Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 121


__ADS_3

"Bapak tidak percaya dengan anak sendiri, karena filing Ibu ada orang yang telah meracuni dan memprovokasi Anjas, sehingga khilaf berbuat nekat yang berakibat fatal," ungkap Bu Meylanti yang sangat yakin dan percaya jika ada orang lain lagi yang mengatur semuanya.


"Kalau menurut kamu seperti itu maka lakukan saja yang terbaik bapak juga terlalu malu menanggung semua akibat dari perbuatan putramu," ujar Pak Ardi.


"Ibu akan membuktikan semuanya sampai Ibu dapat bukti yang kuat jika ini semua bukan kesalahan Willy sepenuhnya Mas dan Ibu akan melakukan apapun agar putraku bisa bebas dari penjara dan aku akan membalas perbuatannya orang itu hingga hidup dia hancur," kilah Bu Meylanti dengan keyakinan yang kuat jika putranya bisa terbebas dari semua tuduhan.


"Kalau masalah hukumannya Willy Widianto Ardiansyah, ibu sama bapak tidak perlu risau dengan semua itu, karena bagi saya semua orang sama di depan mata hukum tidak ada perbedaan sedikit pun, jadi kalian perlu hanya fokus pada penyembuhan Sea dan saya berjanji akan membantu untuk membiayai perawatan Sea selama di Jakarta," terang Pak Ardiansyah Saputra dengan tegas.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, kami sangat bahagia karena mendengar perkataan dari Pak Desa, dan semoga Seana segera sembuh dan tidak akan ada lagi kejadian seperti ini dikemudian hari nantinya," harap Bu Mirna sama dengan yang lainnya.


"Baiklah kalau begitu kita putuskan besok subuh ba'da shalat subuh kita star dari sini, untuk biaya pulang pergi biar aku yang tangani semuanya," jelas Pak Ardi.


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu Pak Desa, karena terus terang kami sangat ingin ke Jakarta untuk mengantar Seana berobat di Ibu kota Pak, tapi kendalanya dengan biaya dan kedua tempat nginap kalau sudah sampai di sana dan yang ketiga kami tidak punya banyak waktu untuk jaga Sea," timpalnya Bu Hana.


"Katanya Riswanto sama Susanti yang akan menjaga Seana hingga sembuh total selama pengobatan dan terapinya nanti Pak dan usulan mereka sangat membantu kami sehingga kami sedikit bisa bernafas lega mendengarnya," pungkas Ibu Mina.


Setelah mereka bermusyawarah dan berbincang-bincang. Para emak-emak sama bapak-bapak sudah memutuskan untuk ikut bersama dengan rombongan mengantar Seana ke rumah sakit rekomendasi rujukan dari rumah sakit di tempat tinggalnya Sea RS daerah setempat yang ada di kabupaten.


Ada tiga mobil yang akan membawa mereka hingga ke Ibu Kota Jakarta. Tapi, mereka hanya cukup dua hari saja kebetulan. Mereka masing-masing punya kesibukan dan pekerjaan yang tidak mungkin mereka tinggalkan terlalu lama. Senja telah menyapa Bumi Pertiwi dengan cahayanya yang mulai berkilauan.


Ayam berkokok pertanda subuh telah datang menyapa. Ibu-ibu dan bapak-bapak yang akan ikut mengantar Azalina ke Jakarta telah bersiap bersama dengan barang-barang bawaan mereka pribadi masing-masing.


Untungnya tidak ada satupun dari mereka yang masih memiliki anak balita sehingga, tidak perlu kerepotan membawa dan mengurus mereka sehingga lebih leluasa dan mudah untuk pergi.

__ADS_1


"Santi bagaimana dengan Sea apa dia sudah siap?" Tanya Pak Ardi yang baru saja sampai di RS.


"Alhamdulillah sudah siap Pak Desa sedari tadi setelah kami selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah," jawab Santi dengan seulas senyumannya.


"Bu Mina tolong periksa baik-baik semua berkas yang nantinya akan dicari oleh dokter setelah kita bawa ia ke RS, jangan sampai ada beberapa berkas yang tertinggal dan kelupaan takutnya nanti akan menyulitkan proses pengobatannya," terang Pak Ardi selaku kepala Desa di kampungnya mereka.


Pak Doni tersenyum tipis, "Bagaimana kalau kita berangkat sekarang saja Pak Ardi kalau menurut kami lebih cepat lebih cepat lebih baik," ujarnya Pak Doni adik sepupu dari bapaknya almarhum Seana.


Pak Antoni menatap mereka satu persatu orang yang tidak ikut ke Jakarta sambil berucap, "Kalau gitu kami pamit dan tolong doakan agar dia secepatnya sembuh dari sakitnya dan segera pulang ke kampung untuk berkumpul dengan kita semua, amin," tutur Pak Toni.


Bu Aminah berharap,"Amin ya rabbal alamin, itu tentu saja Pak tanpa Bapak minta kami pasti akan doakan selalu yang terbaik untuk putri kita Seana," sahut Bu Amina.


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away.. 1. Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.




Syaratnya Wajib: Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.


Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:

__ADS_1



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


__ADS_2