
Juanda segera mengayunkan tangannya di hadapan matanya Sea yang terdiam membeku di tempatnya.
"Assalamualaikum Sea!! Apa suami kamu ada di dalam?" Tanyanya Juan yang tersenyum ke arah Sea.
Sedangkan Sea sama sekali tidak menggubris sapaan dari Juanda yang sedari tadi berdiri di hadapannya. Hingga Juan memutuskan untuk menepuk pundaknya Sea dengan pelan, barulah ia tersadar dari lamunannya tersebut.
"Eeehhhh Pak Dokter maaf," ujarnya Sea yang sedikit tersentak terkejut dengan pertanyaan pukulannya Juanda yang sedikit tersipu malu.
Juanda mengulang pertanyaan kembali," Sea apa Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon ada di dalam?" Tanyanya dengan senyumannya yang selalu menghiasi wajahnya.
"Ooohh Abang, dia ada di dalam kok Pak Dokter, apa saya panggilkan dulu atau Bagaimana?" Tanyanya Sea lagi yang buru-buru menghentikan aktivitasnya.
Baru beberapa langkah Sea melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya dan belum sampai di pintu, Sam sudah berjalan ke arah luar dengan pakaian yang lengkap dan rapi.
"Abang Sam hari ini gantengnya paripurna banget, apa aku terlambat menyadari hal ini yah!" Cicitnya Sea.
Penampilan Sam dimatanya membuatnya pangling dan terpukau hingga Sea melupakan rencana awalnya gara-gara diakibatkan terpesona dengan ketampanan dari Samudera, kedua kelopak matanya tidak berkedip sekalipun.
"Ayo kita berangkat, jangan membuang-buang waktu lagi," ketusnya di depan Juan.
Sam hanya melirik sepintas ke arah istrinya. Sam berjalan ke arah mobil Juanda tanpa sedikitpun pamit ataupun menegur Sea. Juan memperhatikan interaksi dari keduanya yang tidak seperti biasanya.
"Sepertinya hubungan mereka ada yang tidak beres, nanti lah aku korek informasi darinya," gumam Juan tatapannya tertuju pada Sea yang sepertinya matanya sudah berkaca-kaca menahan air matanya.
Sea kerap kali dan selalu mengalihkan pandangannya ke arah atas pohon yang tinggi untuk mencegah air matanya menetes membasahi pipinya.
"Sea, kami pamit dulu yah, kami akan ke Jakarta dan doakan kami semoga perjalanan kami aman dan lancar hingga sampai di tempat tujuan," pamit Dokter Juan yang menggantikan Samudera untuk berpamitan.
__ADS_1
"Hati-hati yah Pak Dokter," balasnya Sea yang berusaha sekuat tenaga menahan laju air matanya.
"Assalamualaikum," salamnya Juanda Anggara Prasetiya.
"Waalaikumsalam Dok," balasnya Sea dengan sendu hingga ia spontan terdiam hanya mampu menatap kepergian suaminya dari depan matanya.
Sam memutuskan yang mengemudikan mobilnya karena jika dia yang duduk di samping kursi kemudi pasti pandangannya akan tertuju pada istrinya. Hatinya sedih melakukan hal itu, tapi rasa sedih, hancur hatinya melihat istrinya dipeluk pria lain dan kecewanya membuatnya terpaksa melakukan hal itu dan menutupi rasa kasihan dan sayangnya saat itu.
Mobilnya dokter Juan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi membelah jalan kampung itu. Sea berlari ke arah jalan raya,dia berharap agar apa yang dia lakukan membuat mobil yang ditumpangi oleh suaminya dan dokter Anggara sahabat suaminya berhenti.
"Abang!!! stop!!!" teriaknya sambil terus berlari mengejar mobilnya Juan Anggara yang terus berjalan menyusuri jalan kampung itu.
Seana tidak putus asa dia terus mempercepat langkahnya agar dia bisa melihat suaminya dan berpamitan dengannya sebelum Samudera pergi kembali ke kota.
"Abang!!! Tolong berhenti!!! Aku mohon berhentilah sebentar saja!!!" Jeritnya Seana yang mempercepat langkahnya mengejar mobilnya Sam.
"Aaahhhh sakit!!" keluhnya Sea saat terjatuh.
Sea sudah berusaha sekuat tenaga, tapi mobil itu sama sekali tidak berhenti. Ia pasrah dengan usahanya yang gagal. Dia bangun dari tersungkurnya dan terduduk di atas aspal siang hari itu yang cukup terik.
"Abang tadi Sea ingin berpamitan sama Abang, kenapa Abang tega meninggalkanku tanpa pamit?" lirihnya yang terduduk sambil membersihkan pakaiannya yang terkena kotoran debu dan pasir.
Seana terus memandangi mobil mereka hingga tidak terlihat lagi di ekor sudut penglihatannya. Orang-orang melihatnya dengan tatapan menyelidik penuh tanda tanya. Ia segera bangkit lalu berjalan kaki pulang ke rumahnya dalam keadaan yang cukup memprihatinkan.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…