
Dia hanya sesekali tersenyum manis ke arah orang yang berpapasan dengannya yang melihat ke dalam mobil yang dipakainya. Beberapa saat kemudian, rombongan mobil mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.
Satu persatu mereka berjalan dan membawa beberapa nampan yang berisi beberapa kebutuhan yang diperlukan sebagai barang-barang seserahan pernikahan yang akan dipersembahkan oleh Sam untuk Seana.
Mereka sengaja melewati pintu belakang supaya kedatangan mereka tidak mengganggu aktifitas dokter dan kenyamanan pasien. Mereka tidak menimbulkan sedikit pun keributan yang nantinya akan mengganggu istirahat dari pasien.
"Ya Allah… lancarkan lah pernikahan dari putri sahabatku," batinnya Bu Salamah.
Pak Ardiansyah sudah mengatur jadwal dan kegiatan yang akan berlangsung apa saja saat prosesi ijab kabul antara Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon dengan Seana Almairah Afrizal.
Pak penghulu dari raut wajahnya sudah tidak sabar ingin menikahkan keduanya calon pengantin tersebut. Samudera sudah duduk di hadapan Pak Penghulu di atas ranjang bangkar rumah sakit. Semua para saksi dan beberapa tetangga serta keluarga yang akan menjadi saksi sudah duduk manis dan rapi di tempat duduk masing-masing.
Samudera sudah bersiap untuk mengucapkan ijab kabul sebagai lafaz janji suci pernikahan. Sam yang duduk menghadap ke arah pintu dibuat terkesima dan takjub serta matanya tidak berkedip melihat kedatangan rombongan pengantin terutama pada Seana.
Gadis yang tidak pernah berdandan dan memakai make up merk apapun, hari itu menjadi orang sekaligus perempuan yang tercantik kala itu. Sam tidak menyangka jika gadis yang kesehariannya hanya bekerja sebagai pengantar ikan berubah drastis dan sangat cantik dalam sekejap mata.
"Cantik," gumamnya yang masih mampu didengar oleh Pak Arman selaku Penghulu.
"Karena pengantin perempuannya sudah datan, alangkah baiknya jika kita memulai acara ijab kabulnya sebelum waktu yang baik terlewatkan, dan karena wali nikah Seana tidak ada jadi diserahkan sepenuhnya kepada kami selaku pihak dari kantor urusan agama setempat untuk menggantikan walinya," tutur Pak Arman.
"Sebaiknya seperti itu saja Pak Arman, karena mempercepat sesuatu yang baik itu hal yang sangat baik pula," Pak Heru ikut menambahi pamannya Seana.
"Lebih cepat lebih baik maksudnya kan Pak Heru," timpal Pak Dodi yang tersenyum penuh maksud.
Semua orang jadi heboh dan tersenyum menanggapi candaan dan gurauan mereka. Pak Arman sudah memegang tangan kanannya Raja mereka sudah saling berjabat tangan.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Raja dengan Seana Almairah Afrizal bin Afrizal Prayoga dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas dua gram 24 karat dan uang sebesar dua juta rupiah dibayar tunai," ucap Pak Arman.
"Saya terima nikah dan kawinnya Seana Almairah Afrizal Prayoga dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," dengan ucapan yang cukup lantang dan hanya dengan sekali tarikan hembusan nafasnya Sam mampu mengucapkan ikrar pernikahan mereka dengan lancar, tertib, teratur.
__ADS_1
Pak Arman mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, "Bagaimana para saksi, apakah sah?" Tanyanya Pak Arman sambil menatap ke seluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Sah!!!" Teriak mereka lebih lantang dan jelas dari suaranya Samudra.
"Alhamdulillah, kalau begitu kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri mulai detik ini," ujarnya Pak Arman.
Ibu Mina dan Ibu Jannah menggandeng Seana ke arah tempat duduknya Sam setelah mereka resmi menikah dan menjadi sepasang suami istri.
Sea sedari tadi menurunkan pandangannya, karena malu jika tiba-tiba pandangan mata mereka saling bertemu dan beradu pandang.
Bu Annah tersenyum sumringah sembari berucap, "Ayo Nak Sam sematkan cincin itu ke dalam jari manisnya istrimu," perintah Ibu Annah.
Sea segera mengulurkan tangannya ke arah pria yang sudah menjadi suaminya beberapa menit yang lalu itu, dengan sedikit gemetaran dan keringat dingin membasahi tangannya. Ibu Jannah yang menyadari hal tersebut, hanya tersenyum menanggapi sikap grogi dari Sea.
Sam tanpa segan meraih tangannya Sea lalu menyematkan cincin itu ke dalam jari manisnya. Mereka bertukar cincin nikah sebagai tanda pengikat jika, mereka sudah resmi menjadi suami istri yang sah dimata agama dan negara.
Spontan wajah Sea sedari tadi tersipu memerah, saking malunya hingga hidung dan telinganya ikut memerah menahan rasa grogi dan salah tingkah.
"Ibu Salamah ada-ada saja, aku kan jadi malu," batinnya Seana yang sedari tadi menundukkan kepalanya.
Sam yang sesuai dengan amanah para emak-emak rempong segera melaksanakan titahnya, ia langsung mencium pucuk kepalanya Sea dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Sea pun tanpa ragu dan bimbang langsung meraih tangannya Sam, lalu mencium punggung tangan pria yang baru beberapa menit yang lalu menjadi suaminya.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1