Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 113


__ADS_3

Anggara menarik tubuhnya Sherly dan kedalam pelukannya lalu memeluknya cukup erat, "Makasih banyak sayang, kalau kamu bisa masak dengan enak dan lezat untuk papi dan mami, mereka akan memberikan lampu hijau dan tidak perlu main sembunyi segala dan yang paling penting kita akan segera menikah," teriak Juanda Anggara saat menyebut kata terakhirnya.


Sherly yang mendengar penjelasan dari Anggara sangat bahagia. Dia tidak menyangka jika belajar memasak dengan bundanya dan beberapa emak-emak tetangganya sewaktu tinggal di perkampungan membawa berkah tersendiri untuk kehidupan dan masa depannya.


Rasa lega, bahagia, plong, semuanya bercampur menjadi satu bagian di dalam hatinya Juanda Anggaraa Prasetya Lubis. Air matanya menetes membasahi pipinya dokter Muda nan tampan itu Juanda Anggaraa Prasetya Lubis saking bahagianya.


Juanda menarik tubuhnya Sherly dan kedalam pelukannya lalu memeluknya cukup erat, "Makasih banyak sayang, kalau kamu bisa masak dengan enak dan lezat untuk papi dan mami, mereka akan memberikan lampu hijau dan tidak perlu main sembunyi segala dan yang paling penting kita akan segera menikah," jeritnya dokter Juanda Anggara Prasetya Lubis saat menyebut kata terakhirnya.


Sherlyana yang mendengar penjelasan dari Anggara sangat bahagia. Dia tidak menyangka, jika belajar memasak dengan bundanya dan beberapa emak-emak tetangganya sewaktu tinggal di perkampungan membawa berkah tersendiri untuk kehidupan dan masa depannya.


"Syukur Alhamdulillah… untung saja sedikit bisa memasak jika tidak, aku harus kembali berpisah dengan Abang Juan dan juga syarat paman Prasetya Mulya Lubis sangatlah mudah dan insya Allah… aku bisa menjalankan dan memenuhi persyaratan itu," batinnya Sherlina.


Anggara dan Sherly bahagia setelah mendapatkan lampu hijau dari kedua orang tuanya Anggara. Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon dan Bu Hamidah sangat bahagia mendengar kabar tersebut.


Mereka tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan kepada keluarganya. Senyuman selalu terpatri diwajah Bu Hamidah yang membuat kondisi kesehatannya cepat berangsur membaik dari sedia kala.


Satu minggu kemudian, jauh dari rumah sakit tempat Samudran dan keluarganya berada. Sore itu Seana sedang merapikan beberapa barang dagangannya. Sambil melantunkan shalawat seperti yang biasa dia lakukan setiap harinya.


"Syukur Alhamdulillah makasih banyak ya Allah… atas resky yang Engkau berikan, toko kelontongku semakin hari semakin ramai pembelinya juga barang-barang yang ada juga semakin lengkap, ini semua berkat Abang Sam yang sudah dua kali mengirimkan uang belanja yang sangat cukup banyak ke nomor rekeningku," gumamnya Seana yang tersenyum sumringah bahagia.

__ADS_1


Apa yang dilakukannya sedari tadi, ternyata diperhatikan oleh seseorang. Orang itu tidak lain adalah mantan kekasih sekaligus mantan tunangannya tidak lain adalah Willy Widianto Ardiansyah. Willy seharusnya sudah kembali ke ibu kota untuk melanjutkan kuliahnya, tapi dia tidak mengindahkan peringatan, perintah dari orang tuanya.


"Aku tidak akan pulang ke Ibu Kota sebelum aku menikmati tubuhnya Azalina, aku akan membuat Seana hamil anakku," lirihnya dengan seringai liciknya.


"Bagaimana rencana kita selajutnya bos?" Tanya pria yang kebetulan berada di sampingnya sedari tadi.


"Nanti malam adalah waktu yang tepat, aku tidak ingin menundanya lebih lama lagi," jawabnya yang tersenyum jahat.


"Pria naif, aku tidak akan membiarkan rencanamu sukses karena nanti malam semua warga akan datang menggerebek kalian dan saya ingin kalian berdua diusir dari kampung kita," batinnya Ridho.


Ridho adalah pria yang selama ini selalu menjadi penguntit Seana yang ditugaskan oleh Willy dengan tidak gratis tentunya yang menawarkan diri menjadi kaki tangannya Willy dengan alasannya uang.


"Aku sudah membelinya, dan semua rencana sudah aku jalankan sesuai dengan yang kamu inginkan jadi, kamu Bos tidak perlu khawatir dan cemas dengan persiapan kita untuk nanti malam," kilahnya yang menutupi kenyataan yang ada.


"Kamu memang selalu bisa diandalkan, aku sangat senang bisa bekerja sama denganmu," puji A


Willy disertai dengan tawa renyahnya yang sangat bahagia karena mengira apa yang dia inginkan sudah dijalankan oleh Ridho.


"Untung saja Nina kekasihku itu segera mengatakan kalau anak dari Pak camat juga menginginkan Anjas menjadi miliknya, jadi kami bisa memanfaatkan uang mereka," batinnya yang masih setia berdiri di balik jendela rumah kosong yang berhadapan langsung dengan rumahnya Seana.

__ADS_1


Ridho segera mengirimkan pesan chat ke nomor hpnya Nina yang mengabarkan bahwa malam nanti Willy akan melangsungkan niat jahatnya. Diakhiri dengan seulas senyum penuh kemunafikan diperlihatkan oleh Ridho di hadapan Willy.


"Tidak sia-sia kemarin aku datang menagih jatah mingguanku pada Nina sehingga aku mendapatkan informasi itu dari wanitaku, semoga saja Bu Widya mendekam di penjara dengan waktu yang lama agar aku bisa menikmati tubuhnya kekasihku dengan bebas, kalau bisa aku akan buat Nina hamil anakku agar kami juga segera menikah," batinnya Ridho kekasihnya Nina yang sudah dipacarinya baru jalan sekitar tiga bulan semenjak Bu Widya ditangkap dan di jobloskan kedalam penjara.


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away..



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.

__ADS_1


Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


__ADS_2