Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 138


__ADS_3

Sea menatap ke arah Abangnya itu dengan wajah seriusnya. Ia kurang percaya diri jika harus terjun langsung membantu kakaknya untuk bekerja.


"Apa yang kamu rasakan Sea? Sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan sama kakak?" Tanyanya Farhan yang melihat ada sesuatu yang mengganjal pikiran adik bungsunya itu.


"Entah kenapa perasaanku akhir-akhir ini serasa ada seseorang yang ingin bertemu denganku tapi entah siapa orangnya, saya tidak tahu dan tidak mengerti dan juga aku tidak percaya diri dengan kemampuan yang Seana miliki Abang," pungkasnya Azzahrah.


"Apa yang kamu rasakan Zaheera? Sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan sama kakak?" Tanyanya Farhan yang melihat ada sesuatu yang mengganjal pikiran adik bungsunya itu.


"Entah kenapa perasaanku akhir-akhir ini serasa ada seseorang yang ingin bertemu denganku tapi entah siapa orangnya, saya tidak tahu dan tidak mengerti dan juga saya tidak percaya diri dengan kemampuan yang miliki Abang," pungkasnya Zaheera Azzahrah Farhan.


Zaheera refleks menundukkan wajahnya dengan menatap ke arah piringnya yang berisi kue yang tinggal beberapa potong gigitan saja. Pak Fauzan, Nyonya Fauziah dan Farhan saling bertatapan satu sama lainnya, mereka bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi padanya.


"Mungkin kamu punya teman atau sahabat yang sudah lama kamu tidak kunjungi dan temui tapi dia merindukan pertemuanmu dengan dia lagi," jelas Pak Farhan kehadapan puterinya.


"Benar sekali yang dikatakan Papa Zameera kamu punya teman yang sangat merindukanmu tapi orang itu berada di tempat yang jauh sekali, apa kamu mengingat sesuatu?" Tanyanya Fauzan Daniel Farhan dengan menghentikan kunyahan makanannya untuk sementara waktu.


"Iya sayang coba kamu ingat baik-baik, mungkin kamu bisa mengingatnya nak?" Tanya Mama Fauziah.


Zameera memikirkan perkataan dari mamanya dan tiba-tiba dia berteriak histeris kesakitan sembari memegang kepalanya.


"Aaahhh sakit!!" pekiknya Zameera yang sudah mulai mengucur peluh keringatnya yang membasahi seluruh wajahnya.


Tubuhnya bergetar dan gemetaran dalam waktu yang bersamaan. Dia meringis kesakitan. Kepalanya serasa mau pecah, semua anggota keluarganya yang kebetulan bersamanya segera memberikan pertolongan.


"Putriku!! Apa yang terjadi padamu Nak?" Tanyanya Bu Fauziah yang sudah ketakutan dan khawatir melihat kondisi dari putri tunggalnya.

__ADS_1


"Fauzan!! cepat siapkan mobil kita harus membawa Zameera secepatnya ke rumah sakit," teriaknya Pak Farhan yang khawatir, cemas serta ketakutan bercampur aduk menjadi satu bagian di dalam hati dan pikirannya.


"Ya Allah… apa yang terjadi denganmu Nak, Mama sangat takut," ucap Bu Fauziah yang sedih dan ketakutan melihat Aza yang sedari tadi meringis dan mengeluh kesakitan.


Fauzan yang diperintahkan oleh Papanya segera berjalan ke arah pintu keluar dan tidak lupa mengambil kunci mobilnya. Beberapa asisten rumah tangga yang melihat serta mendengar keributan tersebut segera menghampiri mereka.


"Tolong bantu angkat ke atas mobil!" Pinta Pak Farhan.


Mereka segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh tuan besar mereka.


Mereka sudah berada di dalam mobil dan segera ke rumah sakit terdekat. Untungnya keadaan di jalan tidak terjadi kemacetan yang berarti sehingga perjalanan mereka terbilang lancar dan tidak terganggu sedikit pun sehingga lebih cepat sampai di rumah sakit tujuan.


"Papa tolong segera telpon Wanda dan katakan padanya jika Aza sakit dan kita sudah di rumah sakit," pinta Bu Fauziah kepada suaminya untuk menghubungi nomor hp adik sepupunya itu yang bekerja sebagai dokter psikiater.


Tanpa menjawab perkataan dari istrinya dia segera menelpon nomor hp Wanda. Beberapa perawat dan suster yang melihat kedatangan mereka segera sambil mendorong bangkar rumah sakit.


Zameera masih merintih menahan sakitnya di bagian kepalanya. Serasa mau pecah dengan nyut-nyutan serta panasny yang tiba-tiba di dalam kepalanya.


"Mama!!! Sakit!!" Teriak Zam yang memegang kepalanya dengan kuat dan melengkungkan kakinya yang bertujuan agar rasa sakitnya sedikit berkurang.


"Sayang kamu harus sabar dan kuat, kamu akan segera diobati," bujuk Pak Farhan yang sangat sedih melihat putri satu-satunya yang dia miliki.


Air matanya pun tak segan menetes membasahi pipinya. Daniel abangnya pun ikut menangis tersedu-sedu melihat kondisi adiknya yang sangat mengkhawatirkan itu.


Dokter Wanda Hamidah Hasan setelah menerima teleponnya kakak iparnya segera menuju ruangan ugd. Dia pun ikut khawatir dengan keadaan Zameera setelah mendengar penjelasan dari Pak Farhan.

__ADS_1


"Apa ada yang memaksanya untuk mengingat kejadian masa lalunya sehingga hal ini bisa terjadi?" Gumam Dok Wanda yang mempercepat langkah kakinya.


Raut wajahnya tampak sangat serius dan mencemaskan beberapa kemungkinan besar yang bisa terjadi pada kondisi psikis dan fisik dari Zameera putri tunggalnya itu.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama

__ADS_1



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


__ADS_2