Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 92


__ADS_3

"Aku akan membuktikan kepada Anda bahwa aku layak jadi asisten sekaligus sekretaris Tuan dan tidak akan pernah membuat Tuan kecewa dan menyesal dengan keputusannya Dokter Anggara," balasnya sebelum Samudra meraih handle pintu.


Samudera menolehkan kepalanya ke arah Firman yang balas menatapnya," Aku suka dengan perkataanmu, semoga saja kenyataannya seperti itu dan aku harap secepatnya kamu buktikan semua perkataanmu itu, jangan asal bicara saja," Sultan melangkahkan kakinya menuju ke arah luar setelah membalas perkataan dari asisten pribadinya itu.


"Anda akan menunkukkan kepada Bos kemampuan dan skill yang aku punya," lirihnya dengan smirk khasnya yang terbilang dingin.


Sam segera menelpon nomor hpnya Anggara untuk bertanya perihal tentang informasi terakhir yang dia dapatkan mengenai Sherly adiknya dan bundanya itu.


"Juan, dimana tempat terakhir kamu melihat Mama Atikah?" Tanyanya sambil masuk ke dalam mobilnya dengan hpnya yang masih setia di ujung telinganya.


"Seperti info terakhir yang aku dapatkan, katanya mereka berada di sekitar pinggiran kota Jakarta di jalan XX," jawab Anggara yang sudah berjalan ke arah alamat yang dia dapatkan dari anak buahnya.


"Oke, aku akan menuju ke sana, kita ketemu di sana saja," ucapnya dengan tersenyum bahagia karena telah berhasil menemukan titik terang keberadaan dari Bunda dan adiknya.


"Hati-hati," ujarnya lalu mematikan sambungan teleponnya.


Juanda Anggara Prasetiya sangat bahagia karena setelah beberapa bulan lamanya,dia akan kembali bertemu dengan kekasih backstreet nya yang sudah terjalin hampir empat tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui hal itu.


Mereka terpaksa berpacaran dan menjalin hubungan secara diam-diam karena sudah diperingatkan Aprilia Sherlyana Oktasari Renon dari abangnya harus selesai studinya dulu barulah memikirkan perasaan percintaannya.


Juanda tersenyum bahagia,"Tunggu aku Sherly, Abang akan datang menjemput kalian," ujarnya dengan senyuman sumringahnya kemudian menambah kecepatan mobilnya.


Dokter Juanda Anggara tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya itu, dia yang telah lama merindukan kehadiran April yang menghilang bersamaan dengan jatuhnya pesawat jet pribadi milik Sam.


Mobil hitam dengan tipe keluaran terbaru tahun ini dari pabrikan terkemuka di dunia yaitu dengan logo seekor kuda jingkrak melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi membelah jalanan ibu kota Indonesia.


Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renontak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT karena orang suruhannya serta detektif yang dipekerjakan dan tugaskan untuk mencari keberadaan dari Sherly dan bundanya telah menuai keberhasilan.

__ADS_1


Tatapannya tajam menusuk dengan arah pandangan tertuju pada jalan raya, "Setelah aku menemukan keluargaku, tunggulah Marcel aku akan membalas semua pengkhianatan dan perbuatanmu ini," geramnya dengan nada suara yang cukup tegas dan amarahnya mulai membuncah di dadanya.


Anggara menelpon beberapa orang anak buahnya untuk mengikutinya dari belakang. Dia berjaga-jaga dari banyaknya kemungkinan besar yang bisa terjadi. Karena Marcel lawan yang cukup harus diperhitungkan dan dipertimbangkan kekuatannya.


Jika sesuai dengan apa yang diinfokan oleh anak buahnya jika Sherly tinggal di tempat itu beberapa bulan terakhir untuk bersembunyi dari kejaran anak buahnya Marcel. Mereka berhasil selamat dari kejaran dan rencana pembunuhan.


Jam di dinding terus berdentang mengikuti alur waktu yang ada. Seana bangkit dari duduknya lalu ia menyiapkan makanan untuk makan malamnya. Untuk malam ini dia harus kembali terbiasa dan membiasakan dirinya untuk makan seorang diri. Tanpa ada yang menemaninya.


Biasanya meja makan minimalis itu dihiasi dengan canda tawa dari mereka berdua. Tapi, malam ini suasananya terasa sangat sunyi. Sea hanya ditemani oleh seekor kucing peliharaan Raja disisinya.


Seana mengelus punggung Mimi kucingnya yang berbulu kuning kecoklatan itu dengan lembut seraya berucap, "Mimi, Abang mungkin sudah makan yah, kira-kira Abang makan apa malam ini?" Tanyanya sembari melemparkan ke dalam tempat makan Mimi seekor ikan bawal goreng.


Meong…. Meong..


Seakan-akan Mimi mengerti dengan apa yang dipertanyakan olehnya Sea terhadapnya. Mimi menatap tuannya dengan tatapan matanya yang tajam dan bersinar. Seana hanya menatap Mimi dengan sendu.


Semburat merah tercipta di ke dua pipinya yang chubby itu. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ketika bayangan ciuman mereka yang begitu mesra dan penuh dengan irama dalam balutan kasih sayang.


Seana tersenyum malu-malu, "Abang, entah kenapa aku merindukan sentuhanmu di sini," cicitnya sambil mengelus bibirnya sendiri yang seakan-akan rasa ciuman hangat dari Samudera masih terasa dan membekas.


Hingga lamunannya kembali buyar setelah ketukan pintu di depan rumahnya terdengar dengan cukup nyaring bunyinya. Ketukan berkali-kali itu yang sangat tidak sabaran terpaksa Seana menyudahi imajinasi dan khayalannya bersama dengan Samudera.


"Aku sudah mulai mencintaimu suamiku, aku berharap Abang juga merasakan apa yang aku rasakan," Lirihnya Seana.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:


__ADS_1


Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2