
Santika tersenyum penuh maksud, "Oke, Aku tunggu dan pulanglah, kamu bisa besok ke kabupaten untuk menikmati uangmu itu hingga berbulan-bulan tidak akan habis kalau hanya kamu seorang diri yang pakai," sarkas Sartika yang sudah mengusir Salma dari depan matanya untuk segera cabut meninggalkan kediaman itu seolah-olah sedang mengusir seekor ayam betina saja.
Salma sama sekali tidak mempermasalahkannya lalu segera berjalan meninggalkan Santika di dalam rumahnya, "kenapa baru sekarang aku tahu kalau perempuan jelek itu bisa aku manfaatkan," umpatnya yang tersenyum penuh arti.
"Aku tidak sabar melihat kehancuran mu Seana!!! Kamu terlalu bangga dan sombong telah menikah dengan pria dari Ibu Kota Jakarta hahaha!!" Tawanya menggema memenuhi seluruh sudut ruangan rumahnya itu di tengah malam buta.
Santika Dien Syamsuddin Noor duduk dengan menyilangkan kedua kakinya saling bertumpu satu sama lain.
Tatapan matanya tajam menusuk, "Hari ini yang sudah lama aku nanti, kenapa baru sekarang aku mengenal Salma padahal dia bisa aku andalkan dan manfaatkan tentunya," sesalnya sembari kembali meneguk minuman berwarna yang mengandung alkohol itu.
Santika mengamati beberapa foto dan rekaman video yang diambil oleh Salma beberapa jam yang lalu. Dia kemudian tertawa terbahak-bahak melihat hasilnya.
"Sepertinya aku harus bergerak cepat untuk melakukannya, agar Seana segera diusir dari kampung dan jika, dia diusir barulah aku bisa mendekati Abang Willy dan melanjutkan rencana selanjutnya," gumamnya dengan sesekali menyesap minumannya itu.
Sea sedikit terpincang-pincang saat berjalan. Kaki dan tangannya yang terluka mulai nyut-nyutan dan perih. Hingga dia kesulitan untuk memejamkan matanya ditambah dengan pikirannya yang terbang jauh memikirkan kehidupan rumah tangganya dengan hubungannya dengan Willy yang sudah kandas dan tidak akan bisa kembali seperti semula.
"Sepertinya jalan terbaik adalah aku harus secepatnya bertemu dengan Willy, untuk mengatakan kepadanya untuk berhenti datang bertamu ke rumahku lagi, aku tidak ingin gara-gara kedatangannya membuat gosip yang tidak baik sebelum semuanya terlambat dan mendatangkan masalah untuk siapa pun kedepannya," lirihnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
Jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 2 tengah malam lebih, barulah matanya bisa terpejam dan tertidur dengan pulas. Ia malam hari itu cukup gelisah untuk memejamkan kedua matanya.
Sedangkan Di tempat yang jauh dari kampung S, Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon dan Juanda Anggara Prasetya melakukan pencarian terhadap Ibundanya Samudera dan adik satu-satunya yaitu Sherina.
__ADS_1
Sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan dari detektif dan anak buahnya yang selama ini ditugaskan oleh mereka berdua jika, keberadaan keduanya ada di suatu pulau di luar pulau Jawa. Mereka bersembunyi dari kejaran anak buahnya Marcell Darwin Hasibuan agar mereka tidak disiksa hidup-hidup.
Mobil mereka menuju alamat yang dimaksud yang letaknya sangat jauh dari Ibu Kota Jakarta. Sekitar 10 jam perjalanan dari Ibu Kota untuk menuju tempat tinggalnya Sherina.
Sam segera menelpon nomor sahabat sekaligus asisten pribadinya yaitu dokter Anggara. Jabatan itu hanya sementara waktu sebelum Sam menemukan orang yang pas dan cocok menjadi anak buah kepercayaan dan kaki tangannya.
"Assalamualaikum, sesuai dengan share lock lokasi yang kamu kirim, sepertinya perjalanan kita masih butuh waktu sekitar satu jam," tanyanya Sam yang to the points saat sambungan telepon terhubung.
Juanda memakai alat headset bluetooth di telinganya untuk memudahkan ia berkomunikasi, "Waalaikum salam, iya memang seperti itu yang dikirim oleh Jayadi dan Januar saat melakukan pencarian," jawabnya Anggara yang menjelaskan secara rinci.
"Oke siapa yang duluan sampai di sana segera amankan mereka agar anak buahnya Marcel tidak mendahului kita lagi," terangnya dengan menambah kecepatan mobilnya hingga sudah mirip dengan pembalap profesional di atas lintasan sirkuit saja.
"Aku tidak akan membiarkan Sherina pergi dan menjauh lagi dari hidupku lagi untuk kedua kalinya, apapun akan aku lakukan untuk menemukannya dan membawanya pulang ke Jakarta," lirih Juan Anggara dengan matanya yang berbinar bahagia.
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…