Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 139


__ADS_3

Dokter Wanda Hamidah Hasan setelah menerima teleponnya kakak iparnya segera menuju ruangan ugd. Dia pun ikut khawatir dengan keadaan Zameera setelah mendengar penjelasan dari Pak Farhan.


"Apa ada yang memaksanya untuk mengingat kejadian masa lalunya sehingga hal ini bisa terjadi?" Gumam Dok Wanda yang mempercepat langkah kakinya.


Raut wajahnya tampak sangat serius dan mencemaskan beberapa kemungkinan besar yang bisa terjadi pada kondisi psikis dan fisik dari Zameera putri tunggalnya itu.


Dokter menatap kakaknya Bu Fauziah,"Apa ada yang memaksanya untuk mengingat kejadian masa lalunya sehingga hal ini bisa terjadi?" Gumam Dok Wanda yang mempercepat langkah kakinya.


Raut wajahnya tampak sangat serius dan mencemaskan beberapa kemungkinan besar yang bisa terjadi pada kondisi psikis dan fisik dari Zameera Azzahrah Farhan.


Azzahrah masih meringkuk di atas bangkar rumah sakit. Sesekali meringis kesakitan dan meremas kepala dan rambutnya acak-acakan untuk menekan sakitnya yang semakin lama semakin tak terkendali dan tak tertahankan.


"Mama!!! Sakit!!" Teriaknya yang kondisinya semakin membuat miris dan sedih melihatnya.


"Apa yang terjadi sebenarnya Mbak?" Tanyanya Dokter Wanda Hamidah Hasan setelah sampai di depannya Zameera yang melihat Zameera mengeluh kesakitan.


Air matanya Pak Farhan Faris dan Bu Fauziah Azizah Hasan semakin mengalir deras tak henti-hentinya. Mereka sangat sedih melihat kondisi dari putri tunggalnya yang sudah hampir tiga jam menderita kesakitan.


"Tadi, Mbak hanya sekedar bertanya kepadanya apa yang kamu ingat setelah itu dia langsung mengeluh kesakitan tak tertahankan dan semakin parah seperti itu," jelasnya Bu Fauziah lalu menunjuk ke arah Aza dengan menggunakan kepalanya diiringi dengan sekali sesegukan.


"Suster kita harus secepatnya berikan suntikan penenang dengan obat penahan rasa sakit," perintahnya kepada salah satu perawat yang ada di sana.


"Baik Dokter," balasnya lalu segera melaksanakan sesuai petunjuk dari perintah Dokter Wanda.


Pak Farhan dan Bu Fauziah sangat sedih melihat penderitaan Aza yang hari ini cukup membuat mereka kelimpungan. Beberapa saat kemudian, tubuhnya Aza berangsur membaik, dia hanya sesekali meringis kesakitan dan tidak seperti sebelumnya ketika belum disuntikkan beberapa macam obat.


"Wanda bagaimana dengan kondisi putriku?" Tanyanya Bu Fauziah.


"Alhamdulillah sudah bisa tenang dan nyeri sakit yang tidak tertahankan dibagian kepalanya sudah berangsur membaik,' ujarnya.

__ADS_1


Pak Farhan bahagia tersenyum tipis, "Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu keadaannya," timpal Pak Farhan.


"Mbak sama Mas harus ikut bersamaku ke ruanganku ada yang penting ingin aku bicarakan dan ini mengenai dan berhubungan dengan kondisinya Aza," tuturnya Dokter Wanda.


"Baik kami berdua akan segera ke sana," jawab Bu Fauziyah.


"Daniel tolong urus semua kepindahan adikmu ke dalam kamar perawatan Papa sama Mama akan ke ruangan tantemu, gak apa-apa kan kami tinggal sebentar?" Tanyanya Pak Farhan kepada anak sambungannya tapi melebihi anak kandungnya sendiri.


"Serahkan semuanya kepada Daniel Pa, insya Allah.. aku masih mampu untuk menangani semuanya," pungkasnya Daniel dengan senyumannya agar ke dua orang tuanya tidak khawatir dengan keadaan adik sambungnya itu.


Pak Farhan dengan Bu Fauziah segera mengikuti langkah kakinya Wanda hingga ke dalam ruangannya. Ada banyak perasaan yang muncul di dalam benaknya mereka.


"Silahkan duduk Mbak," ucap Bu Dokter Wanda.


Pak Farhan dan Bu Fauziah memperhatikan dengan seksama raut wajahnya Wanda setelah membaca beberapa lembar kertas tentang kondisi kesehatan dari Azzahrah. Dia kadang mengerutkan keningnya dengan alisnya kadang dia nampak tegang dan keheranan dan banyak lagi laporan yang baru terkuak mengenai kesehatannya Aza.


"Jadi bagaimana dengan kondisi putriku Wand" tanyanya Pak Farhan yang sangat mencemaskan kondisi dari putri semata wayangnya itu.


"Iya Wanda tolong beritahu kami sangat takut melihatnya seperti itu,apa kami kurang menjaganya sehingga seperti ini jadinya?" Ungkap Bu Fauziyah.


Wanda sebelum menjawab pertanyaan dari dua orang anggota keluarganya itu dia menatap balik ke arahnya mereka.


"Kondisinya cukup parah tapi Untung segera dilarikan ke rumah sakit," jawab Wanda lalu kembali mengalihkan perhatiannya ke arah berkas rekam medisnya Zameera Azzahra.


"Astagfirullah ya Allah… kenapa bisa seperti ini padahal beberapa hari ini dia tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda muncul yang tidak baik," jelasnya Bu Fauziah sembari menutup mulutnya yang terkejut mendengar penuturan dari Wanda.


Air matanya kembali menetes membasahi pipinya. Ia tidak ingin melihat ada anaknya yang mengalami hal seperti itu walaupun Aza hanyalah anak dari suami keduanya yaitu Pak Farhan. Tapi, rasa sayangnya sangatlah tulus dia berikan untuk putri sambungnya tersebut.


Pak Farhan mengelus punggung tangan milik istrinya itu yang sama-sama membutuhkan ketenangan untuk lebih sabar menghadapi segala ujian dan cobaannya Tuhan Yang Maha Esa. Aza adalah anaknya Pak Farhan dari istri pertamanya yang ada di kampung.

__ADS_1


Walaupun bukan lah dia yang melahirkan langsung tapi kasih sayang dan cinta kasihnya Bu Fauziah tidak perlu lagi diragukan apa lagi sejak dulu dia sangat mendambakan kehadiran seorang anak perempuan di dalam keluarganya. Dan mengingat setelah dia melahirkan putra keduanya sekaligus anak bungsunya dari suaminya Farhan dia sudah divonis tidak bisa hamil lagi.


"Aku sangat menyayangi Zameera ya Allah… tolong sembuhkan lah semua penyakitnya putriku walaupun dengan biaya yang sangat mahal pun Aku akan berikan yang penting putriku sembuh," Bu Fauziah membatin dengan raut wajahnya sendu.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


__ADS_2