Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 17


__ADS_3

"Seana kamu itu sedari dulu sudah cantik tanpa memakai make up dan pakaian mahal pun sudah cantik nak, Ibumu cantik jadi pasti anaknya juga cantik, iya kan ibu-ibu?" Timpal Ibu Lira yang meminta persetujuan dari yang lainnya sesuai dengan kenyataannya.


"Memang betul apa yang dikatakan oleh ibu Lira, saya saja yang baru lihat kamu sudah sangat yakin jika kelak nanti suamimu tidak akan berpaling darimu apapun yang terjadi hingga kalian kakek nenek," terang ibu Hana dengan senyuman ramahnya.


"Amin ya rabbal alamin," semua ibu-ibu mengaminkan perkataan dari ibu Hana.


Sedangkan Sea masih keheranan dan tidak percaya dengan pujian dari beberapa orang yang hadir ditempat itu. Wajahnya bersemu kemerahan saking bahagianya bercampur dengan keraguan akan kecantikannya itu.


Sea tiba-tiba terdiam dan teringat dengan perkataan dan janjinya dulu dengan pacarnya Seana. Mereka pernah melewati Ibu kota kabupaten dan melalui sebuah toko pakaian pengantin.


Dari situ mereka sudah membayangkan dan merencanakan jika kelak mereka menikah akan memakai gaun pengantin yang berwarna putih seperti yang dipakainya sekarang. Dia pun menolak untuk memakai pakaian ini dan lebih memilih pakaian pengantin yang berwarna gold.


"Ibu, saya lebih memilih pakaian yang berwarna gold sepertinya lebih cantik dan cocok saya pakai," terangnya dengan wajahnya yang berubah sendu.


Ibu Hana dan ibu Mirna saling berpandangan dan tidak mengerti dengan perubahan raut wajahnya Sea yang tiba-tiba sedih tidak seperti tadi yang sangat sumringah dan bahagia saat mendapatkan banyak pujian dari orang-orang.


Sea kemudian mendudukkan tubuhnya saat dari melepas pakaian pengantin yang sempat dia coba tadi. Ia masih ragu untuk melangkah ke arah hubungan yang lebih serius. Karena pernikahannya dengan Samudra dadakan dan bisa dibilang pernikahan kilat saja, padahal Sea sudah memiliki tunangan yang sementara menuntut ilmu di ibu kota Jakarta.


"Kalau itu yang menurut Nak Sea yang paling terbaik dan kamu sukai baiklah besok pagi kamu akan memakai gaun itu dan ingat besok jam enam pagi, kamu sudah siap untuk di makeup sama orang dari salon Ibu," ucap Ibu Hana.


"Kalau begitu kita makan malam dahulu Bu, tidak baik pulang dengan perut yang kosong dan kelaparan," terangnya ibu Lira dengan menggandeng tangannya Ibu Hana.


"Alhamdulillah ternyata kedatanganku disambut hangat dan sangat baik di sini, kalau gitu kita semua ke meja makan untuk menikmati masakan dari para ibu-ibu," ajak ibu Jannah.

__ADS_1


"Sea ayo kita makan malam Nak, ingat besok kamu akan menikah dan butuh istirahat yang cukup dan makanan yang sehat pula," sahut ibu Nani.


"Benar sekali yang dikatakan oleh Ibu Nani, apalagi malamnya adalah malam pertama mereka untuk belah duren,"timpal Ibu Linda.


"Kalian ini, apa sudah melupakan kalau Raja itu masih sakit jadi mungkin belah durennya tertunda dulu," balas Ibu Mina dengan tersenyum kearah Sea yang wajahnya sudah memerah menahan rasa malunya seperti kepiting rebus saja.


Seana menundukkan kepalanya dan salah tingkah karena ibu-ibu sudah membahas masalah malam pertama segala yang jauh dari ekspektasinya dan di dalam benak dan pikirannya.


"Apa jangan-jangan Sea belum mengetahui masalah belah duren? Kalau gitu Ibu Mina dan yang lainnya bisa membantu Sea untuk menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir, agar Sea tidak salah jalan dan kalah dari suaminya nanti," tutur ibu Nani.


"Emangnya orang yang belah duren itu bisa salah jalan yah Bu?" Tanyanya Sea dengan wajahnya yang polos itu dan menatap bingung ke arah Bibi Nani.


"Ya Allah… kamu polos banget Sea," gurau Bu Lira.


"Apa ada yang salah dengan perkataan ku yah? Tanyanya balik lagi Sea yang semakin membuat suasana semakin ramai dan gaduh.


"Sudah bahas itunya, mari makan dulu, sepertinya saya kelaparan setelah tertawa," Ibu Linda ikut menambahi perkataan dari yang lainnya.


Sea semakin dibuat penasaran dan menatap mereka dengan wajah yang keheranan. Dia wajar bersikap seperti itu mengingat usianya yang masih muda dan selama ini minim pemahaman lebih lagi pengalaman.


ΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:

__ADS_1



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2