Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 12


__ADS_3

"Kamu tidak perlu merisaukan semua persiapannya, kami sudah mengaturnya dan kamu hanya tinggal persiapkan dirimu untuk jadi istrinya Samudera," ucap ibu Rima sekaligus tetangganya juga.


Seana hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan mereka. Dia hanya bisa pasrah dan berdoa untuk kebaikannya. Samudra sedari tadi memperhatikan gerak gerik dari Seana calon istrinya yang terpaut delapan tahun dengannya.


Setelah mereka sepakat jam delapan pagi adalah akad nikahnya dan selanjutnya ada acara kecil-kecilan yang akan mereka lakukan nanti jika selesai acaranya. Masyarakat bersatu padu membantu untuk menyukseskan dan menyelenggarakan akad nikahnya Samudra dan Seana, mengingat Sea adalah anak yatim piatu.


Mulai hari itu, sudah banyak para warga masyarakat yang membawa beberapa kebutuhan pokok sembako ke rumahnya Seana. Seperti itulah kebiasaan dan tradisi yang turun temurun di kalangan masyarakat.


Sea tidak langsung pulang ke rumahnya, dia minta untuk menjaga Samudera di rumah sakit. Karena hari ini Suster yang sering bertugas untuk menjaganya berhalangan hadir dikarenakan ada sesuatu urusan pribadi yang sangat mendesak. Sea sedari tadi hanya duduk terdiam dan melamun.


Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi ini yang pertama kali baginya berduaan dengan seorang pria di dalam suatu ruangan. Awalnya Sea menentang dan menolak permintaan tersebut untuk menjaga dan menginap di rumah sakit dalam satu kamar tanpa ada ikatan dan hubungan pernikahan.


"Sea hanya kamu yang bisa membantu ibu untuk merawat dan menjaga Samudera, karena putra ibu yang setiap hari membantu suster menjaganya harus ke kota untuk mendaftar sekolahnya," ucap Ibu Mirna dengan menggenggam tangan Sea.


"Iya, kami sangat mengerti dan memaklumi kekhawatiranmu itu, tapi kamu tidak perlu takut karena kami yang akan bertanggung jawab terhadap hal ini, lagian Samudra tidak mungkin bisa melakukan hal itu padamu karena kakinya masih sakit," jelas ibu Rima.


"Hmmm," deheman dari Sam membuyarkan lamunannya sembari menatap ke arah Sea.


"Maaf, apa Abang butuh sesuatu?" Tanya Seana yang sudah berdiri di sampingnya dengan raut wajahnya yang mulai cemas.


"Aku butuh minum, apa boleh kamu ambilkan untukku?" Pinta Sam dengan penuh harap.


Sea tidak menjawab atau pun membalas perkataannya Sam, dia langsung bergerak cepat untuk menuang air putih ke dalam sebuah gelas yang sudah tersedia diatas meja nakas. Ia mengisi air putih ke dalamnya lalu memberikan gelas itu ke hadapan Samudera.


"Ini gelasnya Abang, silahkan diminum," ujarnya sambil memberikan gelas putih ke dalam genggaman tangannya Samudera calon suaminya Sea.

__ADS_1


Sam tersenyum ke arah Sea lalu mengucap," makasih banyak atas air putihnya."


"Ya Allah… senyumannya Abang meneduhkan dan menenangkan hatiku yang gunda gulana dan kebingungan ini," Batin Sea yang diam-diam mengagumi calon suaminya itu.


Sam meminum air putih itu hingga isinya tandas tak bersisa dengan suara tegukannya yang kedengaran hingga ke telinganya Azalina.


"Sama-sama Abang," Jawabnya singkat.


Samudra kembali memberikan gelas kosong tersebut ke arah Seana. Dengan sigap Seana segera menyimpan gelas itu ke tempatnya semula. Hingga menjelang malam mereka masih terdiam tanpa ada yang membuka percakapan mereka. Seana duduk di kursi sedangkan pikirannya melanglang buana entah kemana. Sea diam-diam mengagumi wajah ayu nan alami milik Seana.


"Gadis ini sepertinya cantik juga jika dipoles make up, dan mengalahkan kecantikan wanita ular itu, aku sangat yakin akan hal itu," gumam Samudera.


Tengah malam pun datang, suasana rumah sakit mulai sepi. Berbeda halnya disaat sore hari atau masih terang. Hanya sesekali suara bangkar yang didorong oleh beberapa perawat yang terdengar dan mengisi keheningan malam itu. Sea perlahan sudah mengantuk dan mulai membaringkan tubuhnya di atas kursi panjang.


Seana melupakan jika ruangan itu terpasang mesin pendingin ruangan yang membuat cuacanya sangatlah dingin. Sam tidak mempermasalahkan hal itu karena sudah terbiasa hidup dengan ac bahkan jika tidak ada ac, dia akan kesulitan untuk tidur.


Sam yang tidak sengaja melihat hal tersebut langsung berseru,"di dalam lemari ada selimut sama sarung, mungkin kamu bisa memakainya."


Sea tanpa banyak tanya dan protes langsung bangkit dari tidurnya dan berjalan ke lemari. Kebetulan ada sebuah lemari di dalam ruangan perawatan Raja khusus untuk menyimpan beberapa barangnya.


Sea menatap ke arah Sam yang ternyata tidak memakai selimut di tubuhnya, hanya memakai pakaian pasien saja. Ia hanya mengambil sarung saja lalu berjalan ke arah ranjangnya Sea lalu menyelimuti sebagian tubuhnya Seana.


Menurutnya Sam akan kedinginan jika terus dalam keadaan yang tidak memakai selimut atau sarung saja. Samudera yang diperlakukan seperti itu sama sekali tidak mencegahnya hanya terdiam dan menatap ke arah wajahnya Sea yang semakin dipandang semakin rasa penasarannya timbul di dalam hatinya.


Dia diam-diam mengagumi perempuan pesisir itu. Semakin dia memandang semakin ada rasa yang tidak bisa digambarkan. Seana sama sekali tidak mengetahui jika dia diperhatikan dengan seksama. Dia hanya melakukan tugasnya sebagai calon istrinya yang diamanahkan tugas untuk menjaganya hingga pagi hari.

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2