Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 48


__ADS_3

Pamannya memegang tangannya Sea, "Kamu harus sabar Nak, mungkin seperti ini lah jalan hidup yang harus kamu lalui, Paman yakin kalau itu yang terbaik untuk kamu dengan pria itu," balas Pak Heru sambil menunjuk ke arah Sam.


"Sebaiknya kita bicara di dalam saja Nak, kebetulan paman bawa makanan untuk kamu dengan Sam, pasti kalian belum makan pagi kan?" Ujarnya sambil menunjuk ke arah rantang makanan yang berisi beraneka macam masakan.


"Paman selalu tahu apa yang aku butuhkan, maafkan saya yah paman, sudah membuat Paman repot-repot harus mengantarkan makanan segala untuk kami," pungkasnya Seana yang menggandeng tangan pamannya ke arah kursi.


Pak Heru melirik sekilas ke arah Sea, "Sea tolong ambilkan piring beserta sendoknya lalu isi makanan ke atas piring sepertinya Raja akan minum obat dan harus makan terlebih dahulu," perintah Pak Heru.


Tenyata sedari tadi Sam sudah terbangun dari tidurnya. Sea melihat ke arah Sam yang sudah terbangun dan hanya terdiam menatap ke arah mereka berdua tanpa ada niat untuk ikut nimbrung dengan percakapan mereka.


Sea segera melaksanakan perintah sesuai dengan arahan pamannya. Dia sama sekali tidak menentang atau pun protes dengan perintah dari pamannya yang baru pulang dari Ibu Kota Jakarta untuk bekerja.


Dengan telaten dan penuh kelembutan Seaa, menaruh beberapa makanan yang sesuai dengan yang ada di dalam rantang tersebut. Pak Heru yang melihat anak dari adik perempuannya itu tersenyum melihat wajah Seana yang nampak sangat serius tapi tulus dan penuh kehati-hatian berbeda dengan kesehariannya Sea yang ceria dan aktif.


Pak Heru tersenyum simpul lalu berucap, "Kalau sudah terisi beberapa makanan kamu sana bawa ke Sam, tapi kamu yang harus bantu karena setahu Paman, Sam pasti belum bisa memegang lama sendok," tutur Pak Heru.


Seana hanya manut saja tanpa ada niatan untuk menyanggah sedikit pun perkataan dari pamannya itu, "Baik Paman, ini semua Bibi Mirna yang buat yah Paman?"tanya Sea saat meraih sendok makan.


Pak Heru balas menatap Sea dengan menjawab pertanyaan dari Sea, "Ini titipan dari Ibu Mirna katanya dia masak khusus untuk kamu dan Sam calon manten kamu loh Nak," jawabnya Pak Heru yang membuat Seana tersedak dengan salivanya sendiri.


Uhuk… uhuk…


Pak Heru dengan pelan menepuk punggungnya Sea agar sedikit reda batuknya, "Minum dulu, makanya jangan biasakan cicipi makanan sambil berbicara kan gini jadinya," gurau Pamannya lalu menyodorkan segelas air putih ke dalam genggaman tangannya Sea.


Sam refleks ingin segera bangkit dari tidurnya saat melihat kondisi Sea yang terbaik tapi, buru-buru dia segera mengurungkan niatnya itu.


"Ya Allah… hanya mendengarnya saja terbatuk-batuk membuatku hampir melupakan rencanaku selama ini, hampir saja ketahuan," batinnya Sam yang menyesali kebodohannya sendiri.

__ADS_1


Raut wajahnya Sew ditekuk, "Sudah kuduga tidak mungkin mak lampir yang buat ini semua, mana mau dia repot-repot dan pasti bakal berpikiran uangnya akan habis!!" Seana tersenyum miris ke arah pamannya yang mengetahui kenyataannya sesuai dengan pikirannya.


"Kamu bantu nak Sam untuk makan, dan mulai hari ini kamu harus belajar untuk membantu menyiapkan makanan untuknya Sam calon suami kamu Nak, apalagi kasihan Ia masih sakit dan pasti butuh perhatian khusus dari kamu," terang Pak Heru.


"Baik Paman, aku akan laksanakan sesuai dengan arahan dari paman," jawab Seana yang tersipu malu. Seana sedikit grogi dan salah tingkah karena seumur hidupnya belum pernah menyuapi orang yang sakit.


Samudera yang melihat Seana membawa piring ke arahnya segera menggerakkan badannya walaupun sedikit kesulitan dan hanya tangannya yang bisa bergerak di matanya Seana.


Sea spontan sigap segera membantu Sam untuk duduk dan bersandar dengan posisi yang baik dengan mengatur letak ranjang yang ada di samping bangkar tersebut.


Sea menatap ke arah Sam, "Apa sudah nyaman kalau seperti ini Abang?"tanya Seana dengan lembut saat membantu Sam untuk bersandar.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Sea, Sam malahan hanya menatap wajahnya Sea yang bersinar terang layaknya mentari di pagi hari itu dan kedua bola matanya sebening embun pagi.


Sam mengagumi indahnya ciptaan Tuhan yang Maha Esa," subhanallah, Masya Allah cantiknya ciptaanMu ya Allah gadis yang ada di depanku." Dengan senyuman tipisnya yang tersungging dan tidak mampu orang lain lihat saking tipisnya.


Sea segera mengupas udang tumis serta menyendok sayur asem beserta nasinya kedalam sendok lalu menyodorkan ke dalam mulutnya Raja. Dengan tangannya yang sedikit gemetaran. Sam tanpa penolakan sedikit pun dengan patuh langsung membuka mulutnya lebar-lebar lalu mengunyah makanannya dengan pelan.


"Semoga kalian bahagia dan langgeng sampai kakek nenek, Paman bahagia jika melihat kalian nantinya bersanding di pelaminan dan menurut Paman Raja adalah pria yang baik dan cocok untukmu." Batin Pak Heru yang melihat interaksi mereka.


"Gadis ini masih sangat muda, tapi sudah pintar memerankan peran dan tugasnya sebagai calon istriku," gumam Sam.


Sam bersyukur karena mendapatkan gadis yang perhatian padanya dan baik hati walaupun mereka akan menikah tanpa adanya cinta dan kasih sayang dari keduanya.


"Ya Allah… kalau gadis kecil ini yang akan menjadi pendampingku hingga tutup usiaku maka dekatkanlah dia padaku ya Allah… dan satukanlah kami di dalam hubungan halal yang Engkau ridhoi."


****************

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2