Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 81


__ADS_3

Tubuhnya Sam sedikit terhuyung ke belakang saat mendengar perkataan dari istrinya sendiri membuatnya menatap ke arah Sea. Istrinya sama sekali tidak mengingat dan peduli padanya jika dia ada di dalam rumah itu, ia bagaikan seonggok pakaian yang siap dicuci.


Raut wajahnya Sam berubah masam, tangannya tiba-tiba mengepal kuat hingga matanya sudah memerah. Jakungnya naik turun dan bola matanya memerah menahan amarahnya yang sudah ke ubun-ubun dan menggebu-gebu.


"Dia pria yang selama ini disayanginya, pria yang selalu membuatnya melamun dan meneteskan air matanya, mungkin kehadiranku di antara mereka tidak pantas dan menjadi orang ketiga diantara mereka, apa lah artinya aku di dalam hidupnya sedangkan pria itu adalah kekasih sekaligus tunangannya," lirih Sam yang masih tak bergeming di tempatnya berdiri.


Willy memegang tangannya Seana dengan penuh kelembutan, "Sea sayangku! sisa satu tahun aku di Jakarta, setelah semuanya selesai pasti aku akan kembali lagi ke sini dan datang melamarmu, aku sudah tidak sabar untuk menjadikanmu sebagai istriku," ujarnya Willy dengan menggebu saking bahagianya melihat tunangannya baik-baik saja.


Derr… derrr… duaar…


Perkataan yang meluncur dari mulutnya Willy membuat hatinya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon hancur berkeping-keping seakan-akan ada ribuan jarum dan pisau bersamaan menusuk hati dan jantungnya hingga berdarah-darah.


"Aku sudah tahu kalau rasa sayang dan cintamu hanya untuk mantan tunanganmu, apa gunanya aku bertahan hidup di sampingmu kalau kenyataan seperti ini adanya," batinnya Samudera.


Penuturan yang diungkapkan oleh Willy yang didengar langsung oleh telinganya Sam bagaikan sembilu yang tajam menusuk nadinya.


"Ya Allah… aku sudah dikecewakan dan disakiti oleh perempuan tapi kenapa sakitnya saat ini lebih parah dari yang dulu saat Selena ketahuan selingkuh dengan Marcel sahabat aku sendiri," lirihnya Sam sembari memegang dadanya.


Air matanya perlahan menetes membasahi pipinya. Ia segera menghapusnya agar tidak ada orang yang melihat kehancuran dan kelemahannya saat itu.


"Mungkin sebaiknya besok setelah aku antar Sea buka rekening, aku akan pergi dari sini untuk selamanya dari hidupnya Seana, kehadiranku di sisinya hanya menjadi penghalang dirinya untuk bersatu dengan Willy Kekasihnya," cicitnya Sam seraya menyeka air matanya lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah luar rumah tanpa berpamitan kepada Seana.


Dia berjalan menapaki pasir putih yang bersih itu. Deburan ombak dan semilirnya angin malam tak menyurutkan langkahnya saat itu juga. Sesekali ia menendang apapun yang dilewati oleh kakinya, pasti ia akan menendang benda itu.


Sea yang melihat kepergian Samudera barulah membuat dirinya tersadar dari apa yang dilakukannya. Dia segera melepaskan pelukannya dari tubuh Willy.

__ADS_1


"Aku tidak boleh seperti ini, aku sudah menikah dengan pria lain dan tak sepantasnya aku memeluk pria lain di depan mata suamiku, semua ini kesalahan besar," Sea membatin lalu kemudian segera melepas pelukannya dari tubuhnya Willi dengan segera.


Wolly merasakan jika Sea berontak dan segera melerai pelukannya yang sedikit tersentak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Seana. Dia tidak menyangka jika, Sea akan secepat itu melepaskan pelukannya.


"Apa yang terjadi padanya Sea, kenapa ia buru-buru melepaskan pelukannya dariku?" Willy membatin yang keheranan melihat reaksi dari Sea.


"Maaf Abang, ini tidak boleh terjadi, maaf seharusnya apa yang barusan kita lakukan tidak sepantasnya Abang, aku…," ucapan Sea terpaksa menggantung karena tidak tahu harus berbicara apa dan menyampaikannya dengan bagaimana pula.


"Apa dan kenapa kamu meski meminta maaf padaku, apa yang terjadi padamu? Katakan yang sejujurnya pada Abang, biasanya jika Abang pulang dari kota pasti seperti ini yang kita lakukan, jadi dimana letak kesalahannya?" Tanyanya Willy dengan penuh selidik dengan wajah kebingungan.


Tiba-tiba lidahnya Sea keluh seketika, dia tidak mampu untuk berbicara jujur di depan Willy yang notabene adalah kekasih sekaligus tunangannya itu. Terlalu sulit untuk berbicara jujur padahal hal itu mau tidak mau harus ia katakan. Cepat atau lambat Willy harus mengetahui statusnya saat ini juga.


"A-ku su-dah…." Perkataannya Seana lagi-lagi tertahan di ujung lidahnya kedua bola matanya mengisyaratkan bahwa ia dilanda kebimbangan dan dilema besar melandanya.


"Aku sudah apa Sea, apa sudah tidak sabar ingin menikah denganku?" tanyanya Willy yang tersenyum karena menganggap dugaannya benar adanya.


Gluduk… Gleduk… Duaaarr…


Bagaikan petir di siang bolong, kejujuran Seana kekasihnya itu membuatnya tidak percaya dan terkejut. Bagaikan ditampar wajahnya Willy seketika berubah drastis dan memerah seketika itu juga.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:


__ADS_1


Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:

__ADS_1


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…


__ADS_2