Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 13


__ADS_3

Menurutnya Sam akan kedinginan jika terus dalam keadaan yang tidak memakai selimut atau sarung saja. Samudera yang diperlakukan seperti itu sama sekali tidak mencegahnya hanya terdiam dan menatap ke arah wajahnya Sea yang semakin dipandang semakin rasa penasarannya timbul di dalam hatinya.


Dia diam-diam mengagumi perempuan pesisir itu. Semakin dia memandang semakin ada rasa yang tidak bisa digambarkan. Seana sama sekali tidak mengetahui jika dia diperhatikan dengan seksama. Dia hanya melakukan tugasnya sebagai calon istrinya yang diamanahkan tugas untuk menjaganya hingga pagi hari.


Suasana saat itu terbilang sepi hanya keheningan yang terjadi diantara mereka berdua. Samudra yang diperlakukan seperti itu sama sekali tidak mencegahnya hanya terdiam dan menatap ke arah wajahnya Seana yang semakin dipandang semakin rasa penasarannya timbul di dalam hatinya.


Dia diam-diam mengagumi perempuan pesisir itu. Semakin dia memandang semakin ada rasa yang tidak bisa digambarkan. Sea sama sekali tidak mengetahui jika dia diperhatikan dengan seksama.


Dia hanya melakukan tugasnya sebagai calon istrinya yang diamanahkan untuk menjaganya hingga pagi hari nanti. Sea berjalan ke arah kursi panjang, lalu mulai membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya hingga terlelap dan berkelana dalam mimpinya yang indah.


Samudera yang pun ikut tertidur pulas karena pemulihannya butuh istirahat yang cukup agar segera meninggalkan rumah sakit. Dia sudah sedikit bosan terus berada di sana, hanya tembok bercat putih, dokter dan perawat yang bergantian serta bau obat yang menjadi temannya selama satu bulan terakhir ini.


Mentari pagi sudah muncul di ufuk timur, warnanya yang terang menyinari seluruh alam semesta. Ayam berkokok pertanda pagi menjelang. Seana mengerjapkan matanya berulang-ulang kali karena menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya.


"Alhamdulillah, sudah pagi rupanya, untung lagi datang bulan jadi tidak apa-apa lambat bangun," ucapnya dengan merentangkan kedua tangannya sambil menaruh telapak tangannya di depan mulutnya itu.


Dia segera bangun dari tidurnya lalu berjalan ke arah kamar mandi, tetapi langkahnya terhenti karena ada benda yang melilit di kakinya. Sea segera melihat ke arah ke bawah kakinya dan terkejut melihat benda itu. Ia pun meraih benda yang tergeletak memanjang di atas lantai.


"Ini kan selimut yang aku pakaikan di tubuhnya semalam, kok bisa ada sama saya yah?" Tanyanya yang menatap bergantian ke arah selimut dan Ocean calon suaminya itu yang masih tertidur.


"Tapi, tidak mungkin dia yang melakukannya, kan kakinya juga masih sakit dan lebih tidak mungkin dan tidak masuk akal jika selimutnya yang berjalan ke atas tubuhku." Sena berulang kali menggelengkan kepalanya dan memukul kepalanya yang kebingungan dengan keberadaan selimut tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin bertanya kepadanya langsung, walaupun aku penasaran ingin mengetahui hal itu." Batinnya Ocean yang masih berpura-pura tertidur.


Sam yang sudah terbangun sedari tadi pura-pura tertidur tapi, sesekali matanya melirik ke arah Sea dan memperhatikan apa yang dilakukannya.


Dia diam-diam tersenyum tipis melihat kelakuan dari Sea yang seperti anak kecil saja. Tidak berselang lama, pintu pun diketuk oleh seseorang dari arah luar. Perhatian keduanya tersita ke arah pintu kamar perawatan Ocean yang masih tertutup rapat itu.


Sea yang mendengar ketukan pintu itu segera mempercepat dan menyelesaikan kegiatannya dan dalam kamar mandi. Ia yang baru saja keluar dari kamar mandi buru-buru berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu tersebut yang diketuk oleh seseorang.


"Paman," ujarnya saat pintu sudah terbuka lebar.


Seana tanpa aba-aba memeluk tubuh pamannya dengan erat dan menangis tersedu-sedu di dalam pelukannya. Pak Heru membalas pelukan keponakan satu-satunya itu.


"Kamu harus sabar Nak, mungkin seperti ini lah jalan hidup yang harus kamu lalui, Paman yakin kalau itu yang terbaik untuk kamu dengan pria itu," balas Pak Herman sambil menunjuk ke arah Samudera.


"Paman selalu tahu apa yang Sea butuhkan, maafkan Saya yah paman, sudah membuat Paman repot-repot harus mengantarkan makanan segala untuk kami," terang Sea dengan wajah sendunya sembari menggandeng tangan pamannya ke arah kursi.


"Sea tolong ambilkan piring beserta sendoknya lalu isi makanan ke atas piring sepertinya Samudera akan minum obat dan harus makan terlebih dahulu," perintah Pak Herman.


ΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:

__ADS_1



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2