
Sea semakin menambah kecepatan langkah larinya karena khawatir dengan kondisi dari Sam yang hanya seorang diri di dalam kamar perawatan yang sedang sakit. Ia yang terus berlari ke arah ruangan dokter yang selama ini menangani kondisi suaminya.
Nafasnya memburu dan ngos-ngosan, dia memegang ujung tembok untuk mengatur ritme nafasnya agar jika dia berbicara dengan dokter dia bisa berbicara lancar tidak tersengal-sengal.
Tol.. tok.. tok..
Tangannya terus mengetuk pintu itu dengan tidak sabaran.
"Dokter!! Dokter!!" Teriaknya Seana dengan tangannya yang terus mengetuk pintu itu tapi nafasnya masih ngos-ngosan saking kencangnya ia berlari bagaikan atlet lari maraton saja.
Beberapa saat kemudian, pintu itu terbuka dan keluarlah seorang dokter yang masih sangat muda dengan perawakan yang tinggi tegap, bulu mata yang lentik, bibir seksi yang merona memerah, hidung mancung, rahang atas yang tegas, dagu lancip.
Siapa saja yang melihatnya pasti akan kagum dan terpesona dengan dokter muda itu. Sea pun sempat terkesima dan tidak berkedip melihat dokter muda spesialis tulang yang berasal dari Ibu Kota Jakarta itu dan tidak menyangkal dan menampik kenyataan itu.
"Dokternya cakep yah, kalau gini pasiennya akan betah di rawat oleh dokter setampan dia, Abang Sam masih cakepan sih," gumam Seana.
Dokter itu mengibaskan tangannya ke hadapan Sea yang terpaku dan terdiam seribu bahasa. Dokter Juanda tersenyum melihat istri dari sahabatnya itu.
"Halo, Maaf Mbak ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya Dokter Juan yang mengibaskan tangannya tepat di wajahnya Sea berulang kali.
"Eeehhh Maaf Dok, anu anu itu Abang, eehh maksudnya Abang Sam suamiku tiba-tiba mengeluh kesakitan dibagian dadanya, tolong periksa dia yah Dokter," ucap Sea yang sedikit gagap dan grogi karena ketahuan diam-diam mengagumi Dokter tampan itu seraya menarik tangannya dokter muda itu.
"Maksudnya suamimu yang sakit dibagian dadanya?" Tanya dokter Juan yang menekankan kata suami.
__ADS_1
"Itu maksudnya saya Dokter, ayok kita segera ke sana, aku khawatir terjadi sesuatu sama suamiku," ujarnya Sea dengan polosnya sembari menarik tangannya dokter Juan.
Sea sama sekali tidak menyadari apa yang sudah diperbuatnya, saking grogi bercampur dengan khawatir dengan kondisi suaminya sehingga dia sama sekali melupakan tingkahnya yang membuat mereka menjadi pusat perhatian dari beberapa orang yang mendatangi rumah sakit.
Sedangkan Juanda sama sekali tidak mencegahnya hanya tersenyum simpul menanggapi tatapan menyelidik dari orang-orang yang berpapasan dengannya. Pintu itu terbuka Sam segera memperbaiki posisi duduknya tanpa diperhatikan oleh istrinya itu.
Sudut ekor matanya tanpa sengaja melihat tangannya Sea yang berpegangan dengan Juan sahabatnya itu. Dia tidak menyukai dengan apa yang mereka lakukan. Hingga tatapan matanya yang tajam langsung mengarah ke arah Juan.
"Kenapa juga mereka harus berpegangan seperti itu sih!" umpatnya Samudera
Sedangkan dokter tampan itu yang mengetahui jika, Sam terkesan cemburu melihat kedekatannya dengan Seana semakin berakting di depannya Samudra untuk melihat sejauh mana sudah rasa sayangnya Sam kepada istri kecilnya itu yang menikah karena gara-gara insiden salah paham berakhir sah.
"Aku ingin melihat sampai sejauh mana kamu bermain petak umpet dengan berpura-pura tidak mencintai gadis cantik ini," batin Dok Juan.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1