Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 36


__ADS_3

Semua orang bersyukur karena sudah lama mereka ingin melaporkan tindakan kasar dari Bu Widya, tapi mereka masih menghargai Pak Heru sebagai suaminya yang cukup baik sifatnya.


Ujian dan cobaan akan silih berganti datang kedalam kehidupan, selama anak Adam masih bernafas.


"Pak Dodi!! Teriak Pak Ardiansyah selaku kepala desa setempat.


Pak Dodi yang dipanggil segera berjalan ke arah Pak Ardi yang berdiri di depan pintu masuk balai desa.


Pak Dodi mempercepat langkahnya lalu berjalan ke arah Pak Ardiansyah sambil berbicara, "Ada apa Pak Desa?" Tanyanya dengan sedikit membungkukkan badannya ke hadapan Pak Ardi.


"Tolong antar Seana pulang ke rumahnya, kasihan kalau dia harus pulang dengan berjalan kaki, dalam keadaan yang banyak luka di atas kulitnya," perintah Pak Desa.


"Baik Pak," jawabnya Pak Dodi yang menuruti perintahnya atasannya.


Pak Ardi menatap ke arah Sea sembari tersenyum lalu berucap,"Nak shalatlah dan berdoalah pada Allah SWT agar mendapatkan kemudahan dalam menghadapi masalah dan ujian ini, jangan sekali-kali kamu merisaukan tentang tanggapan dari putraku Willy, Paman yang akan mengurus semuanya," jelas Pak Ardiansyah.


Sea hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan akan berusaha untuk menjalankan amanah dari Pak Ardi. Semua orang ikut bubar barisan karena acara insiden yang berjudul kesalahpahaman yang terjadi antara Seana dengan Samudera pria yang berasal dari Ibu Kota.


"Insya Allah,... Paman! Saya akan menjalankan sesuai arahan dari Paman dan sekali lagi aku meminta maaf kepada Paman telah membuat Paman repot dan kegaduhan serta kericuhan di kampung," ujarnya yang menyesali karena gara-gara ulahnya lah sehingga beberapa jam yang lalu kampungnya sempat heboh dan gempar.


"Paman yakin kamu bisa menjalani dan melaluinya dengan sabar, Paman akan selalu membantu kamu jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan bantuan," jelasnya Pak Ardiansyah dengan penuh harap.


"Makasih banyak, aku meminta maaf yang sebesar-besarnya yah Paman, makasih banyak atas pertolongan dan bantuannya," ujar Seana yang masih sesekali sesegukan dan terisak.


Seana juga nampak diraut wajahnya yang seperti seseorang yang menahan sakitnya. Lukanya yang cukup banyak membuat ia sesekali meringis dan mengeluh menahan perih dan ngilu dibagian sekujur tubuhnya.


"Pak Dodi jika ada yang berani mengganggu Seana tolong laporkan segera kepadaku, siapa saja orang jangan sekali-kali gentar dan takut untuk melakukannya Pak Dodi," titah Pak Ardi.

__ADS_1


"Siap Pak Desa," balasnya Pak Dodi.


Seana naik ke kursi belakang motor matic milik Pak Dodi dipapah oleh Bu Salamah.


"Tunggu Bu Mirna katanya ia sudah memanggil perawat untuk segera datang ke rumahmu untuk membantu kamu mengobati lukamu itu," terangnya Bu Salamah sambil mengelus rambut panjangnya Seana yang terurai karena ikatan rambutnya yang hilang entah kemana.


"Assalamualaikum Paman, Bu aku pamit pulang dulu yah!" ucapnya saat pamit mereka sudah berlalu dari hadapan Pak Ardi.


Motor yang ditumpangi oleh Sea melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman balai desa. Semua orang pun sudah bubar dan kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda.


"Pak Dodi tolong antar saya ke pinggir pantai, saya mau ambil sepedaku," ucapnya.


"Baik Mbak," balasnya.


Dua minggu kemudian.


Sedangkan di rumah sakit, Ocean Samudera Dirgantara sudah mendapatkan perawatan medis. Semua luka yang dideritanya sudah ditangani oleh dokter dengan baik. Kesehatannya pun perlahan sudah pulih.


Pak Ardiansyah mendatangi rumah sakit untuk melihat dan mengetahui kondisi terakhir dari Samudera setelah dirawat di rumah sakit. Pak Ardi dan rombongannya berjalan ke arah ruangan tempat perawatan Sultan.


Rombongan itu berniat untuk menjenguk Samudera, mereka ingin melihat kondisi terakhir dari Samudera. Mereka membuka pintu kayu jati itu dan melihat ada beberapa dokter dan perawat yang sedang memeriksa dan mengobservasi kondisi dari Samudera.


Pak Ardiansyah berjalan mendekati Dokter tersebut, "Bagaimana dengan kondisi dari saudara Samudera?" Tanyanya ke hadapan pak dokter.


Dokter melirik sekilas ke arah Pak Ardiansyah sebelum menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh Pak kepala desa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


 


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:

__ADS_1


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…


__ADS_2