Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 47


__ADS_3

Sam yang diperlakukan seperti itu sama sekali tidak mencegahnya hanya terdiam dan menatap tajam ke arah wajahnya Sea yang semakin dipandang semakin rasa penasarannya timbul di dalam hatinya.


"Semakin dipandang semakin kelihatan aura kecantikannya, entah kenapa hati ini tenang jika melihatnya," Sam membatin.


Sam diam-diam mengagumi perempuan pesisir itu. Semakin dia memandang semakin ada rasa yang tidak bisa digambarkan. Ada getaran aneh yang muncul di tepi permukaan hatinya.


Seana sama sekali tidak mengetahui jika dia diperhatikan dengan seksama. Dia hanya melakukan tugasnya sebagai calon istrinya yang diamanahkan tugas untuk menjaganya hingga pagi hari.


Samudera yang mendapatkan perlakuan yang menurutnya manis seperti itu sama sekali tidak mencegahnya, hanya terdiam dan tak bosan-bosannya menatap ke arah wajahnya Seana.


Wajahnya Sea yang semakin dipandang semakin rasa penasarannya timbul di dalam hatinya. Dia diam-diam mengagumi perempuan pesisir itu. Semakin dia memandang semakin ada rasa yang tidak bisa digambarkan di dalam hati dan pikirannya.


"Ia hanya gadis kampung,tapi pesonanya mampu menyihir ku dan membuat aku uring-uringan saja dan hati serta jantungku selalu berdebar kencang jika aku menatapnya saja," batinnya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon.


Apa yang sedang dilakukan oleh Sam,, Seana sama sekali tidak mengetahui jika dia diperhatikan dengan seksama. Dia hanya melakukan tugasnya sebagai calon istrinya yang diamanahkan untuk menjaganya hingga pagi hari nanti.


"Mungkin mulai detik ini aku harus belajar jadi calon istri yang baik dan Sholehah," batinnya Sea.


Seana kemudian berjalan ke arah kursi panjang, lalu mulai membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya hingga terlelap dan berkelana dalam mimpinya yang indah.


Samudera berniat mengikuti jejaknya calon istrinya itu, ia pun ikut tertidur pulas karena pemulihannya butuh istirahat yang cukup agar segera meninggalkan rumah sakit.


Dia sudah sedikit bosan terus berada di sana, hanya tembok bercat putih, dokter dan perawat yang bergantian serta bau obat yang menjadi temannya selama satu bulan terakhir ini.


Mentari pagi sudah muncul di ufuk timur, warnanya yang terang menyinari seluruh alam semesta. Ayam berkokok pertanda pagi menjelang.


Sea mengerjapkan matanya berulang-ulang kali karena menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, sudah pagi rupanya, untung lagi datang bulan jadi tidak apa-apa lambat bangun," gumamnya dengan merentangkan kedua tangannya.


Dia segera bangun dari tidurnya lalu berjalan ke arah kamar mandi, tetapi langkahnya terhenti karena ada benda yang melilit di kakinya.


Sea segera melihat ke arah ke bawah kakinya dan terkejut melihat benda itu. Dia pun meraih benda yang tergeletak memanjang di atas lantai.


Raut wajahnya yang keheranan, "Ini kan selimut yang aku pakaikan di tubuhnya semalam, kok bisa ada sama saya yah?" Tanyanya yang menatap bergantian ke arah selimut dan Sam yang masih tertidur.


"Tapi, tidak mungkin dia yang melakukannya, kan kakinya juga masih sakit dan lebih tidak mungkin dan tidak masuk akal jika selimutnya yang berjalan ke atas tubuhku."


Seana berulang kali menggelengkan kepalanya dan memukul kepalanya yang kebingungan dengan keberadaan selimut tersebut.


"Aku tidak mungkin bertanya kepadanya langsung, walaupun aku penasaran ingin mengetahui hal itu." Umpatnya Sea.


Sam yang sudah terbangun sedari tadi pura-pura tertidur tapi sesekali matanya melirik ke arah Sea dan memperhatikan apa yang dilakukannya. Dia diam-diam tersenyum tipis melihat kelakuan dari Seana yang seperti anak kecil saja.


Tidak berselang lama, pintu pun diketuk oleh seseorang dari arah luar. Sea yang baru saja keluar dari kamar mandi buru-buru berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu tersebut yang diketuk oleh seseorang.


Seana tanpa aba-aba memeluk tubuh pamannya dengan erat dan menangis tersedu-sedu di dalam pelukannya. Pak Heru membalas pelukan keponakan satu-satunya itu.


Pamannya memegang tangannya Sea, "Kamu harus sabar Nak, mungkin seperti ini lah jalan hidup yang harus kamu lalui, Paman yakin kalau itu yang terbaik untuk kamu dengan pria itu," balas Pak Heru sambil menunjuk ke arah Sam.


"Sebaiknya kita bicara di dalam saja Nak, kebetulan paman bawa makanan untuk kamu dengan Sam, pasti kalian belum makan pagi kan?" Ujarnya sambil menunjuk ke arah rantang makanan yang berisi beraneka macam masakan.


"Paman selalu tahu apa yang aku butuhkan, maafkan saya yah paman, sudah membuat Paman repot-repot harus mengantarkan makanan segala untuk kami," pungkasnya Seana yang menggandeng tangan pamannya ke arah kursi.


Pak Heru melirik sekilas ke arah Sea, "Sea tolong ambilkan piring beserta sendoknya lalu isi makanan ke atas piring sepertinya Raja akan minum obat dan harus makan terlebih dahulu," perintah Pak Heru.

__ADS_1


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:

__ADS_1


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…


__ADS_2