempur dengan kalian dan penghinaan yang sering kalian layangkan akan kami balas dengan instan dan kalian bersiaplah menunggu kemarahannya Samudera," balas Winda Anjani dengan wajahnya yang mulai memperlihatkan kebahagiaan jika usahanya akan segera berhasil sesuai dengan harapan.


"Tapi Kok bisa yah paman Heru sama sekali terdiam dan tidak melarang kalian atau apa kalian berpura-pura baik di hadapannya Paman Heru yang bertindak dan berperilaku yang sangat baik di depannya hingga keburukan dan kesalahan besar kalian tidak tercium oleh paman dan mungkin kamu memberikan obat dari dukun agar Paman Heru manut dengan semua kejelekan kalian berdua," terang Susanti yang ikut menimpali perkataan yang lainnya.


"Kami tidak mau ambil pusing, tidak mau mendengar bullyan dari kalian tapi satu hal yang perlu kalian ketahui akan segera terjadi perang dunia ke tiga antara pak Ardi, Willy Widianto Ardiansyah dan Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon tidak lama lagi," pungkasnya Bu Linda.


"Kami tidak akan pernah mengijinkan dan membiarkan hal itu terjadi selama kami masih hidup dan kami bernafas jadi jangan banyak dan bermimpi yang tinggi pula," sahut Pak Doni.


"Ayo kita segera ke rumahnya pak kepala Desa sebelum terlambat," perintah Pak Anton yang berusaha untuk mencegah perpecahan dan pertikaian antara Sam dengan Willy.

__ADS_1


Mereka terburu-buru berjalan dan meninggalkan depan lokasi Tokonya Seana dan bergegas ke rumahnya Ibu Melati dengan perasaan yang sangat takut, cemas dan khawatir.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama

__ADS_1



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


__ADS_2