Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 30


__ADS_3

Pak Ardiansyah menatap dengan penuh amarah kearahnya Bu Widya sembari berkata, "Ibu Widya stop!! saya mohon hentikan tangisannya, sebaiknya kita selesaikan semua masalah ini dengan kepala dingin, jangan main hakim sendiri, apa Ibu ingin berurusan dengan polisi?" terang Pak Desa yang sudah mengetahui apa yang terjadi di dalam ruangan itu.


Pak Ardi sudah mendengar laporan dari beberapa warga dan juga asistennya tentang perlakuan kasar Ibu Widya terhadap Sea. Ibu Widya langsung terdiam saat mendengar perkataan dari Pak Ardi selaku kepala Desa di Desa Berkah Laut.


"Kenapa Pak Desa juga muncul pada saat yang tidak tepat seperti saat ini, padahal aku masih ingin menyiksa gadis sialan ini," umpatnya Bu Widya.


Tatapannya tajam melihat ke arah Sea lalu bergantian ke arah Pak Desa dengan berpura-pura sangat sedih karena telah dipermalukan oleh Sea. Bu Widya kembali mau memulai perannya sebagai korban dari tindakan dan kelakuannya Seana. Bu Widya berusaha untuk menjadikan Seana sebagai kambing hitam dalam peristiwa tersebut.


"Aku harus melakukan akting yang sempurna agar mereka tidak bisa berkutik dan Pak Ardiansyah percaya pada semua perkataan ku ini," batinnya Bu Widya dengan tatapan penuh kelicikannya.


Pak Ardiansyah menatap jengah dan jengkel kearahnya Bu Widya yang sangat pintar dan lihai dalam bersilat lidah dan mampu memutar fakta,"selama aku ada di sini jangan harap kamu bisa melanjutkan kejahatan kamu Bu Widya dan tunggulah kedatangan kepolisian karena mereka akan segera datang ke sini," batin Pak Ardian.


"Jadi menurut Pak Desa jalan yang terbaik untuk mereka bagaimana? aku sangat malu pak Desa gara-gara perbuatan dia keponakannya suamiku ini sudah mencoreng nama baik kami selama ini," terang Ibu Widya dengan memelas di depan Pak Ardi.


Bu Widya dengan sesekali terisak dalam tangisnya sembari menunjuk ke arah Seana dan berharap apa yang direncanakannya berhasil dengan lancar dan mulus sesuai dengan keinginannya itu.

__ADS_1


Sedangkan Seana yang ditujuk dan semua tuduhan diarahkan padanya masih sesegukan dan menahan perih bagian tubuhnya yang dipukuli oleh bibinya sendiri. Ia terduduk tidak berdaya di atas lantai denga menekuk kedua lututnya. Seperti itulah yang selalu dilakukan oleh Seana jika ibu Widya menyiksanya.


"Bersabarlah Nak, Pak polisi akan segera datang karena Bu Salamah sudah mendatangi kantor polsek setempat," lirihnya Pak Rusman yang tersentuh dan sedih melihat kondisinya Seana yang tadi disiksa oleh bibinya sendiri.


Bukan kali ini dia perlakukan kasar seperti itu. Bahkan lebih parah dari itu sudah kerap kali dia rasakan. Bukannya dia tidak mampu untuk membalasnya akan tetapi, dia selalu mengingat ajaran dan amanah yang selalu didengungkan oleh ibunya disaat beliau masih hidup.


...----------------...


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

__ADS_1


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:

__ADS_1


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…


__ADS_2