Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 123


__ADS_3

"Bapak tidak percaya dengan anak sendiri, karena filing Ibu ada orang yang telah meracuni dan memprovokasi Anjas, sehingga khilaf berbuat nekat yang berakibat fatal," ungkap Bu Melati yang sangat yakin dan percaya jika ada orang lain lagi yang mengatur semuanya.


"Kalau menurut kamu seperti itu maka lakukan saja yang terbaik bapak juga terlalu malu menanggung semua akibat dari perbuatan putramu," ujar Pak Ardi.


"Ibu akan membuktikan semuanya sampai Ibu dapat bukti yang kuat jika ini semua bukan kesalahan sepenuhnya putra kita Mas dan Ibu akan melakukan apapun agar putraku bisa bebas dari penjara dan aku akan membalas perbuatannya orang itu hingga hidup dia hancur," kilah Bu Melati dengan keyakinan yang kuat jika putranya bisa terbebas dari semua tuduhan.


"Mari kita secepatnya berpencar untuk mencarinya hingga kita ketemu dengan Seana" jelas Pak Ardi.


"Ya Allah… jaga dan lindungilah Seana, dia anak yang baik dan sedang sakit bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak baik padanya," ucap Bu Mina yang sangat menyayangkan kejadian ini terjadi dan menimpa Seana yang begitu malang nasibnya.


Hingga tanpa diketahui oleh Seana ada mobil yang berhenti saat melihatnya terduduk seperti orang gila di trotoar. Orang itu segera mengulurkan tangannya ke hadapan Seana.


"Aku yakin Aza akan baik-baik saja karena dia anak yang baik, dan semoga dia selalu dalam lindungan Allah SWT," harap Ibu Mina yang sudah menangis tersedu-sedu memikirkan nasibnya Aza yang menghilang.


Hingga siang berganti malam, sinar rembulan malam telah menyinari bumi indonesia bagian barat. Pencarian mereka masih belum berhasil juga dan tidak ada sedikit pun petunjuk yang mereka dapatkan.


"Bagaimana ini Pak, kita belum berhasil juga menemukan Seana," keluh kesahnya Bu Melati yang pasrah dengan keadaan dan ingin menyerah mencari Seana.


"Besok pagi kita ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan Sea," balas Pak Ardiansyah Saputra yang diam-diam menetaskan air matanya.


"Ya Allah… aku harus bilang apa jika suatu saat nanti Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon pulang dan mencari Istrinya kelak? Padahal aku sudah berjanji padanya untuk menjaga Sea untuknya selama dia pergi," Pak Ardi membatin.


Ibu Melati yang melihat raut wajah suaminya yang berubah sendu itu segera memegang genggaman tangannya Pak Ardi.


"Ibu yakin bapak sangat sedih, ibu pun sama halnya dengan yang dirasakan oleh bapak, tapi apa lah daya kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari Sea yang tiba-tiba menghilang entah kemana rimbanya," tutur Ibu Meylani yang sangat sedih dan kecewa karena telah lalai menjaga Seana.

__ADS_1


"Pak Ardi apa ada nomor telpon yang bisa dihubungi untuk menelpon nomor hpnya Raja, karena sebaiknya kita tanya semua kondisi kesehatan dan berita kehilangan istrinya saja, alangkah ganjal dan tidak baiknya jika dia tahu nantinya dari orang lain yang bisa memperparah keadaan," ungkap Pak Anton yang memberikan usul dan saran kepada mereka.


"Itu ide yang baik sekali, tapi yang jadi masalah besar adalah, saya sama sekali tidak mengetahui nomor hp yang bisa dihubungi untuk menelpon Samudera," terangnya dengan sedih dan menyesal karena dulu lupa memintanya.


Bu Hana melirik sekilas ke Susanti, "Santi apa hpnya Sea sama kamu!" Tanyanya Bu Hana.


Santi tersentak kaget ketika dilayangkan pertanyaan kearahnya, "Eeehh aku tidak mengambil hpnya Mbak Sea dan sejak kemarin Mbak Sea mencari keberadaan handphonenya tapi tidak ketemu juga, aku sudah mencoba untuk menelponnya tapi selalu tidak aktif atau berada di luar jangkauan nomornya Bu," jawabnya dengan kecewa karena satu-satunya harapan mereka menuai kegagalan dan tidak berhasil.


Mereka kemudian saling berpandangan satu sama lainnya. Mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi. Mereka hanya bisa berharap dari pihak kepolisian semoga pihak polisi bisa membantu menyelesaikan masalah besar tersebut.


"Beginilah rasanya jika berada di kampungnya orang lalu kita mendapatkan ujian dan cobaan yang cukup besar, tidak ada yang bisa kita lakukan hanya bisa bersabar dan perbanyak berdoa dan tawakal berserah diri kepada Allah SWT," tutur Pak Toni yang juga sedih.


"Kasihan Seana sejak kecil sudah menderita selama bapak dan ibunya meninggal dunia hingga perlakuan kasar dan kekerasan yang sering kali dia dapatkan dari bibinya sendiri, oercobaan penganiyaan yang berakibat trauma hingga sekarang menghilang entah kemana perginya," timpal Bu Mina.


"Iya benar sekali apa yang Ibu katakan, anak yang tidak bersalah sedikit pun dan baik hati harus hidup dengan penuh perjuangan di usianya yang masih sangat muda 19 tahun," sahut Pak Anton.


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away.. 1. Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.



Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.



Syaratnya Wajib: Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.

__ADS_1


Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama


__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


__ADS_2