
Seana ingin terus memberikan perlawanan dan sanggahan tapi, apalah daya karena bukti semuanya mengarah ke hal yang tidak baik. Doa itu yang selalu dipanjatkan olehnya agar terbebas dari kesalahpahaman yang sedang terjadi.
Hanya butuh waktu beberapa menit saja, yaitu sekitar 15 menit berjalan kaki hingga mereka sudah sampai di depan pintu Balai Desa yang kebetulan sudah terbuka pintunya. Penjaga Balai Desa terkejut melihat Seana dengan seorang pria digiring ke Kantor Desa.
"Apa yang terjadi dengan Seana bapak-bapak?" Tanya cleaning servis Balai Desa tersebut Bu Salamah.
"Kami temukan mereka sedang berbuat hal yang tidak baik di sekitar Pantai," jawab Pak Budi.
Ibu-ibu yang mendengar semua perkataan dari Pak Budi reflek menutup mulutnya karena sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
"Sepertinya ada yang keliru di sini pak, saya yakin jika ada yang sengaja melakukan dan merencanakan semua ini Pak," terangnya yang sangat tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya.
"Jadi kita hubungi Pak kepala Desa dengan pamannya, tapi tidak usah dengan bibinya nanti bisa jadi gawat kalau dia ada, tapi saranku jangan sampai bibinya Bu Widya bibinya tahu semua ini hal itu bisa berakibat dan berakhir fatal dan gawat," timpal Bu Salamah lagi.
Mereka masih punya perasaan dan tidak ingin Seana disiksa oleh Bibinya Ibu Widya. Tetapi, baru beberapa detik mereka berseru seperti itu. Ibu Widya sudah datang dengan wajah sangarnya yang sudah siap menerkam Seana mentah-mentah. Seana yang duduk di kursi sambil menundukkan kepalanya shock.
Dengan tatapan mata kosongnya dan raut wajahnya yang semakin bingung serta ketakutan. Dia tidak menyangka jika Bibinya akan datang lalu tanpa permisi menarik dan menjambak rambutnya Seana. Bu Widya seolah seperti seorang ibu-ibu yang kesetanan yang dengan kekuatan penuh menarik, sehingga beberapa helai anak rambutnya ikut ke dalam genggaman tangannya Bu Widya.
"Ampun Bibi, aku tidak bersalah sedikit pun, aku mohon lepaskan tangan bibi," teriaknya yang berusaha untuk mengiba agar segera dilepaskan pegangannya di kepalanya.
Sea tidak mau mendapatkan siksaan yang lebih, ia berusaha untuk terus menahan dan mencegah tarikan tangannya Bu Widya yang semakin kuat.
"Tolong hentikan Bu Widya, tenanglah dan apa yang Anda lakukan semakin menambah masalah saja," cegah Pak Budi yang membantu Seana dari amukan bibinya itu.
__ADS_1
"Iya betul sekali, apa yang terjadi pada Anda Bu Widya,kami juga marah dengan kelakuan mereka berdua tapi, tidak seperti ini caranya untuk menyelesaikan masalah ini dengan bertindak kekerasan," cercanya Pak Rusman.
Mereka yang kebetulan masih berada di dalam ruangan tersebut, segera menolong Seana. Hal seperti ini lah yang mereka takutkan akhirnya terjadi juga. Bibinya sama sekali tidak mengurungkan niatnya dan melepaskan pegangan tangannya dari rambutnya Sea.
"Bibi aku mohon lepaskan, sakit Bi, aku mohon lepaskan, aku tidak salah apapun," jelasnya yang berharap agar bibinya segera menghentikan aksinya yang sudah di luar batas.
Bu Widya semakin menguatkan tarikannya, "Apa katamu haaa!!! lepaskan maksudmu? jangan bermimpi dan aku akan membunuhmu kalau perlu, kamu sudah membuat Kami malu, apa yang bibi lakukan masih tidak pantas untuk kamu dapatkan?" Geramnya Bu Widya.
Bu Widya seperti orang gila saja bertindak kejam dan tidak waras. Ia seperti orang yang gila dan kehilangan akal sehatnya saja.
"Ibu Widya, kami mohon jangan main hakim sendiri, tunggu pak Kepala Desa biarkan beliau saja yang mencari akan solusi dan jalan keluar yang terbaik untuk mereka," terang Pak Rusman yang sudah sedih dan kasihan melihat Aza diperlakukan sangat kasar oleh istri dari Pamannya.
Mereka sudah bergerak dan melerai mereka, tapi bibinya sama sekali tidak peduli sedikit pun rintihan dan tangisan dari Sea. Pria yang ditolongnya ikut sedih melihat Sea yang dikasari oleh Bibinya sendiri. Karena ia masih sadar sebelum pingsan jadi melihat semua proses tersebut.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1