Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 87


__ADS_3

"Aaahhhh sakit!!" keluhnya Sea saat terjatuh.


Sea sudah berusaha sekuat tenaga, tapi mobil itu sama sekali tidak berhenti. Ia pasrah dengan usahanya yang gagal. Dia bangun dari tersungkurnya dan terduduk di atas aspal siang hari itu yang cukup terik.


"Abang tadi Sea ingin berpamitan sama Abang, kenapa Abang tega meninggalkanku tanpa pamit?" lirihnya yang terduduk sambil membersihkan pakaiannya yang terkena kotoran debu dan pasir.


Seana terus memandangi mobil mereka hingga tidak terlihat lagi di ekor sudut penglihatannya. Orang-orang melihatnya dengan tatapan menyelidik penuh tanda tanya. Ia segera bangkit lalu berjalan kaki pulang ke rumahnya dalam keadaan yang cukup memprihatinkan.


Tumit dan lututnya yang tergores dengan aspal hingga lecet dan beberapa goresan luka di betisnya. Sea juga sedikit mengeluh dibagian dadanya saat tersungkur ke atas jalan.


"Aaauuuuhhh perih!!" keluhnya saat berusaha untuk berdiri.


Seana berjalan terpincang-pincang dan sesekali mengerang kesakitan jika lukanya terkena tetesan peluh keringatnya. Ada beberapa orang yang ingin membantunya, tapi ditolaknya dengan halus. Ia membersihkan tubuhnya yang terkena debu dan mendudukkan bokongnya ke atas kursi lalu menempelkan plester obat dibagian tubuhnya yang terluka.


Sore harinya, Seana terduduk di dalam kursi warungnya. Dia pun menumpahkan segala kesedihannya. Dia meremas baju bagian dadanya.


"Ya Allah… kenapa Abang tega pergi meninggalkanku tanpa pamit sedikitpun padaku, apa salahku Abang padamu?" Lirihnya disela isak tangisnya kemudian menyeka air matanya yang terus-menerus menetes seperti anak kecil saja.


Seana tidak peduli jika ada yang melihatnya bersedih dan menangis. Dia tidak peduli dengan tanggapan orang lagi. Yang paling penting dia bisa menumpahkan segala gunda gulananya yang tersimpan di dalam hatinya itu.


Untungnya ada tetangganya yang kebetulan melewati jalan itu menaiki motor kemudian membantu Sea berdiri lalu membonceng Sea untuk segera pulang ke rumahnya.


Ibu Mirna yang kebetulan ingin berbelanja di warungnya segera berjalan ke arah dalam dan memeluk tubuhnya Sea dari samping.


"Kamu harus sabar Nak, sebagai seorang istri wajarlah jika kamu sedih dan sulit untuk melepas kepergiannya, tapi kalau kamu seperti itu terus juga tidak baik karena hanya akan menghalangi jalan dan pekerjaan suamimu," nasehatnya yang terharu melihat kesedihannya Seana.


Ibu Mina menyangka jika kesedihannya karena didasarkan karena kepergian Samudera ke Ibu Kota untuk merantau mencari pekerjaan.


"Makasih banyak Bu, aku sangat sedih karena baru kali ini berpisah dengan Abang," ucapnya yang sedikit berbohong untuk menutupi kenyataan yang ada dan sesekali mengusap air matanya yang sedari tadi membasahi wajahnya.

__ADS_1


Bu Mirna menarik Sea kedalam pelukannya, "Ingat sabar dan setia itu kunci dari hubungan kalian, jangan sekali-kali Ingin tergoda dengan masa lalumu, Ibu hanya bisa mengingatkan, jangan pernah berpaling dari masa depanmu hanya untuk kembali mengenang masa lalumu, yang terjadi di masa lalu tidak perlu disesali dan diungkit-ungkit lagi, Ibu yakin kebahagiaan pernikahan kalian sudah terpampang jelas di depan pelupuk mata," nasehat Ibu Mirna yang sudah seperti Ibu keduanya.


"Saya sangat bahagia karena Ibu selalu ada di sampingku dalam suka dan duka, makasih banyak Bu, aku sangat bahagia karena masih banyak orang-orang yang peduli padaku," ucap Seana yang tidak putusnya mengucap syukur kepada Ibu Mina


Mobilnya hanya sampai di Ibu kota provinsi, mereka selanjutnya melanjutkan perjalanannya dengan memakai pesawat pribadi milik Juanda Anggara Prasetiya. Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun selama dalam perjalanan mereka menuju bandara. Sam memilih bungkam dan wajahnya sesekali menyiratkan kesedihan yang mendalam.


"Sea pasti akan nantinya bebas bertemu dengan kekasihnya yang baru pulang, apalagi Abang sudah tidak ada di sisimu," gumamnya sambil memejamkan kedua matanya.


Juanda belum ingin bertanya apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Dia sangat tahu bagaimana karakternya Sultan jika dia marah, dia akan terdiam dan bungkam jika bukan dia sendiri yang terbuka padanya.


"Ocean sudah mencintai gadis itu, tapi katanya mereka belum malam pertama apakah itu salah satu pemicunya, Tapi kalau hanya masalah itu aku rasa itu tidak mungkin," pandangannya tertuju pada raut wajahnya sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu yang berubah-ubah.


"Maafkan Abang Sea, aku akan secepatnya Abang akan pulang dan tunggu Abang, cepat atau lambat Abang pasti akan datang kembali menjemputmu untuk tinggal bersamaku di Jakarta setelah semua urusanku selesai." Batinnya Sam yang sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk akan kembali lagi.


"Kisah cinta Sam dari awal penuh lika liku dan cobaan," Juan membatin.


"Kupinta jagalah selalu hatimu dan tubuhmu karena semua yang ada padamu adalah milikku hanya milikku seorang dan semata bukan pria lain," Sam sangat berharap hal itu bisa dikabulkan oleh Seana istrinya.


Padahal tadi, dia sempat melihat dan mengetahui jika istrinya itu mengejarnya hingga terjatuh ke atas jalan yang aspalnya sudah bercampur batu kerikil itu.


"Maafkan Abang yang sudah meneteskan air matamu sayang, Abang sangat mencintaimu Seana," gumamnya Sam.


Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun karena yang menyukaimu Tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.


Keikhlasan mengantarkan kamu ke pintu yang dinamakan kesuksesan.


Bukan karena dia kuat, tapi karena Tuhan yang maha kuat bersama dengan langkahnya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:

__ADS_1



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2