Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 52


__ADS_3

"Memang betul apa yang dikatakan oleh ibu Linda, saya saja yang baru lihat kamu sudah sangat yakin jika kelak nanti suamimu tidak akan berpaling darimu apapun yang terjadi hingga kalian kakek nenek," terang Ibu Salamah dengan senyuman ramahnya.


"Kalian terlalu memuji, mungkin kalian hanya menghiburku saja, iya kan ibu-ibu?" Tanyanya Sea yang semakin tidak percaya dengan kecantikan yang dimilikinya sendiri.


Semua tatapan mata tertuju pada Ibu Annah, "Amin ya rabbal alamin," semua ibu-ibu yang kebetulan berada di dalam ruangan itu mengaminkan perkataan dari ibu Annah.


Sedangkan Seana dengan raut wajahnya yang masih keheranan dan tidak percaya dengan pujian dari beberapa orang yang hadir ditempat itu. Wajahnya bersemu kemerahan saking bahagianya bercampur dengan keraguan akan kecantikannya itu.


"Seriusan yah aku cantik? Tapi aku kan belum makeup juga gimana caranya mau cantik, kan katanya orang-orang make make-up dulu baru bisa cantik," gumamnya Sea.


Berselang beberapa saat kemudian, Sea tiba-tiba terdiam dan teringat dengan perkataan dan janjinya dulu dengan pacarnya Willy. Mereka pernah melewati Ibu kota kabupaten dan melalui sebuah toko pakaian pengantin. Kebetulan di dalam toko itu berjejer banyak sekali gaun pengantin yang dijual.


"Abang, kalau kita nikahannya nanti pakai baju itu yahe!" Pintanya Seana saat itu.


Dari situlah mereka sudah membayangkan dan merencanakan jika, kelak mereka menikah akan memakai gaun pengantin yang berwarna putih seperti yang dipakainya sekarang.


Bayang-bayang kenangan itu bagaikan kaset kusut yang diputar di depan matanya. Dia pun menolak untuk memakai pakaian ini dan lebih memilih pakaian pengantin yang berwarna gold.


"Ibu, saya lebih memilih pakaian yang berwarna gold sepertinya lebih cantik dan cocok saya pakai," terangnya dengan wajahnya yang berubah sendu.


Ibu Annah dan ibu Mirna saling berpandangan dan tidak mengerti dengan perubahan raut wajahnya Sea yang tiba-tiba sedih. Mimik wajahnya Sea tidak seperti tadi yang sangat sumringah dan bahagia saat mendapatkan banyak pujian dari orang-orang. Sea kemudian mendudukkan tubuhnya saat dari melepas pakaian pengantin yang sempat dia coba tadi.


"Kalau itu yang menurut Nak Sea yang paling terbaik dan kamu sukai baiklah besok pagi kamu akan memakai gaun itu dan ingat besok jam enam pagi, kamu sudah siap untuk di makeup sama orang dari salon Ibu," jelas Ibu Annah.


"Kalau begitu kita makan malam dahulu Bu Annah, tidak baik pulang dengan perut yang kosong dan kelaparan," terangnya ibu Linda dengan menggandeng tangannya Ibu Jannah.

__ADS_1


Bu Annah tersenyum ramah sembari berucap, "Alhamdulillah ternyata kedatanganku disambut hangat dan sangat baik di sini, kalau gitu kita semua ke meja makan untuk menikmati masakan dari para ibu-ibu," ajak ibu Annah.


Bu Nani berjalan mendekati Sea, "Sea ayo kita makan malam Nak, ingat besok kamu akan menikah dan butuh istirahat yang cukup dan makanan yang sehat pula, agar lebih kuat menghadapi kenyataan," sahut ibu Nani disertai dengan gurauannya.


"Benar sekali yang dikatakan oleh Ibu Nani, apalagi malamnya adalah malam pertama mereka untuk belah duren, pastinya lebih dibutuhkan tenaga yang ekstra banyak, iya kan, "timpal Ibu Linda seraya tersenyum penuh maksud.


"Kalian ini, apa sudah melupakan kalau Samudra itu masih sakit jadi mungkin belah durennya tertunda dulu," balas Ibu Mina dengan tersenyum kearah Sea yang wajahnya sudah memerah menahan rasa malunya seperti kepiting rebus saja.


Sea menundukkan kepalanya dan salah tingkah karena ibu-ibu sudah membahas masalah malam pertama segala yang jauh dari ekspektasinya dan di dalam benak dan pikirannya.


"Apa jangan-jangan Sea belum mengetahui masalah belah duren? Kalau gitu Ibu Mina dan yang lainnya bisa membantumu untuk menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir, agar kamu tidak salah jalan dan kalah dari suaminya nanti," tutur ibu Nani yang berusaha menahan tawanya karena menurutnya Sea terlalu polos dan lugu di mata mereka.


"Emangnya orang yang belah duren itu bisa salah jalan yah Bu?" Tanyanya Aza dengan wajahnya yang polos itu dan menatap bingung ke arah Bibi Nani.


Wajahnya yang semakin kebingungan pun akhirnya melontarkan pertanyaan juga, "Apa ada yang salah dengan perkataan ku yah? Tanya balik lagi Sea yang semakin membuat suasana semakin ramai dan gaduh.


Bu Linda tersenyum cengengesan, "Sudah bahas itunya, mari makan dulu, sepertinya saya kelaparan setelah tertawa," Ibu Linda ikut menambahi perkataan dari yang lainnya.


Perkataan dari banyaknya orang semakin membuat Sea penasaran dan menatap mereka dengan wajah yang keheranan. Sea wajar bersikap seperti itu mengingat usianya yang masih muda dan selama ini minim pemahaman lebih lagi pengalaman.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:


__ADS_1


Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2