Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 152


__ADS_3

Zahrah tersenyum ramah, "Insya Allah… kalau Aza bisa pasti akan aku turuti apapun permintaannya Ibu," tutur Aza dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Apa boleh ibu mengajak kamu jalan-jalan ke rumahnya Ibu?" Pungkas Bu Hamidah yang sedikit ragu karena takut jika permintaannya ditolak.


Zameera Azzahrah Arinda Farhan tersenyum simpul ke arah Bu Hamidah sebelum menjawab pertanyaan dari Bu Hamidah," kenapa tidak Bu, saya pasti akan datang kerumahnya Ibu, tapi Aza harus tahu kapan waktunya? Karena hari ini kemungkinannya tidak bisa Aza mau terapi dan berobat dulu kalau besok siang boleh karena Aza kebetulan libur."


"Alhamdulillah, aku bisa datang ke rumah,ini kesempatan untuk mempertemukan Samudera dengan Zahrah, kira-kira reaksinya Sultan bagaimana yah?" Bu Hamidah membatin dan membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.


Bu Hamidah memberikan dan menjelaskan kepada Aza alamat rumahnya serta memberikan nomor hp terbaru yang dia miliki itu. Beberapa menit kemudian, Aza pun pamitan karena Aunty Wanda yang akan menangani proses terapinya sudah menelponnya.


"Aza apa boleh ibu minta sama kamu, mulai detik ini juga kamu harus memanggil Ibu dengan sebutan Bunda sama seperti anak-anak Ibu," Bu Hamidah ingin panggilannya berubah bukan ibu lagi bertujuan agar mereka lebih akrab.


"Bunda!" Cicitnya Aza.


"Iya Bunda, Ibu sangat suka jika kamu memanggil Ibu seperti itu, jujur saja hati ini sangat bahagia Nak," jawab Bu Hamidah.


"Alhamdulillah kalau hanya panggilan seperti itu Bunda bahagia, kalau gitu aku pamit dulu Bunda, kebetulan dokter yang mau tangani penyakitnya Aza sudah datang, assalamu alaikum," pamit Aza lalu meraih tangannya Bu Hamidah sambil menciumi punggung tangan itu dengan penuh takzim.

__ADS_1


"Waalaikum salam, hati-hati Nak!! Ingat besok siang jangan sampai lupa yah," Bu Hamidah sedikit mengeraskan suaranya karena Aza sudah menjauh dari sana.


Aza kemudian berlari ke arah Ruangan tempat terapinya. Saking seriusnya berlarian dia tidak memperhatikan kondisi jalan yang dilaluinya. Padahal sedari tadi ada sepasang mata yang terus mengikuti arah kemana langkah kakinya melangkah. Pandangan mata orang itu selalu tertuju pada Azahra yang berlarian.


"Akhirnya kita ketemu lagi, hampir satu bulan aku menunggu dan mencari keberadaanmu cantik," gumam orang itu.


Tapi dunia ini di penuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya. Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan hanya sebagai pendamping hidup, melainkan kita harus belajar banyak hal darinya.


Sebetulnya tidak pernah ada yang mengecewakan kita, hanya saja kita memilih untuk kecewa. luaskan hati kita maka semuanya akan terasa ringan dan jangan pernah menaruh harapan yang lebih pada sesama manusia jika tidak ingin kecewa, berharaplah hanya pada Allah karena hanya Dia lah yang tidak akan pernah mengecewakan kita.


Kita yang memilih rasa dalam hati kita, maka jika sekiranya kita masih bisa memilih berlapang dada maka pilihlah kelapangan. Karena kita akan merasa tenang dan selalu bahagia. semua tentang rasa yang kita sendiri yang memilikinya dan kita juga yang memilihnya.


Berbuatlah hal-hal kebaikan agar yang kita dapatkan juga kebaikan. Karena sejatinya apa yang kita perbuat hari ini esok ataupun lusa pasti akan kembali pada diri kita sendiri. Apa yang kita tanam dan itu lah yang akan kita tuai.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:


__ADS_1


Duren I Love you


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


__ADS_2