Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 7


__ADS_3

"Winda bersiaplah Nak! kita akan menjenguk Sea terlebih dahulu di rumah sakit lalu kita ke kantor polisi melihat kondisi Abangmu," jelas Bu Melani kepada putrinya itu.


Winda hanya menganggukkan kepalanya lalu segera berjalan tergesa-gesa ke arah kamar pribadinya. Ibu Melani terduduk kembali ke atas kursinya. Air matanya perlahan menetes membasahi pipinya. Bulir cairan bening itu tanpa aba-aba langsung mengalir begitu saja.


"Semoga saja Sea tidak parah penyakitnya nantinya bisa dan bersedia memaafkan Willy atas perlakuan kasarnya yang telah melukai hati nurani dan fisiknya Sea," lirihnya yang masih menangis tersedu-sedu di tempatnya.


Ibu Melani sangat sedih melihat kondisi Seana yang belum sadarkan diri setelah menjalani operasi di bagian kepalanya. Selang infus terpasang di tangannya dan hidungnya.


"Ya Allah… sembuhkanlah Sea dari penyakitnya jangan biarkan dia tersiksa gara-gara kesalahan dari putra hamba," batinnya Bu Melani.


Beberapa masyarakat yang datang menjenguk langsung dan melihat kondisi Seana cukup terpukul karena menurut mereka Sea gadis yang baik hati dan sopan sehingga mereka ikut sedih dan terpukul melihat hal tersebut.


Satu persatu warga masyarakat dan tetangganya datang secara bergantian ke rumah sakit untuk melihat dan sekalian menjaga Sea yang anak yatim piatu itu. Hanya saudara dari ibunya saja satu-satunya keluarga terdekatnya yang dimilikinya tetapi, istri dan putrinya sangat jahat kepada Seana selama ini.


Beberapa hari kemudian, kondisi Seana sudah sadar dari komanya, walaupun belum bisa berbicara normal seperti biasanya tapi, sudah ada kemajuan yang dicapai selama kurang lebih 10 hari dirawat intensif di RS.


"Syukur Alhamdulillah.. Mbak Sea sudah sadarkan diri," ucap syukur Salsa yang melihat langsung detik-detik saat Sea tersadar dan membuka perlahan kelopak matanya itu.


"Masya Allah, Alhamdulillah makasih banyak ya Allah atas segala mukjizat yang Engkau berikan kepada kami, Engkau telah bermurah hati menolong Mbak Sea bisa terbebas dari komanya," timpal Sandi.


Kabar gembira tersebut dengan cepat tersebar di seantero jagat kampung halamannya itu. Salsa dan Sandi bergantian setiap hari bahkan setiap saat menghubungi nomor hpnya Samudera tapi, selalu tidak aktif dan menuai kegagalan.


"Abang! Bagaimana ini nomor hpnya Abang Sam belum aktif juga, aku takut jika Abang tahu dari orang lain pasti akan sangat marah," ujarnya Salsa dengan sedih.


"Kamu harus sabar dan banyak berdoa agar kita mendapatkan jalan keluar yang terbaik dari ujian dan cobaan ini," pungkasnya Sandi.


Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka lebar dan masuklah beberapa tetangganya yang telah mendengar berita kejadian tersebut. Mereka terenyuh dan sedih melihat ada beberapa anggota tubuhnya Sena yang terluka.

__ADS_1


Mereka dibuat terkejut saat sesekali Sea meringis menahan sakitnya luka yang dideritanya itu. Ia histeris dan menjerit keras mengeluh kesakitan sambil memegang kepalanya.


"Aahhhh!!! Sakit!!" Pekiknya Seana.


Ibu Widya dan lainnya satu persatu memeluk tubuh dari Sea secara bergantian.


"Sea kamu harus sabar Nak, insya Allah ada hikmah dibalik semua ini," tutur Ibu Widya yang sangat sedih melihat kondisi dari mental dan psikologis Sea yang tidak stabil bahkan fisiknya pun sangat parah.


"Iya Sea, kamu tidak sendirian nak,ada kami yang akan selalu membantu dan menjagamu selama di rumah sakit, jadi kamu tidak perlu khawatir," timpal Ibu Narti yang air matanya menetes saking sedihnya melihat Sea.


"Kalau menurut saya, tidak boleh diberikan hukuman yang ringan terhadap pelakunya," sahut Pak Yono suaminya Bu Mina.


"Betul apa yang dikatakan bapak,saya sangat geram dan marah melihat kebiadaban dan perlakuannya terhadap Sea yang sama sekali tidak bersalah dan tidak punya dosa sedikitpun kepada pelakunya tapi, dengan teganya bertindak seperti seekor binatang saja," umpat Ibu Tijah yang marah dengan mengumpat otak dari pelakunya.


Ibu Melani yang mendengar langsung dari perkataan beberapa warga masyarakat sangat sedih dan tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi.


"Ya Allah… sabarkan dan kuatkan lah hatiku untuk menerima segala cercaan dan caci maki serta ghibah dari orang lain," cicitnya.


Ia kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut. Dia berpura-pura tidak mendengar perkataan dari orang-orang tersebut yang sangat mampu membuat hatinya hancur berkeping-keping dan sedih. Seakan-akan jatuh kedalam kubangan lumpur hitam saja.


Ibu Melani segera mendudukkan tubuhnya di atas ranjang tempat Seana berada. Dia mengelus punggung dari Sea penuh dengan kasih sayang dan kehangatan.


Tapi, apa yang dilakukannya ternyata membuat Seana bereaksi dengan mendorong tubuhnya Ibu Melani lalu beringsut menjauh hingga tubuhnya bersandar ke sandaran bangkar rumah sakit.


"Pergi!!! Aku tidak ingin melihatmu ada di sini," pekik Sea lalu menunjuk ke arah Ibu Melani.


Beberapa orang yang kebetulan berada di dalam ruangan tersebut langsung tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Sea.

__ADS_1


"Jangan dekati aku!!! Aku tidak kenal kalian terutama kamu!!" Teriak Seana lagi sambil menunjuk ke arah Bu Melani berada yang terdiam tak bergeming di tempatnya.


...****************...


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2