Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 149


__ADS_3

Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon yang tidak siap dan tidak menduga dengan kedatangan orang itu sedikit tertarik kebelakang. Arlan tidak menyia-nyiakan kesempatan dan peluang tersebut. Ia segera mendorong tubuhnya Samudera hingga punggungnya membentur pintu jendela mobilnya.


Arlando Diego Rahmany mencengkram erat kera bajunya Sam," ingat jaga batasan loh jadi orang!! Aza itu adalah pacarku sekaligus calon istriku jadi jangan sekali-kali berharap tinggi dan menggoda tunanganku," gertak Arlan yang serius mengancam Samudera.


Samudra yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum menanggapi tindakan berani dari Arlan.


Hahahaha," kekasihmu… tunanganmu!! Kamu sebaiknya ke toilet cuci muka biar gak mimpi disiang bolong, dan sepertinya kamu terlalu banyak bermimpi dan imajinasi kamu itu ketinggian bro, jadi sadar dikit kenapa!" sarkasnya Samudra dengan bibirnya yang mencibir perilaku Arlando tersebut.


Perkataan dari Sam mampu menyulutkan emosinya Arlan. Perkataan dari Samudera membuat kedua bola Matanya Arlan memerah, buku-buku urat di tangannya menonjol, jakunnya naik turun saking marahnya dibilangin seperti itu.


Samudera bahkan sama sekali dan sedikit pun tidak gentar, malahan dia menyukai apa yang dia lakukan karena berhasil memprovokasi Arlan.


"Maaf!! Sampai detik ini tidak satupun Pria yang diterima oleh Zameera Azzahrah untuk jadi kekasih atau pun tunangannya jadi jangan sok kepedean ngaku kalau kamu itu tunangannya," terang Sam sambil melepas pegangan tangannya Arlan lalu sedikit mendorongnya.


Dorongan dari tangannya Samudera cukup membuat langkahnya Arlan mundur beberapa langkah hingga membuat Arlando Diego Rahmany hampir saja terjungkal.


"Maaf, aku tidak mau meladeni emosi kamu yang sudah memuncak dan menggebu itu, aku hanya ingin mengatakan mari kita bersaing secara sehat dan normal jangan berusaha untuk bermain kotor seperti ini kalau memang kamu seorang pria," paparnya Samudera lalu bergegas mengunci otomatis mobilnya.


Samudera melirik dengan di barengi senyum smirknya ke arah Arlan yang berdiri mematung dengan nafas tak beraturan dengan tatapan matanya yang membunuh.


"Bocah… kamu bukan lawanku dan tandinganku!!" Sarkasnya Samudera lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan Arlan seorang diri.

__ADS_1


Arlan mengepalkan tangannya dengan sekuat tenaganya, dia meninju kap mobil yang ada di sampingnya itu.


Bruk…


"Aku tidak akan mengijinkan Siapa pun pria yang merebut Zahrah dariku tanganku bahkan aku akan melakukan cara apa pun untuk mendapatkannya!!" Teriaknya Arlando dengan amarahnya membuncah di dadanya.


Satu minggu kemudian…


Hari ini adalah jadwal terapinya Azahra, dia pun pamit kepada Mamanya saja karena kebetulan papanya ada di luar negeri.


"Ma, hari ini jadwal terapinya Aza Mama gak perlu ikut mengantar Aza, kasihan Mama kalau selalu mengantar Aza ke rumah sakit," pintanya Aza dengan alasannya.


Aza mengolesi selei kacang di atas rotinya sambil berbicara untuk meminta ijin kepada Mamanya. Ibu Fauziah menatap ke arah putri tunggalnya itu.


Aza memegang tangan Mamanya," insya Allah Aza baik-baik saja kok Ma, Aza kan bukan anak kecil lagi lagian ada mang Udin yang nemenin Aza ke Rumah Sakit Pelita Harapan."


Dengan berat hati dan terpaksa Bu Fauziah mengijinkan putrinya berangkat ke RS tanpa dia mendampinginya.


"Kalau gitu, Mama telpon Aunty kamu dulu untuk mengabarkan kepadanya bahwa kamu akan ke rumah sakit harapan bunda untuk terapi," jelas Bu Fauziah.


"Siap Mamaku sayang," balasnya Aza.

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama

__ADS_1



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


__ADS_2