Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 146


__ADS_3

Mereka beradu tatapan mata yang sama-sama ingin merendahkan dan melumpuhkan lawan mereka masing-masing.


Saat kita menanam padi, akan selalu ada rumput yang ikut tumbuh apalagi jika yang kita tanam adalah rumput, tidak akan ada padi yang ikut tumbuh."


Begitulah hidup, kebaikan yang kita tanam tak selalu tumbuh kebaikan pula, bagaimana jika yang kita tanam adalah keburukan, tak akan ada kebaikan yang tumbuh.


Tapi dunia ini di penuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya.


Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan hanya sebagai pendamping hidup, melainkan kita harus belajar banyak hal darinya.


Arlando yang mendapatkan tatapan tajam dari ke tiga perempuan itu hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sedangkan Aza hanya terdiam tanpa ada reaksi dan kata kata yang meluncur dari bibirnya.


Zameeraa sibuk dengan pikirannya sendiri yang merasakan keanehan saat tanpa sengaja berserobot dengan mata tajam nan teduh milik Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon.


"Aku akan mencari tahu siapa kamu sebenarnya dan jika terbukti kamu adalah istriku, aku tidak akan biarkan satupun pria memandangi kecantikan dan keindahan wajahmu yang ayu itu," Samudera membatin dan tersenyum smirk kearahnya Zameera Azzahrah Farhan Lubis.


Arlan semakin memperlihatkan wajah ketidaksukaannya kepada Samudera dengan nyata dan jelas Aza masih bimbang dengan apa yang terjadi padanya.


Samudera memanggil pelayan untuk memesan makanan," Mbak!!" Panggil Samudera.


Pelayan perempuan yang dipanggil oleh Samudera segera berjalan ke arah mereka berenam.


"Maaf boleh pesan mie instan dengan cabe rawit ditambah sayur sawi, jangan lupa telur tapi telurnya matangnya harus bagus karena dia tidak suka jika telurnya setengah matang," pinta Samudera sambil melirik sepintas lalu ke arah Aza yang sesekali menghalau anak rambutnya.


Aza yang mendengar pesanan Samudera sedikit terkejut karena apa yang sering dia makan hampir setiap hari dipesan oleh Samuderaa saat itu.


"Berapa porsi Pak?" Tanya Mbak itu yang masih memegang setia pulpennya untuk mencatat pesanan dari pelanggan tamu kantinnya.


"Dua porsi, tapi ingat mie-nya jangan terlalu lama direbus, aku tidak suka jika terlalu masak," imbuhnya lagi.

__ADS_1


"Masih ada Pak pesanannya, mungkin minumannya mau ditambah?' tanyanya Mbak pelayan itu sambil menatap tak jemu ke arah Sam.


Mbak pelayan itu melihat ke arah beberapa gelas minuman yang sudah kosong dari beberapa orang yang ada di depannya termasuk para gadis yang menatap kelaparan ke arah


"Kalau boleh silahkan ditambah karena kedatangan pria tampan itu membuatku kehausan," tuturnya Mery dengan menatap memuja ke arah Sam yang tatapan matanya tertuju ke arah Samudera hingga tak berkedip, kedua tangannya bertumpu pada meja.


"Baik kalau gitu, silahkan ditunggu beberapa saat yah Mbak, Pak," jelasnya Mbak pelayan itu.


"Makasih banyak Mbak," tuturnya Zameera Azzahrah Farhan Lubis .


Sultan sudah mengirim data Aza ke nomor hpnya Anggara untuk segera menyelidiki siapa sebenarnya Azahrah. Gadis yang sangat mirip dengan Azalina istrinya.


"Aku mau lihat apa dia menyantap makanan yang aku pesan untuknya atau tidak, tapi kalau dia makan dengan lahap berarti ada kemungkinan besar dia adalah istriku yang menghilang," batinnya Sam yang menatap penuh harap ke arah Zameera.


"Siapa sih pria ini, sedari tadi selalu memperhatikan Aza dan tersenyum kegenitan," umpat Arlando.


Lili tidak menampakan secara nyata bentuk dia mengaguminya Samudera tidak sama seperti dengan Mery Samantha Sera yang sangat jelas terang-terangan mengatakan pujiannya dan kekagumannya pada pesona dan Kharisma Samudera.


Beberapa saat kemudian, pesanan mereka sudah datang. Aza terbelalak dan melotot melihat tampilan mie instan rasa soto itu tersaji dengan cantik di dalam mangkuk. Ia tidak menyangka jika mie itu tidak seperti yang sering dinikmati hampir setiap hari di rumahnya.


Saat pelayan itu menyodorkan dua mangkok ke hadapannya yang berisi mie yang mengepul asapnya serta aromanya yang menggugah selera.


"Mbak itu mie untuk dia, semuanya kalau aku syukur Alhamdulillah sudah makan, dan kenyang tidak mungkin bisa terisi lagi walaupun akan ada yang nantinya minta tolong untuk dibantu makan," jawabnya Sam dengan tatapannya mengarah ke arah Zahrah.


Zameera Azzahrah Farhan Lubis melirik ke arah Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon setelah berkata seperti itu. Dia keheranan melihat mie itu dalam mangkok yang sangat persis dan sama dengan apa yang sering dia makan.


"Ya Allah… kenapa perasaanku seperti ini, kayaknya aku pernah ngalamin hal ini tapi kapan, dimana dan dengan siapa?" Wajahnya yang penuh tanda kebingungan dan bertanya-tanya kenapa Pria yang sama sekali tidak dikenalnya itu tahu dengan sangat tentang mie instan yang dia paling gemari.


"Kenapa mereka diam-diam saling bertatapan? Apa pria itu yang menjadi tunangan rahasianya Aza selama ini yang dikatakan oleh Abang Fauzan Daniel Mananta Lubis yah?" Hestiana Raiya Rahman ikut membatin mengingat perkataan dari kekasihnya itu.

__ADS_1


Hesti dan Daniel abangnya Zahra menjalin hubungan sudah hampir tiga tahun lebih itu. Mereka juga sudah merencanakan pernikahan jika Hesti sudah lulus kuliahnya.


"Apa sih hubungannya dia dengan Zameera dan juga kenapa dia tahu kesukaannya juga Zahra saya pun baru tahu itu kemarin Mamanya Zameera Tante Fauziah," batinnya Arlando dengan tatapan menyelidik penuh arti ke arah Samudera.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


__ADS_2