Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 76


__ADS_3

"Hey tolong aku!! Seana telah menganiayaku dengan mendorongku hingga aku terjatuh dan bisa saja ekor pantatku kemungkinannya besarnya patah," teriak Wina yang meminta tolong kepada orang lain.


Orang-orang baru berdatangan setelah mendengar teriakannya Wina yang cukup menggelegar memenuhi lorong perkampungan itu. Sam yang melihat aktingnya Wina sudah keterlaluan akhirnya maju ke depan dan segera membuka suaranya yang selama ini hanya terdiam dan mendengar kebohongan Winda. Tapi, baru ingin bersuara mulutnya kembali rapat saat mendengar suara istrinya lagi.


Seana jongkok di hadapan Wina,"apa akting Dokter Wina masih berlanjut atau sudah end gitu? Aku masih menunggu season keduanya loh Bu Dokter!!" Gertaknya Seaina di hadapan Wina.


Sea tersenyum penuh maksud lalu berucap, "Ibu Mirna!! Tolong keluar jangan terus sembunyi di balik pohon," teriak Sea yang mengetahui jika Ibu Mirna melihat dari awal apa yang terjadi di sana.


Ibu Mirna tersenyum cengengesan karena ketahuan sudah sembunyi di balik pohon ketapang. Sebenarnya sedari tadi sejak awal Wina mulai berakting beliau sudah hadir di tempat kejadian.


Orang-orang sudah pada mulai berbisik-bisik tentang apa sebenarnya yang terjadi di sana, sehingga membuat keadaan sedikit ricuh dan ribut.


"Tolong katakan apa yang ibu lihat sedari tadi, karena aku yakin dengan sangat Ibu Mirna melihat dengan jelas apa yang terjadi tadi saat Dokter Wina terjatuh," pinta Seana yang terkesan menyindir dengan tersenyum licik ke arah Wina.


Ibu Mirna tersenyum sebelum menjawab permintaan dari Seana,"eeehh maaf Ibu tidak bermaksud untuk sengaja menguping pembicaraan kalian, Ibu tadi numpang lewat saja karena kebetulan ikan yang ibu jemur tadi siang kelupaan dan tanpa sengaja melihat Dokter Wina terjatuh ke atas lantai dengan sendirinya, tapi Ibu tidak lihat apa ada hantu yang mendorongnya atau bukan karena dokter hanya terjatuh sendiri tanpa didorong oleh siapapun," jelasnya Bu Mirna dengan panjang lebar tanpa ada perkataannya yang ditambah ataupun dikurangi sesuai dengan fakta yang ia lihat.


"Kalau menurut ibu-ibu di sini apa kira-kira hantu yang selama ini mendiami rumahku yang mendorong Dokter Wina gak? Karena katanya beberapa tahun yang lalu sudah ada sepasang hantu yang mendiami rumahku ini, benar kan bu Mirna?" Tanyanya Sea yang sengaja agar Wina ketakutan dengan cerita rekayasa yang diucapkan oleh Sea.


"Bisa jadi Mbak Sea, aku juga pernah terjatuh sendiri di depan rumahnya kakak padahal tidak kesandung atau pun ada orang yang mendorongku," sahut Imam tetangganya Sea anak sulung dari pak Doni.


"Benar sekali itu Mbak, aku pun sekali pernah dibuat terkejut oleh suara waktu itu mungkin sekitar jam 9 malam, tapi rumahnya Mbak sementara kosong waktu itu," timpalnya Zul adiknya Imam.

__ADS_1


Sea menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan ekspresinya seperti orang yang keheranan sekaligus ketakutan dalam waktu yang bersamaan.


"Berarti kalau gitu hantu beneran yang dorong Dokter Wina dan jangan-jangan hantu itu masih berada di sekitar kita, iya gak? Aku takut.. tolong aku!!" Rengeknya Sea yang sengaja melakukan hal itu agar Wina semakin dibuat ketakutan.


"Kalau gitu aku harus segera pergi dari sini, karena tadi aku cuma menjatuhkan diriku dengan pelan tapi ternyata sangat sakit." Cicitnya Wina sembari mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dan tiba-tiba bulu kuduknya meremang seketika itu juga.


Wina spontan langsung berdiri dan tanpa aba-aba langsung lari terbirit-birit ke arah mobilnya berada. Semua orang yang kebetulan ada di sana langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lakunya seorang dokter cantik yang bekerja di rumah sakit. Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon yang berada di belakang istrinya mau tidak mau ikut tertawa bersama mereka.


"Kalau gitu, ibu-ibu dan bapak-bapak yuk bubar, tontonan gratisnya sudah selesai, kapan-kapan kita lanjutkan lagi," terang Sea yang membubarkan kerumunan orang itu yang juga ikut tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Wina.


"Sepertinya istri kecilku memang pantas untuk jadi pendamping hidup Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon, kamu patut jadi Nyonya Besar Renon," batinnya Samudera dengan seringai licik muncul di ujung sudut bibirnya.


Sea berbalik arah dan sedikit terkejut melihat suaminya sudah ada dibelakangnya. Ia refleks tersenyum manis ke suaminya, Samudera pun membalasnya dengan senyuman smirknya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan

__ADS_1


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:

__ADS_1


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…


__ADS_2