Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 147


__ADS_3

Hesti dan Daniel abangnya Zahra menjalin hubungan sudah hampir tiga tahun lebih itu. Mereka juga sudah merencanakan pernikahan jika Hesti sudah lulus kuliahnya.


"Apa sih hubungannya dia dengan Zameera dan juga kenapa dia tahu kesukaannya juga Zahra saya pun baru tahu itu kemarin Mamanya Zameera Tante Fauziah," batinnya Arlando dengan tatapan menyelidik penuh arti ke arah Samudera.


Resti menatap mereka satu persatu secara diam-diam,"Kenapa mereka diam-diam saling bertatapan? Apa pria itu yang menjadi tunangan rahasianya Zahraha selama ini yang dikatakan oleh Abang Fauzan yah?" Restiana ikut membatin mengingat perkataan dari kekasihnya itu.


Restia dengan Fauzan Alfatih Farhan Lubis abangnya Zaheera Azzahrah menjalin hubungan sudah hampir tiga tahun lebih itu. Mereka juga sudah merencanakan pernikahan jika Hesty sudah lulus kuliahnya.


"Apa sih hubungannya dia dengan Zahra dan juga kenapa dia tahu kesukaannya Aza, Saya pun baru tahu itu kemarin dari Mamanyya Aza Tante Fauziah," batinnya Arlando Diego Lukman dengan tatapan menyelidik penuh arti ke arah Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon.


Aza menatap tidak percaya ke arah Sultan yang sangat tahu makanan favoritnya. Tanpa banyak pikir lagi dia menyantap makanan yang ada di depannya terlebih dahulu menyingkirkan gado-gado yang sudah dipesan terlebih dahulu oleh Arlan khusus untuknya.


Zahrah memilih mie instan rasa soto ayam yang masih mengepul asapnya dengan topping bakso, telur sebutir serta sayur sawi dengan daun bawang serta bawang goreng menjadi pelengkapnya.


Zaheera Zahrah menikmati makanan itu seakan-akan dia berada di dalam rumahnya sendiri. Sam sangat yakin jika perempuan yang di depannya itu adalah istrinya tercinta yang menghilang saat berobat ke Ibu Kota Jakarta. Senyuman bahagia selalu muncul dari sudut bibirnya itu.


Beeppp..


Hpnya yang tergeletak di atas meja makan bergetar. Samudra buru-buru mengambil hpnya secepatnya lalu membuka aplikasi chattingnya. Tatapan penuh tanda tanya, dari empat orang yang berada di sekitarnya sama sekali tidak dihiraukannya.


Samudera tersenyum penuh arti saat mengetahui dan membaca isi pesan chat dari Anggara sahabat sekaligus calon adik iparnya merangkap jadi asisten pribadinya itu.


"Aku sangat yakin jika dia adalah istriku, aku tidak akan ijinkan siapa pria yang berusaha untuk mendekati dan menyentuh secuil pun kulitnya," gumam Sam dengan tatapannya tertuju pada Aza yang masih setia dengan sendoknya yang menyuapi mulutnya.


Semua mata melotot saat Aza meraih mangkok yang ke-dua. Meryana Salsabila Rusman dan yang lainnya terperangah terkejut bukan main melihat nafsu makannya Aza yang hampir menghabiskan mie instan yang kedua.


Liliana Lim Edward tersenyum tipis,"Ya elah… ini orang makan doyang apa kelaparan sih?" Cicitnya Lili yang masih mampu didengar oleh kelima yang lainnya.


Aza yang mendengar perkataan dari Lili hanya menatap ke arahnya dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


"Aku baru tahu kalau Aza menyukai mie yang seperti ini," Lirihnya Resti.


Resty pun memanggil pelayan kantin yang bersiap untuk memesan makanan yang seperti yang dimakan oleh Aza. Dia sampai menelan salivanya melihat betapa lezat dan nikmat mie instan tersebut dengan sajian yang begitu lengkap dan apik di dalam wadah mangkuk.


Restiana melihat ke arah Mbak pelayan, "Mbak sini dong," panggilnya Resty yang sudah tidak mampu menahan godaan dari kelezatan makanan itu.


Yang lain pun ternyata penasaran dengan rasa nikmat yang menggugah selera mereka. Padahal hanya semangkok mie instan biasa saja tapi, tampilannya yang sungguh menggugah selera makan siapa saja.


"Ada apa Mbak, apa masih ada yang ingin dipesan?" Mbak itu berucap sambil mengambil buku catatan serta pulpennya yang sudah bersiap untuk mencatat pesanan mereka.


Mery langsung menjawab pertanyaan dari pelayan tersebut yang mendahului Hesty, "Kami juga pesan mie seperti itu yang dinikmati teman kami," ujarnya dengan menunjuk ke arah Aza yang bersemangat untuk menghabiskan dua mangkuk mie.


"Ok ditunggu yah Mbak, kami akan segera membuatkan sesuai pesanan Mbak," jawab Mbak Pelayan itu.


Dia segera berjalan meninggalkan meja mereka. Sedangkan Aza sama sekali tidak terusik dari perbincangan mereka sedikit pun. Hingga suara sendawa yang meluncur begitu saja dari bibirnya Aza mampu membuat mengalihkan perhatiannya mereka kembali.


Zameera Azzahraha hanya cengengesan sembari tersenyum ke arah yang memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih dan tersusun dengan rapi.


Lili dan yang lainnya terperangah dan terkejut dan tidak menyangka jika Aza yang cantik ayu nan jelita dengan tutur katanya yang penuh kelembutan ternyata hobi makan mie instan sampai dua mangkuk.


"Aku harus secepatnya mungkin untuk mendekati keluarganya jika tidak aku bisa kalah star dan akan ditikung oleh pria lain," Sam membatin tapi senyuman smirknya selalu ia nampakkan hanya untuk Aza seorang.


"Maaf sedari dulu, aku memang sangat suka makan mie instan seperti ini dan sering sekali diberikan oleh seseorang kalau tiba-tiba lapar," jelasnya Aza dengan senyuman khasnya yang membuat meleleh hati Abang Samudera dan Arlando.


"Kalau seperti ini, aku harus segera meminta tolong kepada papa untuk melamar Aza sebelum ada pria lain yang mendahuluiku," batin Arlando Diego Rahmany raut wajahnya yang berubah serius dengan sedikit guratan kecemasan sekaligus ketakutan yang muncul dalam waktu yang bersamaan.


Berselang beberapa saat, pesanan mereka kembali datang. Semua mata keempat orang itu berbinar bahagia seketika itu melihat pesanan makanan mereka yang sudah tersaji di depan matanya.


"Lezat," puji Liliana Lim Edward.

__ADS_1


"Wow sepertinya sangat enak," timpal Meryana Salsabila Rajab.


"So jussi dan pastinya nyami yang mengenyangkan perut," terang Restiana Arinda yang memuji makanan tersebut.


Beda orang, beda cerita, beda porsi, beda prinsip. Nikmati apa yang kamu jalani sekarang, karena pohon yang besar untuk tumbuh butuh proses yang panjang.


Berselang beberapa saat, pesanan mereka kembali datang. Semua mata keempat orang itu berbinar bahagia seketika itu melihat pesanan makanan mereka yang sudah tersaji di depan matanya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama

__ADS_1



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


__ADS_2