
"Semoga kalian bahagia dan langgeng sampai kakek nenek, Paman bahagia jika melihat kalian nantinya bersanding di pelaminan dan menurut Paman Raja adalah pria yang baik dan cocok untukmu." Batin Pak Herman yang melihat interaksi mereka.
Samudra bersyukur karena mendapatkan gadis yang perhatian padanya dan baik hati walaupun mereka akan menikah tanpa adanya cinta dan kasih sayang dari keduanya.
"Ya Allah… kalau gadis kecil ini yang akan menjadi pendampingku hingga tutup usiaku maka dekatkanlah dia padaku ya Allah… dan satukanlah kami di dalam hubungan halal yang Engkau ridhoi," Ocean membatin dalam diamnya.
"Nak Sam, kami pamit pulang dulu, insya Allah besok pagi kami akan datang saat kalian akan menikah," ucap Pak Herman pamannya Sea.
"Makasih banyak atas semuanya Paman, saya sangat menyukai masakan istrinya Paman," balasnya Sam dengan senyumannya.
"Maaf Sam, ini semua yang kamu makan masakan bibinya Sea tapi, bukan istriku, kebetulan istriku tidak pintar masak," jawabnya Pak Herman dengan sedikit malu.
Seana hanya tersenyum ke arah Sam dan langsung pulang tanpa mengucapkan kata pamit terlebih dahulu. Seana cukup segan dan malu untuk bersalaman atau pun lebih dekat dari waktu dia menyuapkan makanan untuk Samuderaa.
Hatinya masih enggan untuk berdekatan dengan Raja karena belum ada hubungan yang mengikat mereka. Tinggallah Sam seorang diri, dia masih merenungi nasibnya dengan menatap nanar ke arah luar jendela.
"Semoga ini awal yang baik untuk semuanya." Sam membatin.
Sea mengambil sepedanya yang terparkir di tempat biasa. Dia masih memikirkan keputusannya dan apa yang akan dia katakan jika suatu saat nanti Willy pulang'dari kota saat pendidikan gekaey sarjananya sudah Willy dapatkan.
Sea tidak langsung pulang ke rumahnya, malah dia mengayuh sepedanya ke Pantai. Dia ingin mengingat terakhir kalinya kebersamaannya bersama dengan Willy pria yang akan menjadi mantan tunangannya itu.
Seana sudah bertekad dan memutuskan untuk tidak akan mengungkit atau pun mengingat kembali masa kebersamaannya sewaktu mereka pacaran, walaupun hal itu sangat sulit untuk dia lakukan.
__ADS_1
Angin sepoi-sepoi menyambut kedatangannya, angin itu menerpa wajahnya dan menerbangkan anak rambutnya hingga menerpa wajahnya yang berkilauan terkena sinar matahari. Dingin angin serta panasnya cahaya mentari siang hari itu tidak membuatnya untuk goyah dari tempatnya berdiri.
"Abang, maafkan saya Abang bukannya aku tidak mencintai Abang lagi ataupun menghianati cinta kita dengan menerima lamaran dari pria lain, tapi Sea terpaksa untuk melakukannya," lirihnya dengan linangan air matanya yang sudah membasahi pipinya.
Dia sudah duduk di ujung dermaga sambil memainkan air dengan kedua kakinya hingga wajahnya terkena cipratan air. Ia masih muda, tapi sudah harus dihadapkan pada cobaan yang begitu besar.
Umurnya yang baru menginjak sembilan belas tahun, harus siap untuk menikah dengan seorang pria yang tidak dikenalnya yang bekerja di area proyek yang ada di kampungnya.
"Ya Allah… semoga pernikahanku ini bertahan hingga akhir waktu seperti bapak dan ibu yang hanya maut memisahkan cinta mereka, dan lindungilah pernikahan kami nantinya dari segala fitnah dan hal yang tidak baik." Batinnya Sea yang berharap besar dan tinggi dalam pernikahannya nanti untuk kedepannya.
Perlahan matahari sudah condong ke arah barat, cahayanya kemilauan menerpa wajahnya hingga dia refleks menghalau sinar mentari yang mengenai matanya dengan telapak tangannya. Sunset sore hari itu sangat cantik, sehingga siapapun yang melihatnya akan betah berlama-lama hingga sore hari.
"Kak Seana!!!" Teriak seseorang yang berlari ke arahnya.
Sea yang mendengar seruan namanya dipanggil segera menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut. Seana masih tidak bergeming ditempanya sedikit pun hanya sekedar melirik sekilas ke orang itu.
"Ada apa Zul? Sehingga kamu mesti berlarian sambil berteriak apa sudah tidak bisa tenang dan istirahat dulu baru bicara," kesalnya dengan menatap jengah kearahnya Zul.
"Maaf Kak," jawabnya dengan cengengesan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
ΩΩΩΩΩΩΩΩ
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
__ADS_1
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…