
Seorang suami pun sama akan sangat bahagia dan lega serta plong jika apa yang mengganjal di dalam hati dan pikirannya bisa tersalurkan dengan baik di atas tubuh sang istri tercinta.
Berniat menyenangkan pasangan juga jadi bagian dari adab serta tata cara berhubungan suami istri sesuai Sunnah dan syariat Islam.
"Alhamdulillah semua persiapan di rumah sakit sudah selesai dan hanya menunggu rombongan dari sini," sahut Ibu Mirna lagi.
Seana yang mendengar perkataan dan berbagai pujian yang dilayangkan kepadanya membuatnya tersipu malu dan wajahnya memerah menahan rasa malunya tersebut.
Samudera terduduk di atas ranjangnya ia kembali teringat ingat kejadian beberapa minggu yang lalu saat ia berencana ke kampung untuk meninjau langsung proyek pembangunan yang diselenggarakan oleh perusahaannya.
Proyek pembangunan itu hasil kerjasama beberapa perusahaan lainnya dan juga pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat.
Flasback on..
Pesawat yang ditumpanginya semakin menukik tajam dan oleng. Bayu semakin mengeraskan suara tawanya. Dia menginjak tangannya Samudera hingga berdarah. Saking kuatnya hingga tetesan air matanya Samudera menetes padahal sudah sekuat tenaga dia tahan.
Bayu semakin tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesakitan dari Samudera, "Sakit yah? Pasti karena saya sangat jelas melihat hal itu dari wajah dan matamu itu pria naif dan bego sok suci," makinya Bayu.
Samudra berusaha untuk bangkit dan melawan Bayu tapi, usahanya sia-sia belaka. Bayu sama sekali tidak memberikan ruang pergerakan dan waktu kepada Samudra untuk membalas ataupun membela diri.
Samudra hanya bisa pasrah menahan perih dan sakitnya injakan dari pentopel sepatunya Bayu tersebut. Bayu kemudian jongkok di hadapan Samudra sembari menarik dan mengangkat ke atas dagunya Sam.
"Lihat baik-baik wajahku sebelum maut datang menjemput dirimu yang sok baik ini, lihat dengan seksama karena hari ini adalah hari terakhir kamu bernafas dan tersenyum," geram Bayu dengan memegang cukup kuat dagunya Samudra.
Samudera segera meludahi wajahnya Bayu yang menurutnya kurang ajar dan tidak tahu diri itu.
"Aku akan ingat baik-baik wajah jelek kamu itu, dan jika aku mati ataupun selamat tunggulah pembalasanku dan hal itu pasti akan datang selama kamu masih hidup," murka Samudera.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, tubuh mereka sudah bergoyang mengikuti gerakan pesawat yang sudah tidak stabil. Pesawat terbang miring ke kiri. Hingga posisi mereka di atas kapal oleng ke kiri juga
"Makanya jadi orang jangan terlalu gampang percaya dengan orang lain." Makinya Bayu yang sama sekali tidak gentar dengan perkataan sumpah serapah dari Samudera.
Samudra hanya menatap tajam ke arah Bayu tanpa ada perlawanan apa pun, "Tatap tajam saja sebelum kamu tidak bisa menatap saya lagi," bentak Bayu.
Bayu segera berteriak ke arah tempat kursi pilot dan co pilot untuk segera bersiap untuk terjun ke atas kapal yang tersedia di atas laut.
Bayu kemudian memeriksa parasutnya dengan baik, dan sebelum melompat dia menoleh sepintas ke arah Samudera dengan seringai liciknya.
"Selamat tinggal Samudra, semoga kamu tenang di alam sana, dan perbanyak doa saja semoga kamu masih bisa selamat!!" caci-maki Bayu sebelum melompat dari atas pesawat yang sudah bersiap untuk jatuh ke atas permukaan laut.
Bayu dan anak buah antek-anteknya sudah satu persatu terjun dan langsung lompat ke atas perahu yang sedari tadi menunggu mereka. Bayu kemudian melompat ke atas speed boat yang sudah standby sedari tadi.
"Ayok cepat jalan sebelum pesawat itu jatuh," teriaknya kepada juri mudinya.
"Bismillahirrahmanirrahim, semoga parasutnya masih ada, tidak dibuang oleh Bayu, ya Allah tolonglah saya," lirihnya Samudra.
Pesawatnya sudah terbang dengan tidak teratur. Dengan susah payah dan pengorbanan yang tidak sia-sia, Dia mendapatkan parasut tersebut.
Samudra semakin mempercepat langkahnya walaupun kondisinya sangat dalam keadaan yang tidak baik. Ia segera memakainya dengan mengunakan tangan kirinya. Setelah berhasil dia kembali merangkak hingga ke pintu keluar kemudian mendorong tubuhnya sekuat tenaga hingga terjatuh ke permukaan air laut.
Parasutnya mengembang dengan sempurna hingga tubuhnya sedikit terdorong hingga ke pinggir lautan yang tidak terlalu dalam jadi sedikit terselamatkan dari amukan ledakan pesawat dan terjangan ombak, berkat bantuan angin yang cukup kuat di sore hari itu.
Buuummmmm… Buuuuumm…
ΩΩΩΩΩΩΩΩ
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…