
"Ya Allah… apa yang harus aku lakukan kalau seperti ini sudah kejadiannya, aku membela diri dan menentang tuduhan mereka pun hanya sia-sia belaka dan tidak ada gunanya," batin Seana yang mulai meneteskan air matanya.
"Jadi untuk apa lagi Kamu mengelak Seana, semua sudah sangat jelas, jika kamu dan pria itu sedang berbuat hal yang tidak senonoh di pinggir pantai," terangnya yang ikut marah juga.
"Kami tidak menyangka jika kamu tega berbuat seperti ini Seana!" kesalnya Pak Sudi.
"Kami kira kamu adalah gadis suci dan baik-baik, tapi ternyata sama saja dengan wanita nakal lainnya," sindir Pak Doni.
Mereka tidak menyangka jika gadis yang mereka kenal selama ini adalah gadis yang baik hati, jujur dan sholeha ternyata seperti ini kelakuannya.
"Kami tidak menyangka jika kamu sangat berani berbuat asusila di kampung kita ini," sarkas dengan menggelengkan kepalanya.
"Apa seperti ini!! mendiang kedua orang tuamu mendidikmu?" Timpal Pak Toni lagi.
"Paman, aku mohon jangan sekali-kali bawa-bawa nama kedua orang tuaku, mereka sedikitpun tidak punya salah dan kalianlah yang salah paham dengan apa yang kalian lihat," terangnya.
Seana marah jika kedua orang tuanya disangkut pautkan dengan apa yang terjadi sekarang.
"Kami sangat ingin tertawa mendengar perkataanmu, kalau memang kamu tidak melakukan apapun terus apa maksudnya Pria itu bertelanjang dan kamu memangkunya dan tadi Kami lihat dengan jelas kamu mencium pemuda itu," jelas Pak Rusman dengan panjang lebar.
"Iya betul, tidak mungkin kami salah lihat dan juga buta apa lagi kami ini ada sekitar enam orang, jadi apa kamu menganggap kami keliru!" Bentak Pak Budi.
Tatapannya Pak Toni sudah tidak bersahabat dan matanya sudah memerah menahan amarahnya, "Kalau kamu terus menyangkal itu sama saja tidak akan menyelesaikan masalah Sea, jadi mengakulah sebelum bertambah orang yang melihat kalian dalam keadaan seperti ini," timpal Pak Toni.
__ADS_1
Mereka hanya ingin Seana jujur dan segera mengakui perbuatannya. Mereka tahu jika bibinya yang mengetahui masalah ini, pasti akan semakin panjang dan runyam masalahnya.
Pak Doni menambahkan lagi sambil berucap, "Kalau memang kami tidak mau jujur sebaiknya kita bawa ke Balai Desa saja untuk segera mencari jalan keluar dan solusi dari hal ini," tutur Pak Doni.
"Betul yang Bapak katakan, karena sampai kapan pun dia tidak akan mengakui dan membuka mulutnya untuk berterus terang."
Mereka segera menggiring Seana dan pria itu yang sudah setengah sadar, walaupun kondisinya masih sangat memprihatinkan. Pak Doni segera mencari pakaiannya untuk dipakaikan ke tubuhnya pria itu. Mereka masih punya hati nurani untuk membantu pria itu berjalan. Mereka beranggapan jika, pria itu saking lelahnya hingga sudah tidak sanggup dan mampu untuk berdiri dengan tegak dan baik.
"Mungkin pria ini sedang mabuk Pak Rusman," terangnya lagi setelah memeriksa kondisi dari Samudera.
"Itu bisa jadi Pak, mungkin pengaruh minuman beralkohol sehingga mereka sudah tidak sadar dan melupakan segalanya," ungkap Pak Doni.
"Coba cek dari bau mulutnya, karena aku lihat tubuhnya gemetaran dan pucat pasi, celana pendeknya juga nampak basah, apa jangan-jangan dia habis tenggelam," sahut Pak Rusman.
Mereka bahu membahu membantu pria itu untuk berjalan. Seana tidak ingin menangis dan bendahara terus untuk menahan laju air matanya.
Seana ingin terus memberikan perlawanan dan sanggahan tapi, apalah daya karena bukti semuanya mengarah ke hal yang tidak baik. Doa itu yang selalu dipanjatkan olehnya agar terbebas dari kesalahpahaman yang sedang terjadi.
Hanya butuh waktu beberapa menit saja, yaitu sekitar 15 menit berjalan kaki hingga mereka sudah sampai di depan pintu Balai Desa yang kebetulan sudah terbuka pintunya. Penjaga Balai Desa terkejut melihat Seana dengan seorang pria digiring ke Kantor Desa.
"Apa yang terjadi dengan Seana bapak-bapak?" Tanya cleaning servis Balai Desa tersebut Bu Salamah.
...****************...
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…