Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 144


__ADS_3

"Ya Allah... kenapa ada rasa rindu yang sangat saat menatap ke dalam kedua bola matanya," Zameera Azzahrah membatin sambil mengaduk makanannya yang sama sekali belum menyentuh sedikit pun juga.


Arlando yang melirik ke gadis yang selama ini dia diam-diam suka terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu membuatnya sedikit kesal dan cemburu.


"Kenapa aku merasa Zameera tertarik pada pria yang menolongnya tadi? tapi, moga saja itu hanya feeling dan perasaan aku semata tidak bakal jadi kenyataan," Arlando ikut membatin seketika itu.


"Ya Allah... kenapa ada rasa rindu yang sangat saat menatap ke dalam kedua bola matanya," Zameera Azzahrah Farhan Lubis membatin sambil mengaduk makanannya yang sama sekali belum menyentuh sedikit pun juga.


Arlando Hasyim Ashari yang melirik ke gadis yang selama ini dia diam-diam sukai terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu membuatnya sedikit kesal dan cemburu.


"Kenapa aku merasa Zameera tertarik pada pria yang menolongnya tadi? tapi, semoga saja itu hanya feeling dan perasaan aku semata tidak bakal jadi kenyataan," Arlan ikut membatin seketika itu.


Setelah melakukan meeting bersama dengan pemilik kampus. Ia kembali ke dalam mobilnya. Ocean Samudera Dirgantara segera mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Hari ini dia akan mengikuti kemanapun perginya perempuan yang sangat mirip dengan Aza istrinya.


"Aku harus tahu dia itu siapa, karena aku yakin dia pasti ada hubungan dengan Istriku," gumamnya Samudera setelah mengganti pakaiannya.


Sang asisten pribadinya sedari tadi memperhatikan gerak geriknya. Tanpa ada niat berani untuk berkomentar.


"Bryan, tolong bawa pulang mobil ini lalu suruh pak Jailani untuk bawa mobil pribadinya ke sini, aku ingin meminjam mobilnya itu," pintanya kepada Bryan Noah Adam.


"Baik Bos, perintah segera dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dari Bos," pungkasnya Noah.


Samudra mempercepat langkahnya untuk kembali ke dalam lokasi area kampus di sekitar kantin.

__ADS_1


"Semoga saja, Seana masih ada di sana," batinnya Samudera.


Dengan langkah yang pasti, senyuman tipis yang selalu mengembang di wajah gantengnya itu. Dia berjalan ke arah dalam dengan tatapan mata yang memuja dan mendamba dari semua mahasiswi yang melihatnya.


Mereka mengagumi pahatan wajah yang hampir sempurna itu. Tidak ada satupun pertanyaan yang bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika Sam berlalu dari hadapannya. Semua mata takjub dan kagum akan ketampanannya yang paripurna itu.


"Aku akan menghubungi Juanda Anggara Aryadi setelah dari sini dan meminta dia mencari tahu siapa perempuan yang sangat mirip dengan Sea istriku," lirihnya.


Sam melihat Aza dan teman-temannya masih duduk menikmati makanan dan minumannya. Ia pun memesan makanan sebelum bergabung dengan mereka.


"Zameera apa kamu baik-baik saja?" Pandangan Arlando menelisik ke arah Zahrah yang belum mulai menyentuh makanannya sedikit pun.


Zahrah yang ditegur oleh Arlan hanya membalas menatap seperti biasa dengan memberikan senyuman khasnya yang mampu membuat hatinya Arlan klepek-klepek.


Sam yang melihat hal tersebut spontan marah dan merasa cemburu. Dia menggertakkan dan menggerakkan giginya, tangannya mengepal dan mencengkeram kuat saking merasa tidak suka dan cemburunya jika istrinya tersenyum manis seperti itu untuk pria lain.


Sam menarik kursi yang kebetulan kosong tepat di depan Aza dan di samping kirinya Mery Samantha Sera. Mery yang menyadari hal tersebut, segera menghentikan aktivitasnya untuk menyelesaikan makan siangnya.


"Ganteng," Mery membeo melihat Sam mengambil tempat duduk lalu bergabung dengan mereka.


Semua orang yang mendengar perkataan dari Mery spontan mengalihkan pandangannya ke arah depannya Zamera. Sam yang diperhatikan oleh beberapa perempuan terutama Aza semakin menebar pesonanya.


"Maaf aku tidak minta izin pada kalian terlebih dahulu untuk duduk diantara kalian, semua kursi sudah terisi penuh dan full di sekitar kantin jadi aku…" perkataan dari Samuderan belum selesai karena Mery sudah menyela penjelasannya itu.

__ADS_1


"Oh tidak apa-apa kak, kami merasa tidak keberatan kok dengan kehadiran kakak disini," Jawabnya Mery dengan wajah centilnya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama

__ADS_1



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


__ADS_2