
Tapi, disisi lain, dia bahagia karena berhasil mengambil beberapa bukti yang akan dipergunakan untuk menghancurkan pernikahan mereka yang baru seumur jagung itu apalagi mereka LDR dan kemungkinannya mereka belum pernah berhubungan, hal itu lah yang mendasari Willy Anjasmara Ardiansyah semakin gencar mendekati Seana.
"Sampai kapan pun, aku tidak akan mengijinkan dan membiarkan kalian bahagia kalau perlu sampai rambutku memutih aku akan tetap berusaha dan berjuang untuk merebut kamu dari sisinya, dan membalas rasa sakit hati dan rasa malu ini yang aku tanggung gara-gara pengkhianatan kamu Seana," umpat Willy lalu meninggalkan teras rumahnya Seana yang remang-remang itu tanpa sepatah kata lagi.
Willy sangat terpukul dan marah dengan nasib percintaannya dan juga menganggap kedua orang tuanya ikut andil dalam kehancurannya itu.
Tubuhnya luruh dibalik pintu dan masih dalam terduduk dan sangat menyesal telah mengijinkan Willy menyentuh salah satu anggota tubuhnya. Ia kecewa pada dirinya sendiri karena sempat terbuai dalam kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh Willy padahal semua itu hanya sandiwara dan kebohongan besar agar rencana jahatnya berjalan lancar sesuai dengan apa yang diharapkannya.
"Maafkan aku suamiku, aku sudah berdosa karena mengijinkan Abang Willy menyentuh kakiku, aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengkhianati kepercayaan dan pernikahan kita," sesalnya Seana tergugu dalam tangisnya yang penuh dengan rasa penyesalan.
Seana sesekali meringis kesakitan saat tanpa sengaja lukanya bergesekan dengan anggota tubuhnya yang lain. Lukanya yang terdapat di atas kulitnya cukup banyak akibat ia terjatuh saat mengejar mobilnya Dokter Juanda Anggara Prasetiya dengan Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon sebagai supirnya saat itu.
"Aauuhhh sakit juga, padahal cuma luka kecil saja," keluhnya Seana.
Seana lalu mengamati beberapa luka yang terdapat di tangan dan kakinya. Untung dadanya tidak terluka atau sakit karena tadi siang sewaktu dia terjatuh bagian dadanya terhempas ke atas aspal yang cukup panas siang hari itu.
Senyuman licik terbit dari sudut bibirnya, "Berita ini jika aku sebarkan pasti akan viral dan akan menjadi trending topik, kemungkinan besar dan terburuknya adalah Seana akan diusir dari kampung ini dan akhirnya aku akan bebas mencintai Willy dan aku akan menyuruh bapak untuk meminta Pak Ardi untuk segera datang di rumah melamarku secara posisi Bapak di desa kita lebih bagus pekerjaannya dibandingkan dengan Pak Ardiansyah," gertaknya yang sangat bahagia karena mendapatkan bukti yang bisa dipergunakan untuk mengusir Seaina selamanya dari kampungnya.
"Bagaimana Bos, gambarnya bagus kan, awalnya aku akan memberikan foto dan rekaman video itu pada Ibu Lina, tapi aku pikir sebaiknya sama bos saja yang aku sangat yakin bisa mendapatkan uang imbalan yang sangat banyak dibanding dengan Ibu Lina, iya kan Bos?" Tanyanya Radityo yang lebih bersifat permintaan.
Santika tersenyum penuh kemenangan, "Kamu tenang saja, aku akan memberikan bonus hadiah yang sangat banyak melebihi dari yang ibu Lina pernah berikan padamu," tutur Santika dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Santika sejak dahulu yang sudah sejak lama mengidamkan dan mendamba bakal menjadi suaminya kelak. Ia penuh keyakinan karena mengingat hubungan kekeluargaan antara dirinya dengan Pak Desa Ardiansyah.
Sartika melempar sejumlah uang ke hadapan dengan posisinya yang duduk sambil menyilangkan kakinya di atas meja kaca. Kedua matanya Salma berbinar-binar bahagia hanya melihat uang yang cukup besar dan banyak nominalnya berada langsung di depan matanya.
Salma tidak menyangka jika akan mendapatkan uang yang cukup banyak bahkan lima kali lipat dari yang diberikan biasanya oleh Noni dan ibunya Bu Lina.
Salma tidak percaya dengan nominal uang yang berada di dalam genggaman tangannya tersebut, "Woooo 15 juta, ini sangat banyak Bos, makasih banyak atas bonusnya, aku janji akan terus mengintai mereka lalu melaporkan padamu bos hasil yang aku dapatkan," terangnya Salma yang kegirangan dan jumawa dengan senyuman kegirangan sembari tidak sabar untuk menghitung jumlah uangnya.
Santika tersenyum penuh maksud, "Oke, Aku tunggu dan pulanglah, kamu bisa besok ke kabupaten untuk menikmati uangmu itu hingga berbulan-bulan tidak akan habis kalau hanya kamu seorang diri yang pakai," sarkas Sartika yang sudah mengusir Salma dari depan matanya untuk segera cabut meninggalkan kediaman itu seolah-olah sedang mengusir seekor ayam betina saja.
Salma sama sekali tidak mempermasalahkannya lalu segera berjalan meninggalkan Santika di dalam rumahnya, "kenapa baru sekarang aku tahu kalau perempuan jelek itu bisa aku manfaatkan," umpatnya yang tersenyum penuh arti.
"Aku tidak sabar melihat kehancuran mu Seana!!! Kamu terlalu bangga dan sombong telah menikah dengan pria dari Ibu Kota Jakarta hahaha!!" Tawanya menggema memenuhi seluruh sudut ruangan rumahnya itu di tengah malam buta.
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…